AYOJAKARTA.COM - Pasca Covid, masyarakat di berbagai negara kembali dihebohkan oleh kabar merebaknya Human Metapneumovirus atau HMPV di negara Cina.
Terlebih, dengan unggahan video suasana rumah sakit di Cina akibat pasien penyakit HMPV.
Kekhawatiran masyarakat dari berbagai negara terkait dampak dan potensi bahaya HMPV di Cina kemudian menyebar hingga sampai ke Indonesia.
Baca Juga: Pencairan Bansos 2025: 5 Bantuan Sosial di Tahun 2025 Siap Disalurkan ke KPM
Dapat memicu infeksi saluran pernafasan, HMPV memiliki gejala sebagaimana lazimnya flu serta batuk dan disebut-sebut dapat menyebabkan demam tinggi hingga Bronkitis.
Menyikapi kekhawatiran yang datang dari masyarakat dunia, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengklaim telah berhasil mengatasi dampak virus HMPV.
Selain memprioritaskan kesehatan bagi warganya, Pemerintah Tiongkok juga menegaskan pentingnya kesehatan bagi masyarakat dunia.
“Apa yang dapat saya sampaikan kepada Anda adalah bahwa perjalanan ke Tiongkok aman,” ungkap Mao Ning selaku Jubir Kementerian Luar Negeri.
Disamping tidak memberlakukan larangan kunjungan bepergian, pemerintah Cina juga terus melakukan upaya pencegahan dan pengawasan secara ketat.
Sehubungan dengan kabar merebaknya virus HMPV yang terjadi di Cina, Pakar Epidemiolog dari Universitas Airlangga memberikan tanggapan.
Baca Juga: Waspada! Indonesia Berada dalam Bahaya Gempa Megathrust, BMKG Lakukan Mitigasi Bencana!
Menurut Profesor Windhu Purnomo, HMPV merupakan jenis virus lawas yang sempat menghebohkan Belanda pada 2001 dan Amerika Serikat pada 2016.
Meski tergolong sebagai varian lain dari jenis virus yang biasa terdapat pada unggas namun bukan dalam kategori Flu Burung, HMPV masih kerabat dengan AMPV.
Banyak menjangkit di wilayah-wilayah negara dengan suhu cenderung dingin atau empat musim, HMPV tidak menutup kemungkinan menjangkit wilayah tropis.
“Biasanya virus ini muncul di musim dingin atau semi, tapi bukan berarti negara tropis seperti kita itu bebas,” ungkap Windhu Purnomo.
Lebih lanjut Windhu menegaskan, meski mortalitasnya relatif lebih ringan HMPV memiliki gejala yang sangat mirip dengan Covid.
Namun demikian, Windhu menegaskan virus HMPV justru dapat membahayakan bagi anak bayi baru lahir serta lansia dengan kondisi fisik lemah atau memiliki komorbid.
Baca Juga: Bulan Depan Pendaftaran SNBP 2025! Berikut Top 5 Jurusan Terketat di IPB pada SNBP Tahun Lalu
Terkait dengan potensi merebaknya kasus HMPV di Indonesia, Jubir Kementerian Kesehatan memberi pernyataan.
Berdasarkan pada laporan kesehatan yang dimiliki, Widyawati menyebut penyebaran virus HMPV hingga saat ini hanya terjadi di Tiongkok.
Meski kasus sejenis belum ditemukan di wilayah Indonesia, Kemenkes memastikan terus melakukan pengamatan serta pelaporan secara umum.
“Imbauan dari pemerintah untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat serta tidak perlu panik dan tetap waspada,” ungkap Jubir Kemenkes. ***

Share this article
Dapat memicu infeksi saluran pernafasan, HMPV memiliki gejala sebagaimana lazimnya flu serta batuk dan disebut-sebut dapat menyebabkan demam