AYOJAKARTA.COM - Sebanyak 54 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dikabarkan mengalami penyekapan di Kamboja.
Kabar penyekapan para TKI ini bermula dari unggahan video TikTok seorang pria bernama Wafi.
Dikutip Ayojakarta.com dari akun TikTok bernama wafi @wafief pada Jumat (29/7/2022) dalam unggahan video TikToknya ada seorang TKI di Kamboja yang mengaku mengalami penyekapan.
TKI itu lalu menghubungi Wafi lewat sosial media Facebook.
Dalam video tersebut terlihat percakapan Wafi dengan salah satu korban penyekapan yang meminta tolong untuk memviralkan kasus yang di alaminya.
Saat ini, video TikTok dari akun @wafief tersebut telah di tonton sebanyak 1,1 juta kali dan mendapat 19,4 ribu komentar.
Baca Juga: Video Mahasiswa Bentangkan Spanduk Save Wadas Saat Ganjar Pranowo Ceramah di Masjid UGM Viral
Kasus penyekapan 54 TKI ini juga telah diketahui Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Hal ini diketahui dari cuitan Twitter Ganjar Pranowo @ganjarpranowo pada Jumat (29/7/2022).
Lewat Twitternya, Ganjar mengkonfirmasi kebenaran kasus penyekapan 54 orang TKI yang menjadi korban penipuan pekerjaan dan investasi bodong tersebut.
Dalam cuitannya, Ganjar meminta Dinas Ketenagakerjaan Jawa tengah untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
“54 TKI Disekap di Kamboja? Harus Kita Selamatkan, kemarin ada akun yang komen di Instagram saya, mengabarkan bahwa 54 TKI disekap di Kamboja, langsung saya cc ke akun @disnaker_jateng untuk ditindaklanjuti,” tulis Ganjar Pranowo.
“Terimakasih @disnaker_jateng yang sudah gerak cepat menghubungi KBRI dan Kementerian Luar Negeri, sekarang KBRI Kamboja sedang menangani persoalan ini, dan sedang dilakukan pendalaman kasus bekerja sama dengan otoritas setempat,” tambah Ganjar.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Temui dan Janjikan Evaluasi Izin Tambang, Warga Wadas: Kami Takut
Menindaklanjuti kasus ini, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah mengimbau masyarakat untuk berhati-hati jika ada tawaran untuk bekerja di Kamboja.
Pasalnya dalam setahun terakhir, kasus penipuan pekerjaan di Kamboja terus mengalami peningkatan.
Sepanjang 2022 sudah ada 260 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menjadi korban penipuan serupa.
“Informasi dari Dubes RI di Kamboja sepanjang tahun sudah ada 260 WNI yang mengadu karena tertipu dan jumlah ini nampaknya akan terus bertambah,” ujar Kepala Disnakertrans Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, Kamis, 28 Juli 2022.
Dalam keterangannya, Ganjar berhasil menghubungi salah satu korban penyekapan yang berinisial ME.
“Tapi bagaimana WNI ini bisa disekap? Dari penelusuran akun yang melapor, kami berhasil menghubungi salah satu WNI yang disekap. Inisialnya ME, warga Jakarta kelahiran Solo. Saya samarkan karena permintaan yang berangkutan,” tutur Ganjar.
Baca Juga: Survei TBRC: Airlangga Capres Terkuat, Prabowo dan Ganjar Pranowo Duduki Peringkat Dibawahnya
Menurut keterangan yang di buat oleh Ganjar Pranowo melalui cuitan di akun Twitternya, para TKI yang menjadi korban penipuan ini diiming-imingi pekerjaan dengan gaji yang besar oleh penyalur tenaga kerja yang ternyata tidak terdaftar secara resmi.
“ME bilang, mereka sudah 3 minggu di Kamboja. Mereka dijanjikan pekerjaan dgn gaji tinggi oleh penyalur yang ternyata tidak terdaftar resmi,” ujar Ganjar.
“Mereka baru tau apa pekerjaannya setelah sampai di sana. Ternyata mereka disuruh kerja sebagai operator telepon. Jadi mereka disuruh menawarkan investasi bodong ke orang2 Indonesia, karena tidak mau melakukan pekerjaan itu, mereka pun mendapat perlakuan tidak manusiawi,” jelas Ganjar.
Ganjar Pranowo menjelaskan pihaknya telah mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk segera mengirimkan tim guna menjemput para TKI yang menjadi korban penyekapan tersebut.
“Saya mendorong perkara ini ditindaklanjuti serius oleh Kemenlu, segera terjunkan tim untuk menjemput saudara-saudara kita, selamatkan orangnya dulu, perkara lain-lain dan edukasi soal penyalur ketenegakerjaan resmi dll kita lakukan kemudian,” tulis Ganjar dalam cuitannya.***
Share this article
Sebanyak 54 TKI dikabarkan menjadi korban penipuan dan penyekapan di Kamboja. Gubernur Ganjar Pranowo minta Kemenlu lakukan penjemputan.