AYOJAKARTA.COM - Seringkali kita gagal mengetahui apa yang sebenarnya dipikirkan, dirasakan, dan diketahui orang-orang di sekitar kita.
Untuk mengetahui apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain, kita harus belajar bagaimana mengajukan pertanyaan yang tepat, dengan cara yang benar.
Dilansir dari Psychology Today, ketika kita tidak mengetahui apa yang sebenarnya dipikirkan, dirasakan, dan diketahui oleh orang-orang, kita membuat keputusan yang buruk.
Baca Juga: 4 Kepribadian Seseorang Yang Suka Warna Merah, Salah Satunya Adalah Berambisi!
Kita terjebak dalam dinamika yang membuat frustrasi, dan kehilangan peluang untuk belajar dan terhubung.
Berikut adalah pendekatan lima langkah untuk menemukan apa yang sebenarnya dipikirkan dan dirasakan orang-orang di sekitarmu.
1. Pilih keingintahuan
Masing-masing dari kita terus-menerus menceritakan kisah-kisah tentang kehidupan kita sendiri dan orang-orang di dalamnya kepada diri kita sendiri.
Kita terjebak dalam penghakiman, kebencian, dan kecemasan, begitu yakin dengan sudut pandang kita sendiri sehingga kita tidak penasaran dengan apa yang mungkin tidak kita lihat.
Baca Juga: PNM Excellence Award, Bukti Nyata Apresiasi PNM untuk Karyawan dan Unit Kerja Terbaik
Memilih rasa ingin tahu adalah tentang keluar dari lingkaran kepastian ini.
Cobalah memasukkan lebih banyak rasa ingin tahu ke dalam pemikiran kamu.
Informasi apa tentang orang atau situasi ini yang mungkin kamu lewatkan?
Tantangan apa yang mungkin dihadapi orang lain yang tidak dapat kamu lihat?
2. Jadikan aman
Penelitian dari Harvard Business School Amy Edmondson menunjukkan bahwa agar orang dapat bersuara, mereka perlu merasa aman secara psikologis saat melakukannya.
Dengan kata lain, mereka harus benar-benar yakin bahwa kamu tidak akan menghakimi, mempermalukan, atau menghukum mereka karena berbagi secara terbuka denganmu.
Hal ini penting jika kamu berinteraksi dengan berbagai perbedaan, seperti usia, ras, atau jenis kelamin, yang semuanya dapat meningkatkan risiko dalam berbicara terus terang.
3. Ajukan pertanyaan berkualitas
Kebanyakan orang dewasa mengajukan pertanyaan jauh lebih sedikit dari yang seharusnya.
Pertanyaan yang mereka ajukan sering kali dimotivasi oleh keinginan selain belajar dan memahami.
Pertanyaan ya/tidak (“Apakah kamu setuju?”) atau pertanyaan yang membuat orang bersikap defensif (“Apa yang kamu pikirkan?”) tidak menghasilkan informasi berharga apa pun.
Sebaliknya, pertanyaan berkualitas membantu kamu mempelajari sesuatu dari orang lain.
Mereka menandakan keingintahuan sejati, yang mencerminkan niat tulus untuk belajar dari dan memahami orang lain.
Pertanyaan berkualitas memanfaatkan cerira orang lain untuk memunculkan makna, alasan, emosi, dan pengalaman yang mendasarinya.
4. Dengarkan untuk belajar
Cara kita mendengarkan menentukan seberapa banyak kita belajar dan seberapa dalam kita terhubung.
Penelitian menunjukkan bahwa kita hanya mendengar (dan mengingat) sebagian dari apa yang dikatakan orang kepada kita.
Setiap kali kamu mendengar orang lain berbicara, tanyakan pada dirimu: apa yang dapat saya pelajari dari orang ini?
Satu-satunya tujuan kamu adalah memahami apa yang orang lain coba bagikan kepadamu.
Baca Juga: PNM Excellence Award, Bukti Nyata Apresiasi PNM untuk Karyawan dan Unit Kerja Terbaik
5. Renungkan dan hubungkan kembali
Terakhir, kamu harus memproses apa yang kamu dengar dengan cara yang benar-benar memungkinkan kamu untuk belajar dan berkembang darinya.
Untuk melakukan hal ini, tanyakan pada diri kamu tiga pertanyaan berikut:
Bagaimana apa yang saya dengar dapat mengubah cerita saya tentang situasi tersebut?
Berdasarkan apa yang saya dengar, langkah tindakan apa yang dapat saya ambil?
Bagaimana apa yang saya dengar mungkin menantang pandangan dunia, asumsi, atau cara hidup saya yang lebih dalam?
Setelah kamu melakukan refleksi, bagikan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang kamu rencanakan selanjutnya.
Langkah terakhir ini sangat menentukan masa depan koneksi kamu dengan orang tersebut.
***

Share this article
Seringkali kita gagal mengetahui apa yang sebenarnya dipikirkan, dirasakan, dan diketahui orang-orang di sekitar kita.