AYOJAKARTA.COM - Dalam suasana Hari Raya Idul Fitri yang penuh suka cita, seorang muslim merasa perlu untuk meminta maaf atas segala kesalahan dan kekhilafannya.
Mengingat Hari Raya Idul Fitri sudah di depan mata dan tidak terasa Ramadan telah terlewati.
Dikutip oleh ayojakarta.com melalui laman suara.com pada 21 April 2023, diketahui terdapat ucapan selamat lebaran atau Idul Fitri dalam Bahasa Jawa dan artinya yang mana cocok untuk prosesi sungkem maupun bertamu.
Baca Juga: Malam Takbiran UAS Ingatkan Bahaya Kenakalan Orang Tua, Kok Bisa? Simak di Sini!
Tradisi sungkem adalah bagaimana yang muda mencium tangan sosok keluarga yang lebih tua misal orang tua atau kakek nenek dan memohon maaf kala Idul Fitri.
Tradisi sungkem saat Idul Fitri ini masih dilaksanakan di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Timur.
Berikut beberapa ucapan Selamat Idul Fitri dalam Bahasa Jawa sebagaimana dilansir dari suara.com, dengan perubahan.
Tujuan dari bertamu adalah untuk menyambung silatturahmi, sementara bertamu kala Idul Fitri juga menjadi momen untuk meminta maaf kepada yang lebih tua atau tetangga terdekat.
Dalam bahasa Jawa, muslim tersebut bisa mengatakan "Nyuwun agunging pangapunten sedanten kalepatan kulo, lan ngaturaken sugeng riyadi kagem bapak ibu sak keluargo mugi tansah sehat lan sentoso.”
Artinya, "Mohon maaf yang sebesar-besarnya atas semua kesalahan saya, dan selamat Hari Raya Idul Fitri untuk Bapak dan Ibu sekeluarga semoga diberi kesehatan dan kesejahteran".
Beberapa orang merasa perlu untuk memohon maaf secara tulus atas segala kesalahan dan kekhilafannya. Dia berharap bahwa dalam suasana Idul Fitri ini, segala dosa dan kesalahan yang telah dia lakukan dapat diampuni oleh Allah SWT.
Selain itu, seseorang tersebut juga ingin mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada Bapak dan Ibu sekeluarga, semoga mereka senantiasa sehat dan bahagia.
Baca Juga: Beda Penetapan Hari Raya Idul Fitri 2023, Mahfud MD: Jangan Sampai Menimbulkan Perpecahan!
Dalam bahasa Jawa yang berbeda, juga bisa mengucapkan atau menambah ucapan dengan kalimat sebagaimana berikut ini.
"Menawi wonten katah kalepatan, ing dinten riyaya niki kulo nyuwun agenging pangapunten".
Artinya, "Jika ada banyak kesalahan, maka di hari raya ini saya minta maaf yang sebesar-besarnya.”
Apabila ingin menyampaikan pesan positif dalam bahasa Jawa, dapat membaca ini, "Minal aidin wal faizin, salam kagem sedanten sedherek, mugi-mugi kita sedaya saget dados tiyang ingkang langkung migunan.”
Baca Juga: Tradisi Ziarah Kubur Saat Lebaran Idul Fitri, Apakah Boleh?
Artinya, "Salam hangat untuk keluarga terdekat, semoga kita semua bisa menjadi orang yang lebih bermanfaat". Pesan ini mengajak semua anggota keluarga untuk menjadi orang yang berguna bagi masyarakat sekitar.
Dalam bahasa Jawa yang lebih formal, biasanya seseorang akan mengucapkan kalimat-kalimat ini saat sungkem kepada keluarga yang tua/sepuh.
"Kula ngaturaken sembah pangabekti dhateng Bapak lan Ibu, ugi nyuwun pangapunten ing sadeleme manah dumateng sedaya agengipun kelepatan pun tindak tanduk ingkang katingal menapa mboten katingal. Mugi-mugi Allah SWT nglebur dosa-dosa kula lan Bapak Ibu ing dinten riyaya niki.”
Artinya, "Saya mengucapkan rasa hormat dan berbakti kepada Bapak dan Ibu, serta meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan sikap dan tindakan yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Semoga Allah SWT menghapus dosa-dosa saya dan Bapak Ibu di momen hari raya ini".
Masih menjadi salah satu bahasa daerah yang banyak dikuasai, mengucapkan Selamat Idul Fitri dalam Bahasa Jawa memiliki kesulitan tersendiri karena selain harus formal, penggunaan kata-kata dalam ‘kromo inggil’ harus diperhatikan.
Sumber artikel ini telah terbit di suara.com dengan judul, Ucapan Selamat Lebaran dalam Bahasa Jawa, Cek di Sini!***

Share this article
Siapin dari sekarang, ucapan selamat lebaran atau Idul Fitri dalam Bahasa Jawa dan artinya yang mana cocok untuk prosesi sungkem bertamu.