AYOJAKARTA.COM--Dahsyatnya gempa Turki pada Senin (6/2/2023) lalu menewaskan korban hingga belasan ribu jiwa.
Gempa Turki yang terjadi berkekuatan besar dan berulang hingga 3 kali, tercatat ratusan gempa susulan dengan kekuatan kecil.
Kekuatan yang paling tinggi dari rangkaian gempa Turki tersebut memiliki kekuatan M 7,8 dan tidak hanya mengguncang Turki saja tapi juga Suriah.
Dilansir AyoJakarta.com dari laman Suara.com pada Kamis (9/2/2023) dalam artikel Fakta-fakta Terbaru Gempa Turki-Suriah: Korban Tewas 12.000, Termasuk 2 WNI, jumlah korban gempa mencapai 12.000 orang, jumlah tersebut memiliki kemungkinan akan terus bertambah seiring dengan proses evakuasi.
Data ini didapatkan dari otoritas Turki setelah ada pembaruan data korban gempa berkekuatan M 7,8 tersebut.
Persebaran dari korban yang telah berhasil dievakuasi adalah 2.992 di Suriah dan sekitar 9.100 ada di Turki.
Karena banyaknya korban jiwa akibat bencana alam ini maka Suriah mengalami kesulitan, adanya kelangkaan kantong jenazah dan upaya penanganan bencana yang tidak terkoordinasi membuat Suriah carut marut.
Menurut pekerja bantuan pada Islamic Relief di Kota Gaziantep Turki, Salah Aboulegasem mengatakan bahwa Turki lebih memiliki upaya untuk penanganan bencana.
“Perbedaan Turki dan Suriah adalah bahwa di Turki ada upaya terkoordinasi dalam pencarian dan penyelamatan, sedangkah Suriah hal itu tidak terjadi,” kata Salah.
Dari 12.000 korban tersebut terdapat 2 warga negara Indonesia (WNI) yang berjumlah 2 orang. Informasi ini didapatkan dari Duta Besar RI untuk Turki, M Iqbal. Ada pun 10 orang WNI yang mengalami luka-luka.
“Sudah ada 2 WNI meninggal dunia dan 10 luka-luka,” kata M Iqbal.
Berdasarkan informasi dari M Iqbal, 2 WNI yang menjadi korban gempa Turki ini terdiri dari seorang ibu dan anak berusia 1 tahun.
Baca Juga: Terungkap! Daryono BMKG Temukan 5 Alasan Gempa Turki Sangat Merusak dan Tewaskan Ribuan Korban
“Karena aturannya kan anak di bawah 18 tahun otomatis boleh pegang papor Indonesia. Jadi hitungannya 2 WNI yang meninggal dunia,” kata M Iqbal.
Kedua WNI tersebut bernama Nia Marlinda yang berasal dari Bali dan anaknya yang berusia 1 tahun. Kedua korban ini menginggal kerena tertimbun reruntuhan pada saat gempa.
Adanya kabar gempa dahsyat di Turki yang merusak membuat pemerintah RI melalui Presiden Jokowi segera tanggap dengan memberikan perintah kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).
“Alhamdulillah sesuai perintah Presiden melalui Menlu RI, team KBRI sudah tiba di lokasi gempa untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan dan mengevakuasi WNI yang terdampak di Ankara,” kata Dubes RI untuk Turki.***

Share this article
Dari 12.000 korban tersebut terdapat 2 warga negara Indonesia (WNI) yang berjumlah 2 orang. Informasi ini dari Dubes RI untuk Turki