AYOJAKARTA.COM -- Perseteruan selebgram Tasyi Athasyia dengan eks karyawannya hingga kini diketahui belum juga usai.
Tasyi Athasyia kini harus rela dilaporkan oleh eks karyawannya, Putri atas adanya dugaan ancaman kekerasan yang diterimanya.
Putri yang pernah bekerja dengan Tasyi Athasyia itu mengaku didatangi orang suruhan sang selebgram guna menandatangani surat pernyataan damai.
Baca Juga: Makin Ruwet! Tasyi Athasyia Dilaporkan Eks Karyawan Atas Dugaan Ancaman dan Kekerasan
Kedatangan orang suruhan itu terjadi sebelum Putri resmi melaporkan Tasyi Athasyia ke pihak berwajib.
Menurut Putri, orang suruhan Tasyi tersebut memaksanya untuk menandatangani surat pernyataan damai yang menerangkan bahwa masalah ini sudah selesai.
Hal itu disampaikan kuasa hukum dari Putri, Marloncius Sihaloho yang telah memberikan laporan resmi di Mapolda Metro Jaya.
"Mereka memaksa untuk tanda tangan mantan karyawan bahwa masalah ini sudah selesai," ujar Marloncius seperti dikutip dari Suara.com, Kamis (22/6/2023).
Dalam surat pernyataan tersebut yang diberikan, terdapat keterangan yang meminta Putri agar tidak membenarkan pengakuan mantan karyawan lain perihal pengalaman yang tidak menyenangkan saat bekerja bersama Tasyi.
Dan bahkan apabila Putri tidak mau menandatangani surat pernyataan tersebut, Tasyi mengancam akan melaporkannya ke polisi.
"Kami diancam dilaporkan juga ke polisi," kata Putri.
Putri yang merasa terganggu dengan kedatangan orang-orang suruhan Tasyi yang kadang datang hingga tengah malam akhirnya memberanikan diri melaporkan sang selebgram ke pihak kepolisian.
Dari laporan Putri, Tasyi diduga melanggar Pasal 335 KUHP terkait dugaan pengancaman dengan kekerasan.
"Diduga terkait pasal 335 ya pengancaman dengan kekerasan artinya ada pelapornya bernama Putri, salah satu eks tim selebgram tersebut," kata Marloncius.
Laporan ini juga dilakukan Putri demi mewakili para karyawan Tasyi yang lain dan agar sang selebgram tersebut berani untuk mengakui kesalahannya secara langsung.
Kasus perseteruan Tasyi dengan mantan karyawannya ini berawal dari pembayaran gaji yang telah da dikeluhkan oleh Putri.
Tak hanya telat, bahkan gaji para karyawan juga ditahan selama satu bulan lamanya.
Rupanya bukan cuma gaji yang menjadi permasalahan, sikap dan perilaku Tasyi juga disebut tak memanusiakan manusia.
Tasyi didiuga memperlakukan para karyawannya dengan perilaku yang buruk.
Dari hal ini, pihak Putri menginginkan Tasyi secara langsung berani mengakui kesalahan yang telah diperbuatnya kepada para karyawan yang pernah bekerja untuknya.
"Intinya memanusiakan manusia lah," ujar Marloncius Sihaloho.***(Rosandra Gisca Andyna)

Share this article
Tasyi Athasyia kini harus rela dilaporkan oleh eks karyawannya, Putri atas adanya dugaan ancaman kekerasan yang diterimanya.