9 Tradisi Masyarakat Jawa Peringati Malam 1 Suro, Mulai Tapa Bisu hingga Kungkum

Tradisi Unik di Indonesia Sambut Tahun Baru Islam 2022 1 Muharram 1444 H, Salah Satunya Ruwat Keris Pusaka
Tradisi Unik di Indonesia Sambut Tahun Baru Islam 2022 1 Muharram 1444 H, Salah Satunya Ruwat Keris Pusaka

AYOJAKARTA.COM--Malam 1 Suro merupakan malam yang diyakini oleh sebagian masyarakat besar di Jawa sebagai malam yang mistis.

Pelaksanaan tradisi Malam 1 Suro 2022 akan dilakukan pada malam sebelumnya yaitu pada pasaran Jumat Legi. Ritual-ritual Jawa hingga saat ini pun masih berlaku karena mitos-mitos mistis yang beredar. Sehingga masih banyak yang mempercayai mitos yang ada.

Baca Juga: Link Nonton Film Malam Satu Suro Suzanna, Cinta Beda Alam

Pada malam 1 Suro selain banyak mitos yang dipercayai, larangan dan juga pantangan Malam 1 Suro masih berlaku hingga saat ini. Sebagian besar orang percaya, dan takut terkena sial saat melanggar pantangan-pantangan tersebut.

Malam 1 Suro dianggap sangat istimewa dalam kepercayaan Kejawen karena bulan ini dipercayai sebagai bulan kelahiran huruf Jawa.

Dalam buku misteri bulan suro perspektif Islam dijelaskan penganut Kejawen percaya bahwa bulan tersebut merupakan bulan kedatangan Aji Saka ke Pulau Jawa dan kemudian membebaskan rakyat Jawa dari cengkeraman makhluk gaib.

Baca Juga: 10 Tradisi Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram di Indonesia, Pawai Obor hingga Mabit di Masjid

Ada beberapa tradisi pada Malam 1 Suro ini yang dilakukan masyarakat Jawa, yakni:

  1. Tapa bisu

Tapa bisu adalah tradisi yang dilakukan oleh abdi dalem Keraton Yogyakarta yang digelar setiap Malam 1 Suro, sesuai penanggalan kalender Jawa.

Tapa bisu dilakukan dengan berjalan kaki mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta di Malam 1 Suro tanpa berbicara. Tradisi mubeng beteng (keliling benteng) tanpa berbicara ini diprakarsai oleh Sultan Agung, Raja Mataram Islam pertama yang juga mencetuskan sistem penanggalan Jawa.

Dahulu kala, ritual ini dilakukan oleh para prajurit Keraton. Tidak sekadar tradisi, tapi kegiatan tersebut juga dalam rangka mengamankan lingkungan Keraton karena saat itu belum ada benteng yang mengitari lingkungan Keraton.

Sebagai tradisi, mubeng beteng tidak mengalami perubahan sejak pertama kali dilakukan. Ritual tersebut memutar dimulai dari sisi kiri atau barat Keraton, arah ini sesuai falsafah Jawa. Kiri dalam bahasa Jawa berarti kiwo, yang berarti tujuan mubeng beteng adalah ngiwake atau membuang hal-hal buruk.

Baca Juga: Ketahui 1 Muharram dan Keistimewannya, Lekat Peristiwa Bersejarah Islam!

  1. Naik ke Puncak Gunung Lawu di Jawa Timur

Pada Malam 1 Suro ribuan orang berbagai daerah naik ke puncak Gunung Lawu di Jawa Timur dengan berbagai tujuan. Salah satunya sebagai bentuk lelaku. Mereka berkeyakinan, dengan naik ke puncak Pringgodani dan melakukan topo broto (menyepi) di puncak keinginannya bisa terkabul. Ngalap berkah agar terkabul usahanya lancar, naik pangkat dan jika berhasil mereka akan mengadakan selamatan.

  1. Ngumbah Keris / Jamasan Pusaka

Jamasan pusaka atau ngumbah keris (mencuci keris) dilakukan dalam rangka merawat dan melestarikan warisan serta kenang-kenangan para leluhur yang merupa berbagai wujud. Pusaka merupakan hasil karya dalam bidang seni dan keterampilan yang diyakini mempunyai kesaktian. Jamasan pusaka dilakukan dengan memandikan pusaka dengan cairan tertentu.

