AYOJAKARTACOM - Bullying atau perundungan adalah masalah klasik yang tak kunjung usai, terlebih lagi yang terjadi di kalangan pelajar.
Celakanya masih banyak pemangku kepentingan di sekolah yang menganggap bullying adalah keisengan dan candaan di antara siswa.
Kanal Youtube Mental Healing Indonesia yang dikutip AyoJakarta.com (18/3/2024) menyebutkan bahwa bullying memberikan dampak negatif yang panjang dan serius khususnya bagi korban.
Bullying menyebabkan korbannya terus-menerus hidup dalam ketakutan.
Bayangkan, betapa menyiksanya hidup dalam ketakutan yang permanen.
Ketakutan tersebut umumnya diasosiasikan bersama perasaan cemas, sedih, dan frustasi.
Korban bullying umumnya menunjukkan beberapa perilaku tertentu seperti kecemasan berlebihan terhadap performa akademik, perubahan perspektif dari positif ke negatif, penurunan fungsi sosial di keluar kelas, insomnia, menghindari sekolah. dan depresi.
Baca Juga: Pahami 4 Jenis Kontrak Ini Agar Kamu Tak Dibohongi Perusahaan
Dalam jangka pendek, perasaan-perasaan negatif tersebut korban kehilangan fokus pada masalah akademik, bahkan menghindari sekolah.
Dalam jangka panjang, perasaan-perasaan tadi bisa jadi terus bertumbuh seiring berjalannya waktu hingga dapat mendorong korban untuk melakukan bunuh diri, membunuh orang lain, atau kombinasi keduanya.
Di Amerika, misalnya, kasus penembakan di sekolah sebagian besar dilakukan oleh korban bullying.
Penembakan ini bukan hanya menyasar kepada pelaku bullying, tetapi juga kepada siswa lain dan guru yang dianggap korban bullying tidak peduli dengan kondisinya.
Agar hal ini tidak terjadi lagi, kita harus mulai membenahi kepedulian kepada sesama, baik kepada korban atau bahkan pelaku bullying.
Untuk mewujudkan hal tersebut, kita bisa memulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar kita dengan cara tidak melakukan segala bentuk bullying.
Kita juga bisa mencoba membantu korban dengan memberikan tempat yang aman untuk bercerita memberikan dukungan kepada korban.
Selain itu, kita juga bisa menemani korban melakukan konsultasi dengan tenaga kesehatan mental profesional untuk menangani trauma yang dialaminya.
Mari hentikan bullying dengan meningkatkan kepeduliannya kita kepada sesama.
***

Share this article
Korban bullying umumnya menunjukkan beberapa perilaku tertentu seperti kecemasan berlebihan terhadap performa akademik