AYOJAKARTA.COM – Anak merupakan anugrah terindah yang diberikan Tuhan kepada para orang tua.
Setiap anak yang dilahirkan ke dunia ini memiliki tipe kepribadian yang berbeda dan punya karakter unik tersendiri.
Nyatanya dalam mengajarkan dan mendidik anak bukan perkara yang mudah apalagi setiap anak memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda antara anak yang satu dengan yang lain.
Baca Juga: Tes IQ: Mana Anak yang Menyelinap ke Kamar dalam Gambar Ini? Otak Cerdas Pasti Tau
Maka dari itu perlu mengenali karakter dan kepribadian anak agar orang tua bisa bagaimana cara mendidik anak atau pola asuh yang tepat untuk anak-anak mereka.
Sebenarnya dari zaman Yunani Kuno, Hippocrates telah mengkategorikan kepribadian menjadi empat tipe besar.
Memang tipe kepribadian ini tidak bersifat ketat atau selalu bisa berubah, sebab akan akan tumbuh dan berkembang.
Meskipun demikian seringkali anak mungkin saja akan menunjukkan satu kepribadian yang lebih menonjol daripada yang lain.
Dilansir AyoJakarta.com dari laman PediaSure pada Selasa 19 September 2023, berikut ini empat tipe kepribadian anak yang paling umum menurut Hippocrates.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Panjang Jari Kamu Dapat Mengungkap Karakter dan Sikap yang Dimiliki
1. Koleris
Anak dengan karakteristik koleris termasuk sosok pemimpin. Mereka mampu berpikir cepat, mandiri, tau apa yang diinginkan, dan memiliki sifat kompetitif.
Ketika anak dengan kepribadian koleris ini mendapatkan kritikan dari orang lain, mereka akan dengan berani menyampakan pendapatkan.
Hal ini karena anak dengan kepribadian koleris ini percaya bahwa dengan membuktikan bahwa dirinya benar akan lebih baik.
Maka dari itu dapat dikatakan bahwa anak dengan kepribadian koleris akan cenderung blak-blakan atau bicara apa adanya, punya jiwa kompetitif tinggi, serta memiliki kemauan yang kuat.
2. Sanguinis atau Optimis
Anak dengan kepribadian cenderung optimis, ceria, mudah bergaul, suka bicara, dan penuh dengan imajinatif. Mereka juga senang berpetualang dan memiliki toleransi tinggi pada berbagai jenis risiko.
Anak berkepribadian sanguinis mudah bosan dan akan secepatnya mencari variasi kegiatan lain, tak heran jika mereka memiliki kreatifitas yang tinggi.
3. Melankolis
Oxford University Press mendefinisikan anak dengan karakter melankolis tidak hanya terbatas pada kesedihan atau perasaan putus asa.
Padahal kepribadian melankolis lebih luas dari itu, mereka tipe yang setia, tabah, cerdas dalam emosional.
Anak dengan kepribadian melankolis akan mampu memahami emosi dari orang lain. dapat diandalkan dan senang menolong.
Di sisi lain jika anak dengan kepribadian melankolis dibiarkan secara emosional akan cenderung gugup, murung cemas, mudah gelisah, dan mudah panik. Mereka juga biasanya memiliki pencernaan yang buruk dan sering sembelit.
Namun akan berbeda jika akan dengan kepribadian melankolis mampu mengatasi perasan cemas, gugup dan gelisah, mereka akan berhasil mencapai tujuan, bisa menyelesaikan tugas sesuai waktu yang ditentukan.
4. Plegmatis
Anak dengan kepribadian plegmatis cenderung pasif, tidak terlalu ambisius, dan tidak memiliki rasa urgensi.
Kepribadian phlegmatis merupakan seorang introvert yang tenang, tidak emosional, santai, sabar, menyenangkan, tapi kadang masih ragu-ragu.
Anak dengan karakter ini cenderung memiliki gaya hidup sederhana, lebih tenang, dan senang di sekitar rumah serta keluarga.
Mereka tipikal anak yang membutuhkan waktu untuk bisa menyesuaikan diri dengan perubahan atau lingkungan yang ada.
Baca Juga: Tes IQ: Temukan 3 Perbedaan dalam Kedua Gambar Berikut, Kelihatannya Mudah Tapi Susah, Berani Coba?
Di sisi lain mereka mampu menyembunyikan perasaan, sabar, gigih, konsisten, tapi suka menyimpan dendam, dan cenderung menunda-nunda pekerjaan.
Ada banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan mengetahui kepribadian yang dominan dari diri sang anak.
Seperti bisa menentukan bagaimana cara mendidik anak dengan tepat sesuai dengan tipe kepribadian dominannya.
Selain itu juga bisa membangung pendidikan karakter yang lebih baik dari sang anak, mampu menemukan solusi yang tepat ketika anak menemukan masalah.***

Share this article
Setiap anak yang dilahirkan ke dunia ini memiliki tipe kepribadian yang berbeda dan punya karakter unik tersendiri.