AYOJAKARTA.COM – Pada bulan Ramadhan, umat Islam diwajibkan melaksanakan puasa.
Umat Islam dilarang makan dan minum mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Dalam melaksanakan puasa, biasanya sebagian dari umat Islam masih belum terbiasa.
Pasalnya puasa di bulan Ramadhan hanya dilakukan satu bulan dalam satu tahun.
Baca Juga: Rekomendasi Taman untuk Tempat Ngabuburit Low Budget di Jakarta
Dibutuhkan kebiasaan atau melatih diri agar dapat berpuasa dengan optimal dan dapat melaksanakan kegiatan sehari-hari secara produktif.
Bagi yang belum terbiasa melakukan puasa, tentu perlu beberapa tips atau cara yang tepat dalam melaksanakan puasa agar nantinya aktivitas tetap produktif.
Cara pertama yang harus dilakukan yakni sahur.
Sahur adalah waktu kita makan sebelum melaksanakan puasa wajib.
Hal ini memang dianjurkan Rasulullah SAW yang melaksanakan sahur terlebih dahulu sebelum memulai puasa.
Selain itu, sahur merupakan tanda atau perbedaan umat Islam saat berpuasa dibandingkan dengan agama atau umat lainnya.
Agar tubuh tetap fit selama menjalankan ibadah puasa, maka disarankan saat sahur untuk mengonsumsi makanan sehat dan gizi yang cukup.
Bisa dikatakan bahwa makan sahur sebelum berpuasa memiliki banyak manfaat.
Baca Juga: 5 Kota Paling Bau di Dunia, Sudah Pasti Beraroma Tak Sedap, Ada Kota Impianmu?
Salah satunya membuat fisik lebih kuat dalam menjalani puasa.
Selain itu, ada beberapa manfaat lain yang harus diketahui terkait makan sahur sebelum berpuasa, yaitu:
- mempersiapkan tubuh untuk puasa,
- mencegah dehidrasi,
- mencegah Hipoglikemia,
- menghindari penurunan berat badan drastis dan berbahaya,
- mencegah naiknya asam lambung,
- menghasilkan energi untuk beraktivitas,
- mencegah kehilangan massa otot.
Baca Juga: Kamu Wajib Tahu! Ini Manfaat Puasa untuk Kesehatan Tubuh
Dikutip ayojakarta.com dari djkn.kemenkeu.go.id pada Selasa (12/3/2024), Nutrisionis Rita Ramayulis mengungkapkan ada beberapa kebutuhan gizi saat sahur yang harus dikonsumsi agar dapat beraktivitas secara produktif saat puasa, yaitu:
- Makanan pokok lebih sedikit
Saat puasa, tubuh juga tidak akan menggunakan energi yang berlebih.
- Protein lebih tinggi
Protein digunakan untuk menjaga massa otot dan meregulasi berbagai reaksi kimia.
Protein ini bisa ditemukan pada daging sapi, ayam, telur, ikan atau kacang-kacangan.
Baca Juga: Ini 6 Tips Mengatasi Gangguan Kecemasan Psikosomatik dan Penyakit Asam Lambung saat Puasa
- Lemak tidak jenuh lebih tinggi namun lemak jenuh lebih sedikit
Hal ini untuk memberi rasa kenyang lebih lama dengan menjaga Kesehatan persendian, sel syaraf dan membran sel.
Lemak tidak jenuh berasal dari alpokat, minyak zaitun, ikan dan seafood.
- Cairan cukup
Cairan bisa bersumber dari air putih, kuah sayur, buah dan susu.
Ditujukan untuk menjaga tubuh selalu terhidrasi dengan baik saat puasa.
- Serat, vitamin, mineral dan antioksidan
Keempat hal di atas bersumber dari sayur, protein nabati dan buah yang dikonsumsi.
Ditujukan untuk memberi rasa kenyang dan segar lebih lama serta menjamin reaksi pembentukan energi berlangsung baik.***

Share this article
Berikut ini tips saat sahur agar aktivitaa tetap produktif selama puasa seharian hingga waktu berbuka.