AYOJAKARTA.COM – Berikut adalah penjelasan mengenai makanan yang harus dihindari saat puasa Ramadhan beserta aturannya.
Bagi penderita maag mungkin pernah bertanya-tanya makanan apa saja yang harus dihindari saat menjalani ibadah puasa Ramadhan.
Puasa Ramadhan memang memberikan tantangan dan kecemasan tersendiri bagi penderita maag.
Terutama, ketika berpuasa perut akan kosong dalam waktu yang cukup lama sehingga bisa memicu asam lambung naik.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Carolus Jakarta, Dokter L. Aswin mengatakan bahwa penderita maag diperbolehkan makan apa saja saat berpuasa.
Dokter L. Aswin menyampaikan penderita maag diperbolehkan mengonsumsi apa saja asalkan kebutuhan gizinya seimbang.
“Makanan apa saja bisa untuk sahur, bisa untuk berbuka puasa, yang penting seimbang antara kebutuhan kalorinya, karbohidrat, lemak dan protein, ada lagi cairannya jangan lupa, kebutuhan cairan pada saat berpuasa, dan gula makanan yang manis,” kata Dokter L. Aswin dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Gue Sehat pada Kamis (16/2/2023).
Meski diperbolehkan mengkonsumsi makanan apapun, Dokter L. Aswin mengingatkan agar menghindari makanan yang bumbunya terlalu kencang.
Selain itu makanan asam, pedas, dan terlalu berminyak juga sebaiknya dihindari.
“Tapi kita sedikit menghindari makanan-makanan yang terlalu berbumbu ya, merangsang lambung. Terus asam, terlalu pedas, dan terlalu berlemak atau berminyak,” ujarnya.
Selain makanan, Dokter L. Aswin menyarankan penderita maag juga sebaiknya melakukan olahraga agar puasa berjalan lancar.
Ini karena selain menggerakan tubuh, dengan berolahraga penderita maag juga menggerakkan usus agar mencerna makanan lebih baik.
“Jadi seorang penderita maag itu juga perlu berolahraga, terutama sesaat sebelum berbuka puasa. Jadi dengan olahraga kita menggerakan tubuh kita sekaligus menggerakkan usus kita supaya mencerna makanan lebih baik, lebih cepat, jadi pengosongan lambungnya lebih cepat,” ungkapnya.
Dokter L. Aswin menuturkan apabila pengosongan lambung lebih cepat maka tidak akan ada makanan yang terkumpul di lambung.
Sehingga hal ini juga dapat mengurangi gejala-gejala asam lambung.
“Kalau pengosongan lambungnya lebih cepat maka tidak ada makanan yang terkumpul begitu lama di lambung, sehingga asam lambung itu tidak terlalu lama di lambung yang mencerna makanan tersebut pada waktu itu jadi bisa mengurangi gejala-gejala asam lambung,” tutupnya.***

Share this article
Berikut adalah penjelasan mengenai makanan yang harus dihindari saat puasa Ramadhan beserta aturannya.