AYOJAKARTA.COM -- Jusuf Hamka, seorang pengusaha terkemuka dalam sektor jalan tol di Indonesia, terkenal dengan gaya hidup sederhananya. Merintis karirnya dari awal, ia berhasil mencapai posisi sebagai pemimpin dalam industri jalan tol setelah berbagai pengalaman di berbagai sektor.
Setelah mencapai puncak sebagai bos jalan tol, Jusuf Hamka berhasil meraih pendapatan yang mencapai miliaran hingga triliunan setiap harinya.
Meskipun demikian, ia tetap mempertahankan gaya hidup yang sederhana. Dalam beberapa momen, Jusuf Hamka terlihat memperlihatkan sisi sederhananya, seperti menikmati makanan di warteg dan tanpa rasa malu mengenakan pakaian lokal dengan harga yang terjangkau, bahkan dalam kisaran ratusan ribu rupiah.
Baca Juga: Rismon Sianipar Ungkap Rekayasa CCTV Kasus Jessica Wongso: Saya Buktikan 73 Persen Informasi Hilang
Gaya hidup Jusuf Hamka menciptakan kontras yang signifikan dengan gaya hidup salah satu keturunannya, yakni Feisal Hamka.
Feisal, yang terlibat dalam bisnis keluarganya, berhasil mencapai posisi sebagai Komisaris. Sebagai anak ketiga Jusuf Hamka, Feisal menarik perhatian publik, terutama kaum perempuan, karena penampilannya yang tampan dan karismatik.
Selain itu, Feisal Hamka juga mendapatkan kekayaan yang cukup melimpah melalui bisnis jalan tol yang dikelola oleh Jusuf Hamka di PT. Citra Marga Nusaphala Persada.
Kekayaan ini memungkinkan Feisal untuk memamerkan gaya hidup mewahnya, termasuk berlibur ke berbagai belahan dunia dan memajang mobil sport mewahnya di akun Instagram pribadinya @feisalhamka.
Kehidupan mewah yang diperlihatkan oleh Feisal Hamka menjadi topik pembicaraan di media sosial, menimbulkan perbandingan yang mencolok dengan gaya hidup sederhana ayahnya, seorang konglomerat terkenal.
Informasi tambahan yang dikutip dari saluran YouTube Helmy Yahya Bicara, Jusuf Hamka pernah mengungkapkan harga pakaian yang sering dikenakannya.
"Pak celana jeans beli di mana?" ucap Helmy Yahya
Jusuf Hamka menyebutkan bahwa celana jeans yang dikenakannya adalah produk lokal yang dijual di Cihampelas dengan harga Rp150 ribu. Bahkan, ia telah mengenakan jeans buatan dalam negeri tersebut selama lebih dari dua dekade.
"Beli di Cihampelas, masih zaman 150 ribu, sudah 20 tahun nih celana” ucapnya.
Tambahan lagi, Jusuf Hamka juga menggunakan jam tangan dari merek Seiko yang memiliki harga terjangkau, hanya ratusan ribu rupiah.
Menurutnya, baik jam tangan yang ekonomis maupun yang bernilai miliaran rupiah memiliki fungsi yang serupa, dan jam tangan mewah tidak membawa keberuntungan, justru bisa memicu tindak kriminal.
"Kok gak beli yang miliaran pak jam tangannya" tanya Helmi.
"Jamya merek Seiko, murah muternya sama kok. Beli yang mahal, muternya sama. Yang miliaran gak bikin hoki juga, gak nambah kaya juga, malah mancing penjahat yah," kata Jusuf Hamka.

Share this article
Gaya hidup Jusuf Hamka menciptakan kontras yang signifikan dengan gaya hidup salah satu keturunannya, yakni Feisal Hamka.