Baca Juga: 3 Larangan Malam 1 Suro Menurut Kepercayaan Adat Jawa, Simak Baik-baik Ya

  1. Larung Sesaji

Larung sesaji merupakan ritual sedekah alam yang dilakukan dengan cara melarung berbagai bahan ke laut, gunung, atau tempat-tempat tertentu yang dianggap memiliki “kesakralan”. Secara makna spiritual, tradisi ini dianggap sebagai salah “kesadaran kosmos”, yaitu penghargaan manusia terhadap alam. Atau yang berarti ungkapan terima kasih kita kepada alam yang telah memberi manusia penghidupan

  1. Ruwatan

Ruwatan dalam arti yang sebenarnya berarti pembersihan dari semua kesalahan dan dosa yang dilakukan. Ritual ini berasal dari budaya kuno jaman Jawa kuno yaitu ritual pemurnian jiwa.

Ruwatan biasanya digelar secara masif dengan menggelar pertunjukan wayang kulit yang ceritanya sudah diatur khusus untuk pelaksanaan ruwat, seperti Baratayuda, Sudamala, dan Kunjarakarna. Kemudian diminum atau diperciki air dari sumur tertentu yang telah diberkati dengan doa oleh seorang kyai. Terakhir, potong sedikit rambut orang dan seremonial membuang rambut ke sungai.

Baca Juga: 3 Mitos Satu Suro yang Masih Banyak di Percaya oleh Kelompok Masyarakat, Jika Melakukan Akan Sial

Masyarakat Kejawen meyakini bahwa musibah dan bencana dapat ditolak dengan cara melakukan ritual tertentu di bulan Suro. Karena itulah kemudian dikenal beberapa tradisi malam satu suro seperti ruwatan untuk buang sial.

  1. Tirakatan

Tirakatan adalah menahan hawa nafsu (seperti berpuasa, berpantang) dan beberapa orang mengasingkan diri ke tempat yang sunyi seperti di gunung. Ada juga yang tidak tidur semalam suntuk dengan tuguran (perenungan diri sambil berdoa).

Ritual Tirakatan diisi dengan berbagai kegiatan menyendiri seperti wirid. Bagi seseorang yang masih memegang teguh tradisi Jawa, Ritual Malam 1 Suro yang satu ini wajib dilakukan.

  1. Kungkum

Kungkum adalah tradisi bersemedi sambil terendam air, biasanya di sungai atau danau. Ini dilakukan agar bisa introspeksi diri. Ada sebagian orang yang lebih memilih menyendiri di tempat yang sepi dan sejuk seperti sungai untuk mulai memikirkan kesalahan apa yang telah mereka lakukan selama ini, dan bagaimana menjalani hidup.

Baca Juga: Nonton KKN di Desa Penari Full Movie Pakai Google Drive Disney Plus 2022, Klik di Sini !

  1. Pawai Obor Malam 1 Suro

Pawai obor biasa diikuti berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa dan sesepuh di tempat tradisi itu digelar. Seperti namanya, pawai obor digelar dengan membawa obor dan berjalan mengelilingi lingkungan tempat mereka tinggal.

Pawai biasa dimulai selepas shalat Isya, mereka yang mengikuti pawai akan berkumpul di lapangan. Keriuhan rombongan pawai ini akan menarik perhatian warga yang menonton di pinggir jalan. Tidak hanya berpawai, warga juga menghias halaman rumah mereka untuk menyambut pergantian tahun ini.

  1. Kirab kebo bule

Keraton Surakarta Hadiningrat juga kerap melakukan ritual 1 Suro. Salah satu ritual yang terkenal di tempat ini adalah Kirab Kebo Bule. Sesuai dengan namanya, Kirab Kebo Bule melibatkan kerbau di dalamnya. Nantinya sejumlah kebo bule yang dipercaya keturunan Kyai Slamet akan berjalan sambil mengawal pusaka keraton. Tujuannya adalah memohon berkah dan keselamatan.

Baca Juga: Sinopsis Film Horror Ivanna, Cerita Berdasarkan Kisah Nyata Tentang Seorang Noni Belanda

Mengapa kerbau? Karena merupakan refleksi dari apa yang dilakukan oleh Paku Buwono II pada 1725, yang tengah mencari lokasi untuk keraton Surakarta yang baru. Ketika itu, ia melepaskan kebo-kebo bule, dan para abdi dalem keraton mengikuti kerbau tersebut hingga berhenti di lokasi Keraton Kasunanan Surakarta yang sekarang.

Di Indonesia, memang ada berbagai banyak cara yang dilakukan untuk memperingati 1 Muharam atau 1 Suro,  tradisi lainnya adalah Berdoa dan menyantuni anak yatim.  Keberagaman tradisi  itu merupakan kekayaan budaya  yang dimiliki Indonesia dan masih digenggam erat oleh masyarakat dalam memperingati Malam Satu Suro ini. Hanya saja, hal yang tak boleh dilewatkan pada Tahun Baru Islam atau 1 Muharram adalah mendekatkan diri kepada Tuhan dibanding percaya dengan mitos satu Suro.

 

 

 

 

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Tradisi
# tapa bisu
# Malam Satu Suro

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.