Tips Psikologi: Waspadai Jebakan Mental alias Bias Kognitif yang Biasa Digunakan Orang Jahat untuk Memperdayamu!

Ilustrasi Tes Psikologi
Ilustrasi Tes Psikologi

AYOJAKARTA.COM - Sebagai manusia, pengambilan keputusan kita sangat dipengaruhi oleh emosi. 

Celakanya, sebagian besar emosi ini dapat dimanfaatkan oleh orang-orang dengan niat jahat.

Bahkan ketika pemikiran kita tidak diliputi oleh emosi, kita tidak serasional yang kita yakini. 

Apa itu jebakan mental?

Baca Juga: Edukasi Psikologi: Mengapa Orang Baik Bisa Melakukan Perbuatan Buruk?

Psikolog telah mempelajari pola irasionalitas dalam kognisi kita dan menemukan apa yang disebut jebakan mental (dikenal sebagai bias kognitif dalam dunia akademis).

Jebakan mental adalah kesalahan sistematis dalam berpikir yang terjadi ketika orang memproses dan menafsirkan informasi dan mempengaruhi keputusan dan penilaian yang mereka buat.

Dipercaya secara luas bahwa jebakan mental berakar pada sejarah evolusi manusia. 

Biasa ini dianggap sebagai produk sampingan dari jalan pintas mental, yang dikenal sebagai heuristik, yang berevolusi untuk membantu nenek moyang kita membuat keputusan yang cepat dan efisien. 

Baca Juga: Pemilik Tanggal Lahir 5, 13, dan 22 Punya Segudang Kebaikan dalam Kepribadiannya

Seringkali dalam lingkungan di mana respon yang cepat berarti perbedaan antara hidup dan mati.

Banyak bias kognitif yang mungkin berkembang sebagai respons terhadap tantangan yang dihadapi nenek moyang kita dalam “lingkungan adaptasi evolusioner”. 

Istilah ini mengacu pada lingkungan di spesies tertentu beradaptasi.

Bagi manusia purba, lingkungan ini ditandai dengan kelangkaan sumber daya, bahaya fisik, dan perlunya kerja sama sosial.

Bias kognitif kemungkinan besar memberikan keuntungan tertentu dalam kelangsungan hidup dan reproduksi. 

Manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial, dan banyak bias kognitif mencerminkan sifat sosial ini. 

Baca Juga: 8 Rahasia Psikologis tentang Manusia yang Jarang Diketahui Orang

Bias seperti favoritisme dalam kelompok dan bias konformitas kemungkinan besar berkembang karena memfasilitasi kohesi dan kerja sama kelompok. 

Hal ini penting untuk kelangsungan hidup masyarakat pemburu-pengumpul.

Otak manusia, meskipun rumit, mempunyai keterbatasan dalam kekuatan pemrosesan. 

Heuristik dan bias memungkinkan pengambilan keputusan lebih cepat dengan menyederhanakan informasi yang kompleks, meskipun hal ini terkadang dapat menyebabkan kesalahan dalam penilaian.

Meskipun bias-bias ini bermanfaat dalam lingkungan prasejarah, bias-bias ini kurang cocok untuk masyarakat modern. 

Jalan pintas yang membantu nenek moyang kita bertahan hidup juga dapat menyebabkan kesalahan di dunia kita yang kompleks dan kaya informasi.

Baca Juga: 5 Tips Memilih Jurusan Kuliah dari Mendiang Steve Jobs, Ada yang Pernah Kamu Coba?

Jebakan mental bisa membuat kita berperilaku tidak rasional yang mudah disalahgunakan. 

Mari kita lihat beberapa jebakan mental dalam konteks keamanan siber.

Bias penahan

Bayangkan seorang hacker ingin menginfeksi jaringan kantor perusahaan dengan virus. 

Virus ini ada di flash drive dan jika ada yang memasukkan drive itu ke mesin mereka, virus itu akan menginstal sendiri dan menginfeksi seluruh jaringan.

Tujuan hacker adalah memaksa siapapun memasukkan flash drive ke komputer manapun. 

Namun sebagai argumen, katakanlah kantor ini terlindungi dengan cukup baik dan tidak ada cara mudah untuk mengaksesnya secara fisik.

Baca Juga: Hati-hati! Ini 5 Tanda Kamu Sedang Menjadi Korban Gaslighting dari Seseorang

Apa yang bisa dilakukan hacker?

Dia mendekati petugas keamanan dan melihat komputer di meja petugas. 

Hacker berpura-pura menjadi karyawan yang perlu mengakses kantor karena dia lupa mengirimkan email yang sangat penting dari komputernya.

Petugas keamanan meminta beberapa tanda pengenal dan izin kantor, dan hacker bertindak seolah-olah dia lupa, berpura-pura sedih dan frustrasi. 

Dia mengatakan dia pasti akan dipecat jika laporannya tidak dikirim tepat waktu, dan meminta akses “sekali ini saja”. Namun lagi-lagi petugas keamanan mengatakan tidak.

Saatnya untuk pendekatan lain. Bagaimana jika petugas keamanan dapat membantu mengirimkan laporan dari komputernya. 

hacker menyalin data dari laptopnya ke usb flash drive, dan memohon kebaikan hatinya untuk mengirimkan laporan melalui email.

Baca Juga: 7 Fakta Psikologi tentang Kebiasaan Sehari-hari dan Perasaan, Orang yang Menangis karena Hal Kecil Artinya Begini

Petugas keamanan terlihat termenung. Tapi kenapa?

Mengapa dia lebih menerima taktik kedua ini?

Ya, permintaan ini tampaknya relatif kecil dibandingkan permintaan pertama. 

Orang malang ini mungkin adalah karyawan sejati dan dia terlihat sangat putus asa. 

Dia bahkan tidak lagi meminta akses fisik ke kantor.

Ini adalah betapa mudahnya seluruh jaringan suatu organisasi dapat terinfeksi.

Taktik ini adalah contoh cerdas dari bias penahan. 

Hal ini menciptakan konteks di mana pengambilan keputusan petugas keamanan dipengaruhi oleh permintaan awal yang lebih ekstrim. 

Jadi, permintaan lebih kecil berikutnya tampaknya tidak berbahaya jika dibandingkan permintaan pertama.

Baca Juga: KPM Full Senyum! SP2D BLT Rp600 Ribu Turun, Bansos Tambahan Rp500 Ribu Masuk Rekening Mulai Hari Ini

Bias penahan hanyalah satu dari sekian jebakan mental yang sering digunakan oleh orang-orang jahat.

Masih banyak bias-bias lain yang perlu kamu pelajari agar tidak terjebak ke dalam perangkap yang dibuat oleh orang-orang jahat di sekitarmu.

***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.