AYOJAKARTA.COM - Tahun baru Imlek sangat identik dengan hujan.
Ini sama halnya dengan perayaan Imlek pada Minggu (22/1/2023) di mana masyarakat keturunan Tionghoa mengharapkan turunnya hujan.
Masyarakat keturunan Tionghoa mempercayai air atau hujan merupakan simbol dari keberuntungan.
Jika dilihat dari sisi filosofis, hujan identik dengan simbol keberuntungan dan membawa berkah, khususnya bagi masyarakat agraris.
Beberapa masyarakat keturunan Tionghoa percaya, semakin deras hujan yang turun maka keberuntungan yang didapatkan akan semakin banyak.
Dengan demikian, turunnya hujan pada saat perayaan Imlek menandakan kemakmuran di tahun mendatang.
Dikutip AyoJakarta.com dari Suara.com pada Minggu (22/1/2023) Angelina Fang seorang pakar feng shui mengatakan jika sebenarnya tidak ada makna tersendiri dari turunnya hujan ketika imlek.
Baca Juga: Wajib Tahu! 4 Amalan yang Menjamin Rezeki Datang Sendiri! Begini Penjelasan Syekh Ali Jaber
"Tidak ada makna tersendiri, itu hanyalah kepercayaan." Katanya
"Jika saat tahun baru Imlek tidak turun hujan, bukan berarti hal tersebut menunjukkan akan terjadi hal buruk." Jelasnya.
"Jika hujan yang turun sangat deras dan kemudian menyebabkan banjir apakah akan memberikan dampak yang kurang baik nantinya." tambah Angelina.
Angelina juga mengatakan jika hal yang terpenting ketika merayakan tahun baru Imlek adalah kumpul dengan keluarga.
"Hujan atau tidak, hari Imlek tetap dirayakan dengan bahagia bersama keluarga."
Pakar feng shui tersebut juga menyarankan jika setiap orang harus selalu berpikir positif.***

Share this article
Masyarakat keturunan Tionghoa mempercayai air atau hujan merupakan simbol dari keberuntungan. Jadi artinya?