AYOJAKARTA.COM - Hubungan beracun atau Toxic Relationship merupakan salah satu dampak yang timbul akibat memiliki pasangan manipulatif.
Menjalin hubungan dengan pasangan manipulatif, selain berdampak bagi kesehatan mental juga sangat mempengaruhi kestabilan finansial serta merusak kehidupan sosial.
Dalam ikatan relasi positif akan terwujud iklim konstruktif, sementara menjalin hubungan dengan pasangan manipulatif lebih membawa banyak destruktif yang negatif.
Seseorang yang terlibat dengan pasangan manipulatif, akan sulit berkembang secara personal, emosional, intelektual bahkan spiritual.
Mengingat potensi bahaya yang dapat ditimbulkan, penting bagi setiap individu mengenali ciri-ciri dari pasangan manipulatif.
Ciri pertama dari pasangan manipulatif adalah penerapan metode Gaslighting atau kondisi pengabaian perasaan atau larangan untuk mengekspresikan diri.
Baca Juga: 6 PTN dengan Kuota Jalur Mandiri Terbanyak, UI Buka Kuota Hingga 50% Daya Tampung
Tujuan Gaslighting yang dilakukan oleh individu manipulator, selain untuk mengabaikan perasaan, juga mengkerdilkan sifat asertif seseorang.
Ciri kedua dari pasangan manipulatif adalah adanya perilaku Pasif-Agresif, atau kondisi pasangan tidak memberikan suatu kejelasan secara rinci dan menyeluruh.
Perilaku pasif-agresif selain bertujuan mengaburkan kenyataan atau kondisi faktual, juga sebagai upaya untuk bisa terus mendapatkan kendali dari pasangan.
Ciri selanjutnya dari hubungan yang manipulatif adalah perilaku sering berbohong dan melemparkan kesalahan pada pasangan agar bersedia menuruti keinginan pribadinya.
Baca Juga: KPM Full Senyum! Bansos Sebesar Rp400 Ribu Alokasi Juli-Agustus 2024 Sudah SP2D, Cair Besok?
Perilaku sering berbohong dan memutar balikan fakta, oleh pasangan manipulatif biasa diterapkan untuk menghindari tanggung jawab.
Dalam menerapkan perilaku berbohong dan menuduh, pasangan manipulatif akan menggunakan rasa bersalah pasangan sebagai senjata utama.
Semakin besar rasa peduli dan sayang dari para korban, maka rasa bersalah tersebut akan terus dimanfaatkan menjadi celah untuk melakukan tindakan manipulatif.
Intensitas dan nilai paksaan dari pasangan manipulatif, akan meningkat menjadi ancaman baik yang bersifat psikis maupun fisik.
Pola atau kebiasaan melakukan ancaman yang merupakan ciri pasangan manipulatif, tidak jarang dilakukan dengan merusak hubungan atau keinginan melukai diri sendiri.
Ciri kelima dari pasangan manipulatif adalah adanya kebiasaan menarik diri atau hilangnya ikatan emosional dengan korban.
Penerapan menarik diri yang dilakukan oleh pasangan manipulatif, selain sebagai bentuk hukuman juga merupakan paksaan untuk menuruti keinginan.
Dengan sengaja mendiamkan atau mengabaikan pasangan, maka keinginan pribadi atau kebutuhan yang tidak diketahui oleh korban akan dikabulkan.
Baca Juga: Nama Anda Bisa Dicoret! Ini 15 Golongan yang Kehilangan Bantuan PKH dan BPNT Juli 2024
Karena menyerupai template, menjalin hubungan dengan pasangan manipulatif dapat diketahui dari kesamaan pola atau tanggapan saat menemui permasalahan.
Individu beracun yang sangat egois dan nir empati memiliki keyakinan bahwa dirinya selalu benar, sehingga tidak mampu mengintrospeksi dan merefleksikan kesalahan diri.

Share this article
Ternyata dalam menjalin hubungan dengan pasangan manipulatif akan lebih membawa banyak destruktif yang negatif.