AYOJAKARTA.COM - Ditetapkan sebagai kondisi darurat global oleh WHO, potensi penyebaran virus Mpox di Indonesia perlu menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat.
Meski penularan dan tingkat mortalitas akibat virus Mpox relatif lebih mudah dikenali dan dikendalikan, namun bukan berarti publik bertindak mengabaikan.
Pertama kali berasal dari penyakit cacar pada Monyet dan binatang pengerat, dalam perkembangannya virus Mpox mengalami perubahan terkait cara penularan.
“Kita tidak bisa lengah, harus waspada terutama karena pada tahun 2022 oleh WHO virus Mpox ini harus diperhatikan karena 116 negara sudah kena,” ujar dr. Indah Purnamasari, Sp.DVE., M. Ked.Klin, dikutip dari kanal YouTube Rumah Sakit Islam pada Jumat, 13 September 2024.
Pernyataan terkait pentingnya mewaspadai penularan virus Mpox diungkapkan oleh dr. Indah dalam sebuah siniar Medical Podcast.
Virus Mpox menurut dr. Indah pada awalnya merupakan fenomena zoonosis yang gejalanya mirip dengan Cacar Air, namun dengan tingkat mortalitas lebih rendah.
Berbeda dengan dengan Corona Virus yang proses penularannya relatif sangat mudah, virus Mpox cenderung membutuhkan kontak erat.
“Walaupun awalnya dari hewan, penularannya itu bisa karena kontak langsung, tidak langsung, juga plasenta pada bayinya,” jelas dr. Indah.
Bersentuhan langsung dengan hewan yang sudah terinfeksi virus Mpox seperti monyet, tupai, atau kelinci, atau barang terkontaminasi dapat menularkan penyebaran.
Selain karena bersentuhan antara kulit baik hewan atau manusia, kontak langsung dengan barang-barang terkontaminasi juga berpotensi ikut menularkan.
Baca Juga: Waspada Mpox! Ini Kelompok Khusus yang Rentan Terinfeksi Virus Cacar Monyet
Sementara untuk proses penularan tidak langsung, menurut dr. Indah dapat disebabkan melalui percikan air liur atau droplet.
“Berbeda dengan Covid yang dari jauh sudah bisa kena, pada Mpox penularannya harus secara dekat dan erat dan berulang,” jelas dr. Indah.
Di samping kontak langsung dan tidak langsung, proses penularan virus Mpox menurut dr. Indah juga bisa ditularkan pada ibu hamil kepada bayinya.
Bukan saja karena faktor kehamilan, proses menyusui ibu kepada bayi juga dapat menjadi salah satu proses penularan virus Mpox.
Seseorang yang bergejala terinfeksi virus Mpox, menurut dr. Indah memiliki ciri-ciri hampir menyerupai pada penderita cacar air.
“Diawali dengan prodromal atau gejala awal, erupsi kulit, kemudian masa penyembuhan,” jelas dr. Indah.
Adapun durasi waktu yang dibutuhkan oleh seseorang hingga gejala terlihat jelas, membutuhkan waktu antara 5 hingga 21 hari.
Selain terjadi demam, pegal, nyeri, dan timbul bercak ruam merah pada bagian wajah dan tubuh, orang terinfeksi virus Mpox juga akan mengalami penggelembungan pada kulit.
“Biasanya pada Mpox itu ruam kulitnya muncul serentak,” pungkas dr. Indah.***

Share this article
Berbeda dengan dengan Corona Virus yang proses penularannya relatif sangat mudah, virus Mpox cenderung membutuhkan kontak erat.