AYOJAKARTA.COM - Move on, merupakan kata yang mungkin terdengar. Terutama ketika hidup sedang berada dalan suatu krisis yang membutuhkan perubahan.
Perubahan yang dimaksud dapat saya perpisahan dengan sosok penting dalam hidup.
Bisa juga kehilangan sesuatu yang berarti. Entah itu dalam percintaan, keluarga atau pekerjaan.
Ada beberapa tahap jika seseorang ingin move on.
Hal yang harus diketahui terlebih dahulu adalah, move on itu bukan sekedar melupakan atau memaksakan ingatan untuk hilang begitu saja.
Baca Juga: 11 Ciri Introvert saat Jatuh Cinta, Apakah Kamu Mengalami Salah Satunya?
Dilansir Ayojakarta.com dari Instagram @psikologid Senin 22 April 2024, move on lebih kepada mempersiapkan diri.
1. Fase Pertama, Denial
Berusaha menyangkal dan menolah perubahan. Kehilangan ataupun perpisahan yang terjadi.
Berpura-pura segala sesuatu akan baik-baik saja atau kembali seperti dulu lagi.
Contoh, menolak fakta kalau seseorang yang dicintai sudah meninggal dunia dan berpura-pura sosok tersebut masih ada.
Atau saat putus dengan pasangan, masih tidak menerima hal itu.
2. Fase kedua, Anger
Baca Juga: Punya Aura Berkelas! 4 Tanggal Lahir Ini Pembawa Keberkahan dalam Keluarga dan Punya Daya Tarik Kuat
Dalam upaya menolak kesedihan dan kehilangan, seseorang biasanya akan melampiaskan dalam bentuk amaran atau menyalahkan sesuatu yang lain.
Bisa jadi menyalahkan kejadian, benda atau bahkan diri sendiri.
Contoh, menyalahkan rumah sakit ketika orang terdekat divonis meninggal dunia atau tidak tertolong.
Menyalakan orang lain yang jadi penyebab putus dengan kekasih.
3. Fase Kedua, Bargaining
Pada tahap ini, seseorang akan berusaha untuk tawar menawar dengan perasaan yang dirasakan.
Baca Juga: 5 Fakta Psikologis tentang Sesuatu yang Dilakukan secara Berlebihan, Nomor 2 dan 3 Sering Terjadi
Berharap serta berandai-andai berbagai kemungkinan dan serangkaian kalimat di kepala.
Seperti "Seandainya, saja", "Coba, aja" dan yang lain.
Contoh, "Seandainya dapat pertolongan lebih cepat. Mungkin hari ini masih terselamatkan."
"Coba aja ada waktu lebih lama, pasti bisa mempertahankan hubungan."
4. Fase keempat, Depression
Depresi yang dimaksud di sini bukan gangguan kecemasan atau istilah klinis.
Melainkan keadaan seseorang yang mulai menyadari keterbatasan dan tidak bisa mengembalikan keadaan seperti dulu.
Baca Juga: 4 Jurusan Kuliah Teknik dengan Prospek Karir yang Menjanjikan, Masa Depan Auto Terjamin
Merasa tidak mampu, tidak sanggup.
Berbagi emosi dan pemikiran juga bisa muncul dalam fase ini.
Seperti tidak merasa beruntung, eksepsi, kehilangan minat pada gak yang disukai dan yang lain.
5. Fase Kelima, Acceptance
Fase penerimaan adalah moment dimana seseorang mulai menerima kejadian yang telah terjadi.
Baca Juga: Ini Karakter Orang yang Lahir di Hari Minggu, Apa Saja?
Menyadari kalau beberapa hal tidak akan kembali seperti dulu.
Tahapan ini dapat membuat seseorang bisa kembali menjalani dan melanjutkan hidup.
Sejumlah emosi juga akan diakui di tahap ini.
Kesedihan, kemarahan serta kehilangan yang dialami pada akhirnya dapat menimbulkan sebuah makna hidup baru.
Makna inilah yang akan membuat naik tingkat menuju satu kedewasaan yang baru.***

Share this article
Kamu merasa terperangkap masa lalu dan ingin move on? Ikuti 5 tahap untuk move on berikut agar kamu jadi lebih baik!