AYOJAKARTA.COM – Tentunya, istilah déjà vu bukanlah sesuatu yang asing lagi di telingamu.
Dan tentunya, kamu pernah mengalami yang namanya déjà vu ini.
Ada suatu momen yang kamu alami, yang terasa sangat familiar, seolah-olah kamu pernah mengalami sebenarnya.
Para psikolog dan ahli saraf telah lama meneliti untuk menemukan apa yang menyebabkan seseorang mengalami déjà vu.
Dilansir ayojakarta.com dari The Minds Journal, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan déjà vu, yaitu:
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Wanita Elegan, Penampilan Terawat Salah Satunya
1. Lingkungan baru
Berada di lingkungan baru atau asing dapat meningkatkan kemungkinan mengalami déjà vu.
Otak kamu mungkin berusaha memahami situasi saat ini dengan memanfaatkan ingatan masa lalu yang memiliki kemiripan dengan situasi saat ini.
2. Kelelahan dan Stres
Kelelahan dan stres telah dikaitkan dengan peningkatan frekuensi kejadian déjà vu.
Kondisi ini dapat mengubah proses otak dalam merespon informasi yang masuk, sehingga meningkatkan kepekaan dan kemungkinan yang lebih besar untuk mengalami situasi yang sama.
3. Hiperaktivitas Saraf
Kondisi neurologis tertentu, seperti epilepsi, telah dikaitkan dengan peningkatan déjà vu.
Aktivitas listrik yang tidak normal pada otak dapat memicu episode déjà vu.
4. Penyimpangan Perhatian
Déjà vu dapat dipicu oleh penyimpangan perhatian sesaat.
Ketika perhatian kita melayang atau sejenak terlepas dari momen saat ini, mungkin ada gangguan sementara dalam persepsi kita tentang waktu dan kesinambungan pengalaman.
Kehilangan perhatian ini dapat menciptakan rasa keakraban ketika perhatian didapatkan kembali, yang mengarah ke persepsi déjà vu.
Baca Juga: 3 Tips Mudah Hadapi Overthinking, Yuk Lakukan Sekarang Juga!
5. Kemiripan dengan Pengalaman Masa Lalu
Déjà vu dapat dipicu oleh adanya elemen atau situasi yang memiliki kemiripan dengan pengalaman masa lalu.
Sebagai contoh, bertemu dengan seseorang yang memiliki kemiripan yang mencolok dengan seseorang yang pernah kamu kenal sebelumnya.
Atau mengunjungi tempat yang memiliki kemiripan dengan lokasi di masa lalu kamu dapat membangkitkan perasaan déjà vu.
Kemiripan ini bertindak sebagai isyarat yang memicu pengambilan kembali ingatan terkait, yang berkontribusi pada pengalaman déjà vu, sesuai dengan psikologi déjà vu.
6. Keadaan Seperti Mimpi
Déjà vu dapat dipicu oleh pengalaman yang menyerupai karakteristik mimpi.
Mimpi seringkali melibatkan elemen-elemen yang tidak nyata atau membingungkan.
Ketika kita menemukan elemen-elemen yang sama dalam kehidupan kita yang terjaga, hal itu dapat membangkitkan rasa déjà vu.
Hal ini dapat terjadi ketika otak mencoba memahami tumpang tindih antara pengalaman seperti mimpi dan situasi dunia nyata, yang mengarah pada perasaan familiar.
7. Asosiasi Emosional
Emosi yang kuat atau asosiasi emosi tertentu dapat mengaktifkan memori emosional dan memicu rasa déjà vu.
Baca Juga: 3 Tips Mudah Hadapi Overthinking, Yuk Lakukan Sekarang Juga!
Konteks emosional berfungsi sebagai isyarat kuat yang menghubungkan pengalaman saat ini dengan masa lalu, menciptakan perasaan keakraban.
8. Kelelahan Mental
Kelelahan mental atau kelebihan beban kognitif dapat meningkatkan kemungkinan mengalami déjà vu.
Ketika sumber daya kognitif kita terkuras atau tegang, kemampuan otak untuk memproses dan mengintegrasikan informasi dapat terganggu.
Hal ini dapat menyebabkan perubahan persepsi tentang realitas dan peningkatan kerentanan terhadap pengalaman seperti déjà vu.
9. Efek Dasar
Efek dasar ini mengacu pada fenomena di mana paparan terhadap suatu rangsangan mempengaruhi respon kita terhadap rangsangan terkait berikutnya.
Déjà vu dapat dipicu oleh efek priming, dimana paparan terhadap siyarat atau informasi tertentu membuat otak kita menafsirkan pengalaman berikutnya sebagai sesuatu yang familiar.
Ini adalah jawaban atas apa yang memicu déjà vu.
10. Kurang Tidur
Kurang tidur atau pola tidur yang terganggu dapat menyebabkan terjadinya déjà vu.
Kurang tidur mempengaruhi berbagai proses kongnitif, termasuk perhatian, emori, dan persepsi.
Perubahan fungsi kognitif ini dapat meningkatkan kemungkinan mengalami déjà vu, dengan kemampuan otak untuk secara akurat memproses dan menafsirkan informasi yang masuk.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah dan Waktu Berbuka Puasa Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 26 Maret 2024
Dengan memahami berbagai faktor penyebab ini, kita lebih dapat memahami apa itu déjà vu.
Wawasan lebih lanjut tentang interaksi yang kompleks antara proses kognitif kita dan pengalaman subjektif kita tentang déjà vu.***
Share this article
Ini beberapa hal yang bisa menyebabkan kamu merasakan Deja Vu, mulai dari kelelahan mental, kurang tidur, hingga saraf yang hiperaktif.