AYOJAKARTA.COM - Apa itu puasa weton? Lantas bolehkan dalam Islam melakukan puasa weton?
Simak penjelasan lengkapnya pada artikel di bawah ini tentang apa itu puasa weton.
Apa itu puasa weton memang masih menjadi pertanyakan masyarakat awam.
Baca Juga: 3 Weton Pemilik Segel Cakra Terkuat, Aura Spritualnya Bikin Makhluk Halus Ketakutan
Namun, puasa weton ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat kejawen.
Sebagai umat Muslim, ibada puasa yang wajib diketahui adalah puasa Ramadan.
Namun, ternyata ada kepercayaan lain yang juga melakukan puasa yakni puasa weton.
Baca Juga: Kumpulan Weton yang Disebut Punya Perisai Gaib Menurut Primbon Jawa, Kamu Salah Satunya?
Apa itu puasa weton?
Puasa weton sendiri adalah puasa pada hari kelahiran. Pelaksanaan puasa weton ini sudah dipraktikkan masyarakat Kejawen zaman dahulu dan masih jadi tradisi hingga sekarang.
Namun, mengapa orang melakukannya? Apakah puasa weton ini ada dasar hukumnya dalam Islam?
Weton adalah hari lahir dengan pasarannya seperti Legi, Paing, Pon, Wage, Kliwon.
Sesuai namanya, puasa weton adalah salah satu jenis puasa dalam kepercayaan Kejawen yang dilakukan bertepatan dengan hari kelahiran sesuai kalender Jawa.
Semisal kamu lahir pada hari Jumat dengan pasaran Kliwon, maka kamu bisa berpuasa di hari Jumat Kliwon.
Baca Juga: 5 Weton Misterius yang Masuk Pada Kategori Angker Menurut Primbon Jawa
2. Jenis-jenis puasa weton
Dalam praktiknya, ternyata ada tiga jenis puasa weton yaitu sebagai berikut:
-. Puasa satu hari penuh
Baca Juga: Taukah Kamu? Weton Jumat Kliwon Terkuat Menurut Primbon Jawa. Ini Alasannya!
Pertama adalah berpuasa selama seharian penuh. Lebih tepatnya, puasa dimulai sehari sebelum hari kelahiran.
- Puasa tiga hari
Keduanya yaitu puasa selama tiga hari. Orang Kejawen biasa menyebut puasa kelahiran ini sebagai "puasa apit weton".
Baca Juga: 4 Weton Titisan Gatotkaca, Tahan Banting saat Bekerja dan Terus Berusaha Meski Gagal
Puasa dilakukan yakni mulai dari sehari sebelum sampai setelah hari kelahiran.
Bukan hanya apit weton, ada juga puasa ngebleng yang kamu diharuskan berpuasa selama tiga hari penuh tanpa makan dan minum.
Sehingga kamu hanya sekali sahur sebelum mulai berpuasa dan baru bisa berbuka setelah hari ketiga.
Baca Juga: 8 Weton Istimewa di Bulan Suro Ini Bakal Banjir Rezeki dan Kekayaan
Namun perlu diketahui, bahwa puasa terus-menerus tanpa berbuka selama dua hari atau lebih seperti ini (disebut puasa wishal) dilarang dalam Islam karena bisa mendatangkan bahaya, yakni melemahkan tubuh.
- Puasa tiga hari selama tujuh bulan berturut-turut
Puasa yang ketiga yaitu selama tujuh bulan berturut-turut. Puasa ni mengharuskanmu untuk disiplin berpuasa tiga hari selama tujuh bulan berturut-turut.
Baca Juga: Inilah Tanggal Lahir dan Weton Paling Banyak Rezeki di Bulan Agustus 2022, Cek Punya di Sini!
Adapun yang mempraktikkannya adalah orang yang punya hajat tujuh bulan ke depan ataupun jangka panjang.
Masyarakat Kejawen percaya jika puasa weton ini punya keutamaan paling besar dibanding yang lain.
Oleh sebab itu, setelah berhasil menyelesaikan puasa selama tujuh bulan berturut-turut, acara syukuran biasanya diadakan.
Baca Juga: Alasan 4 Weton Ini Dilarang ke Luar Rumah saat Malam Satu Suro. Hati-hati!
3. Manfaat puasa weton
Lantas apa sebenarnya manfaat dari puasa weton ini? Menurut kepercayaan masyarakat kejawen punya banyak manfaat dan keutamaan, yaitu:
- meningkatkan kesehatan dan kekuatan tubuh,
- membantu mental menjadi lebih kuat,
- meningkatkan mata batin atau kepekaan spiritual,
- mengubah diri menjadi pribadi yang penuh kasih sayang,
- dipercaya mampu menghindarkan diri dari berbagai macam kesialan,
- memudahkan urusan anak, dan
- membuat doa semakin cepat dikabulkan.
4. Niat dan tata cara puasa weton
Adapun tata cara puasa weton adalah sebagai berikut:
- Sahur dan berbuka puasa.
