8 Perilaku Toxic yang Dianggap Normal dalam Hubungan, Sebelum Terjerat Kenali Tanda-tandanya

Ilustrasi tanda dari perilaku toxic yang dianggap normal
Ilustrasi tanda dari perilaku toxic yang dianggap normal

AYOJAKARTA.COM -- Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita kerap menjumpai orang-orang yang mengeluarkan energi racun alias toxic. Tetapi apakah kita semua menyadari apa yang dimaksud dengan hubungan toxic?

Karakteristik dasar orang memberi kita tanda atau gambaran yang jelas tentang mereka. Sisanya ada di pundak kita untuk menilai sendiri apa yang benar untuk kita dan apa yang tidak.

Ada banyak perilaku toxic yang dianggap cukup normal. Akhirnya kebiasaan ini dinormalisasi dengan memberikan penjelasan yang tidak perlu terhadap perilaku yang tidak diinginkan tersebut.

Baca Juga: Daftar Sekolah Kedinasan yang Sepi Peminat, Berpeluang untuk Lolos!

Dikutip Ayojakarta.com dari The Times of India, mari kita kenali tanda-tanda dari perilaku toxic yang dianggap normal.

1. Komunikasi berisiko

Hubungan dibangun di atas hal-hal kecil yang meliputi komunikasi dasar. Ketika rangkaian komunikasi itu berisiko terputus setiap kali Anda mencoba berkomunikasi atau sangat sulit untuk mendiskusikan apa pun dengan pasangan Anda, sobat, Anda mungkin berurusan dengan manusia toxic.

Masalah komunikasi yang buruk atau miskomunikasi tidak bisa diabaikan begitu saja dan diberi nama bad mood, jadwal kerja yang padat atau penjelasan lainnya. Amati dan pelajari kapan harus keluar dari situasi toxic tersebut.

2. Merasa tersesat

Dalam suatu hubungan, penting untuk secara bersamaan fokus pada diri sendiri. Ketika Anda merasa seperti tersesat, atau tidak memiliki apa pun untuk ditawarkan kepada diri sendiri.

Baca Juga: 8 Formasi CPNS Sepi Peminat Bahkan Ada yang 0 Pendaftar, Dijamin Peluang Lolos Besar, Apa Saja?

Anda terlalu fokus pada pasangan Anda atau lebih tepatnya, mereka selalu berhasil menempatkan kebutuhan dan keinginan mereka di atas kebutuhan dan keinginan Anda. Awas, hal ini mungkin merupakan tanda bahwa mereka tidak terlalu tertarik pada Anda dan kesuksesan pribadi Anda dalam hidup.

3. Penghakiman

Perasaan dihakimi oleh orang yang begitu dekat denganmu adalah perasaan terburuk yang bisa dirasakan seseorang.

Ketika seseorang takut menunjukkan jati dirinya, hal itu mungkin disebabkan oleh rasa takut dihakimi dan mereka cenderung menghindarinya daripada menyelesaikan atau menghadapinya.

Catat, tidak pernah baik untuk berubah demi orang yang tidak menghargai diri Anda yang sebenarnya.

Baca Juga: 10 Jurusan Kuliah Sepi Peminat di Universitas Negeri Jakarta alias UNJ, Calon Mahasiswa Baru Yuk Simak Dulu!

4. Kurangnya empati

Kurangnya empati dalam hubungan apa pun mengakibatkan pengabaian perasaan seseorang. Untuk menyesuaikan diri dengan posisi seseorang dan memahami sudut pandang orang tersebut adalah hal yang sulit. Salah satunya, ketika seseorang tidak mau memahami sudut pandang Anda dan alasan kesedihan atau kegembiraan Anda tentang hal kecil, berarti kurangnya empati.

Jangan pernah menyembunyikannya dengan nama "Mereka seperti ini", tidak pernah dapat diterima bahkan untuk tidak mencoba memahami apa yang sedang dialami seseorang.

5.​Kecemburuan

Kecemburuan adalah emosi yang umum. Anda merasa cemburu ketika ada ancaman terhadap hubungan Anda. Namun, masalah muncul ketika kecemburuan berubah menjadi perubahan perilaku yang tidak rasional.

Perubahan tertentu dalam perilaku yang menghasilkan perilaku kontrol atau manipulatif tidak diperbolehkan. Sebelum perasaan terjebak atau mati lemas muncul, kenali tanda-tandanya dan periksa.

Baca Juga: 11 Formasi CPNS 2023 untuk Lulusan S1 Semua Jurusan, Segera Persiapkan Dirimu!

6. Membatasi Anda

Ketika Anda dibatasi oleh pasangan Anda, dalam arti perilaku Anda di depan umum dikendalikan, pertemanan Anda dengan orang lain dibatasi, Anda tidak “diizinkan” melakukan hal-hal tertentu oleh pasangan Anda, bisa jadi itu akibat dari dia adalah maniak pengendali.

​7. Penuh konflik

Ketika Anda terus-menerus berkonflik dengan pasangan Anda, bahkan pada hal-hal kecil yang menyedihkan.

Ketika Anda mengamati bahwa satu-satunya solusi yang Anda temukan adalah lebih banyak konflik dan pertengkaran adalah titik di mana Anda perlu menyadari bahwa ungkapan “dengan cinta datanglah perkelahian” tidak sepenuhnya benar.

8. terlalu menyimpulkan

Seharusnya tidak ada ruang untuk menerima segala jenis toksisitas dan pada tingkat apa pun. Bahkan saat menjalin hubungan, Anda tidak boleh berhenti berfokus pada diri sendiri.

Baca Juga: Segini Perkiraan Rincian Biaya Kuliah Kedokteran UI dan UGM Sampai Lulus, Tertarik Daftar?

Cobalah untuk memahami orang tersebut sebelum membiarkan diri Anda mengikuti arus. Tidak apa-apa untuk baik-baik saja dengan toksisitas. Sementara perilaku toxic ini tidak baik untuk kesehatan fisik hingga mental.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# perilaku toxic
# normal
# normal
# hubungan
# tanda

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.