AYOJAKARTA.COM – Saat ini solusi keuangan ketika butuh dana cepat maka pinjaman online (pinjol) maupun paylater menjadi salah satu pilihan yang paling banyak dicari.
Bagi generasi muda seperti gen z, fenomena tergiur dengan gaya hidup YOLO atau FOMO sehingga banyak yang tidak berpikir panjang dan mengajukan pinjol atau paylater.
Memang kita ketahui bersama bahwa pengajuan pinjol atau paylater memang sangat mudah dengan proses yang cepat dan langsung cair.
Baca Juga: Bukan Al Azhar, Inilah Universitas Tertua di Dunia yang Ternyata Ada di Afrika
Dikutip AyoJakarta.com dari unggahan Instagram @pikology pada Selasa (29/8/2023) berdasarkan data sebanyak 60 persen pengajuan pinjol merupakan anak muda dengan rentang usia 19-34 tahun.
Yang lebih parahnya lagi, kebanyakan uang dari pinjaman online atau dari paylater digunakan untuk lifestyle atau gaya hidup.
Padahal efek jangka panjang untuk masa depan tidak main-main. Selain sulit mengajukan KPR, ketika tidak bisa membayar pinjol atau macet maka nama baik akan jelek dan beresiko akan sulit diterima kerja.
Bahkan belum lama ini, viral beredar di sosial media seorang fresh graduate atau lulusan baru tidak lolos saat melamar kerja.
Baca Juga: Mengenal Kepribadian dari Rasa Es Krim Kesukaan, Favoritmu Apa?
Kerena Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) atau BI checking yang buruk, maka dari itu para pelamar kerja banyak ditolak akibat terjerat pinjaman online atau paylater.
Diketahui bahwa lulusan baru tersebut memiliki skor kolektibilitas 5 yang menandakan bahwa debitur menunggak pembayaran pokok atau bunga lebih dari 180 hari dengan kata lain macet.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi turut memberikan tanggapannya.
Perempuan yang akrab disapa Kiki ini mengatakan bahwa kejadian viral tersebut akan dapat menumbuhkan kesadaran di kalangan anak muda termasuk gen z untuk tidak main-main dengan pinjaman online atau paylater.
Baca Juga: Mengenal Kepribadian dari Apa yang Kamu Lihat Duluan, Wajah Wanita atau Pisau?
Apalagi menurutnya, buy now pay later (BNPL) juga sudah terhubung dengan SLIK sehingga ketika ada tunggakan juga akan berpengaruh dengan skor kredit masyarakat.
Ia menyebut bahwa SLIK OJK akan dapat menunjukkan riwayat kredit seseorang terlihat jelas, hanya dengan memasukkan NIK di KTP maka akan bisa mengakses data SLIK seseorang.
“Jadi anak-anak muda tuh aware, oh iya jangan main-main utang online ‘abis itu aku ganti nomor, udah gak bisa ditagih’. Nggak gitu, karena kalau udah pakai KTP semuanya tuh akan masuk semua di SLIK ya,” ujarnya belum lama ini dikutip pada Selasa (28/8/2023).
Kiki menambahkan bahwa saat ini sudah banyak kasus anak muda yang terjerat pinjol atau paylater termasuk gen z.
Baca Juga: 5 Fakta Kebiasaan Unik Orang Indonesia di Malam Hari, Salah Satunya Bisa Menyebabkan FOMO!
Menurutnya ada juga fresh graduate yang mengajukan pinjaman untuk membeli barang sembari menunggu wisuda.
“Makanya kan kadang-kadang anak-anak sekolah itu konsumtif, banyak dengar cerita dari teman atau anaknya tuh sambil nunggu wisuda iseng-iseng pakai paylater terus akhirnya dari hutangnya berapa jadi berkembang banyak, akhirnya mau cari kerja malah susah dan lainnya,” tandasnya.***

Share this article
Berdasarkan data sebanyak 60 persen pengajuan pinjol merupakan anak muda dengan rentang usia 19-34 tahun.