- Tidak makan dan minum sejak terbit hingga terbenamnya matahari.
- Untuk puasa penuh, maka tidak boleh makan dan minum selama 1x24 jam.
- Muslim yang puasa weton dianjurkan untuk mengerjakan salat dua rakaat sebelum subuh serta senantiasa menjaga wudu dan mengambilnya kembali apabila batal.
- Senantiasa bersyukur selama berpuasa.
- Berbuka dengan hidangan tujuh macam jajanan pasar dan bubur merah putih.
- Mandi kembang tujuh rupa setelah menyelesaikan puasa.
Baca Juga: 4 Pemilik Weton Ini Dilarang Keluar Rumah Saat Malam Satu Suro, Bahaya Mengintai!
Sedangkan untuk niat puasa weton sebagai berikut:
"Niat Ingsun pasa ing dina kelahiran tanpa mangan tanpa ngombe kangge (sebutkan hajat yang diinginkan) kerono Allah Ta'ala."
Artinya: "Aku niat berpuasa pada hari kelahiran untuk mendapatkan (sebutkan hajat yang diinginkan) karena Allah Ta'ala."
Perlu diketahui puasa weton ini tidak disyariatkan dalam ajaran Islam, pun dipraktikkan oleh Rasulullah SAW.
Bisa disimpulkan bahwa puasa ini adalah sebagai tradisi di hari kelahiran dan kepercayaan masyarakat kejawen.
Lantas, bolehkah seorang muslim mengerjakan puasa weton?
Mengenai puasa weton ini ada hadis yang diriwayatkan oleh Abu Qatarah RA bahwasanya Rasulullah pernah ditanya tentang dirinya yang berpuasa pada hari Senin. Ia pun menjawab yang artinya,
"Hari Senin adalah hari kelahiranku dan hari diturunkannya wahyu kepadaku." (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim).
Terkait hadis itulah, sebagian ulama berpendapat bahwa sekalipun Rasulullah berpuasa pada hari Senin yang kebetulan bertepatan dengan hari kelahirannya, tidak ada anjuran bagi umat Islam untuk melakukannya.
Baca Juga: Hati-hati! Kutukan 5 Weton Ini Bisa Jadi Kenyataan dan Paling Sakral Menurut Primbon Jawa
Dilansir AyoJakarta.com dari laman Konsultasi Syariah, pada Sabtu (27/8/2022) alasan Nabi Muhammad SAW mengerjakan puasa di hari Senin yaitu karena amalan setiap manusia dilaporkan kepada Allah SWT setiap hari Senin dan Kamis.
Oleh sebab itu, Rasulullah ingin agar amalannya dilaporkan ketika ia berpuasa.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,
"Berbagai amalan dihadapkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis. Maka, aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 747. Sahih dilihat dari jalur lainnya).
Baca Juga: Inilah 3 Weton Terkuat Menurut Primbon Jawa, Miliki Anugerah Spiritual Luar Biasa
Sementara itu, dilansir dari kanal YouTube Semua Murid Semua Guru Quraish Shihab mengatakan bahwa seorang muslim sebenarnya boleh berpuasa setiap hari, kecuali saat Lebaran (Idul Fitri dan Idul Adha), hari tasyrik (tiga hari setelah Idul Adha), dan hari-hari yang diragukan apakah Lebaran atau tidak.
Berkaitan dengan puasa weton, Quraish Shihab berpendapat bahwa selagi sebuah budaya tidak bertentangan dengan agama, maka bisa ditoleransi pelaksanaannya.
Namun ia menegaskan agar tidak menjadikan puasa weton sebagai ibadah ataupun menganggapnya bagian dari anjuran agama.
Baca Juga: Spesial, 3 Weton Ini Bisa Jadi Pemimpin dan Panutan Orang karena Punya Wahyu Peluruh Jiwa
"Puasa weton sah-sah saja asalkan kamu tidak punya niatan untuk menjadikannya sebagai sebuah ibadah," ujar Quraish Shihab.
Selain itu, pemuka agama Buya Yahya, dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube Al-Bahjah TV, juga senada dengan pernyataan Quraish Shihab.
Buya Yahya mengingatkan bahwa tidak ada kesunahan khusus dalam mengerjakan puasa weton.
Baca Juga: Inilah 5 Weton yang Punya Khodam Suci, Bisa Cepat Sukses dan Bahagia
Karena tidak ada kesunahan khusus, Buya Yahya sangat menganjurkan untuk mengutamakan puasa-puasa yang memang sudah pasti dalam syariat Islam.
"Boleh Anda paskan (sesuaikan) puasa dengan hari kelahiran Anda, tapi jangan meyakini ada puasa sunah hari kelahiran karena tidak ada puasa sunah kelahiran," kata Buya Yahya.
Demikian informasi mengenai apa itu puasa weton dan bolehkah dijalankan umat Muslim.***

Share this article
Berikut ini adalah penjelasan mengani apa itu puasa weton dan bolehkah dalam Islam lengkap dengan tata cara, niat dan manfaatnya.