AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi dengan magnitudo 7,9 terjadi di Republik Turki pada Senin 6 Februari 2023.
Akibat guncangan gempa yang berdurasi sekitar satu menit, kaca-kaca jendela dan bangunan di Turki banyak mengalami kerusakan.
Salah seorang saksi mata menyebut sedikitnya ada 17 bangunan yang mengalami runtuh akibat guncangan gempa.
Selain dirasakan oleh penduduk di wilayah Turki, dampak guncangan juga dirasakan di Siprus serta Libanon.
Selain menghancurkan fasilitas dan sarana, gempa yang terjadi di Turki tersebut juga menewaskan ribuan jiwa manusia.
Badan Bencana Turki Afet ve Acil Durum Yönetimi Baskanligi atau AVAD dibantu masyarakat terus melakukan pencarian korban yang terperangkap di reruntuhan bangunan.
Baca Juga: Ngeri! Berikut Rekaman Saat Gedung Runtuh Diguncang Gempa Turki M7.8 Senin 6 Februari 2023
Dengan adanya peristiwa gempa bumi ini, pemerintah Turki sudah mengirim sejumlah pesawat dan alat transportasi.
Bukan hanya itu, pemerintah Turki juga menyiarkan status darurat dan menyerukan status bantuan internasional.
Sehubungan dengan dampak guncangan gempa yang terjadi di Turki, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, M.Hub. Int selaku Dubes Indonesia untuk Turki, memberi keterangan.
Baca Juga: Update Korban Gempa M7,8 Turki-Suriah, 514 Orang Meninggal Dunia, 3 WNI Dilaporkan Alami Luka Berat
“Korban yang sudah terdata meninggal dunia, menembus angka 1.300 orang,” jelas Duta Besar Indonesia yang berkantor di Turki.
Lebih lanjut Lalu menjelaskan bahwa angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah mengingat jumlah korban luka yang terus bertambah.
“Sementara yang luka-luka berat sudah menembus angka 8.000,” tambah Lalu Muhammad Iqbal saat dimintai keterangan.
Baca Juga: Viral Ramalan Gempa Bumi di Turki Tiga Hari Sebelumnya, Ini Kata Daryono!
Sehubungan dengan penetapan status Turki yang menyerukan status bantuan kepada dunia internasional, Duta Besar menambahkan.
“Betul pemerintah Turki sudah mendeklarasikan ini sebagai bencana skala 4 yang berarti skala tertinggi, dan menggalang bantuan internasional,” ujar Duta Besar.
Dubes menjelaskan dari 6.500 WNI yang berada di Turki, 500 orang diantaranya berada di 11 titik lokasi gempa.
Baca Juga: Update Gempa Bumi Turki M7,8 Pagi Ini: Bangunan Runtuh, Ratusan Orang Meninggal Dunia
“Dari 500 WNI tersebut, rumahnya runtuh tetapi Alhamdulillahi selamat, 3 diantaranya terluka dan sudah dilarikan ke rumah sakit,” jelas Dr. Lalu.
Pihak KBRI juga sudah bekerjasama dengan AVAD dan rumah sakit yang melakukan penanganan, sehingga ketiga WNI dalam keadaan tertangani dengan baik.
“Jadi daerah-daerah di dekat perbatasan Suriah yang terkena dampak,” tambah Duta Besar Lalu Muhammad Iqbal.
Baca Juga: Dahsyatnya Gempa Turki, Gedung dan Bangunan Rata Dengan Tanah Bak Zona Perang
Bagi masyarakat Indonesia yang memiliki kerabat di Turki, Duta Besar mempersilahkan untuk menghubungi hotline KBRI Ankara.
“Mereka bisa meminta bantuan apapun, kami standby 24 jam untuk mengamati situasi ini,” pungkas Lalu.
Untuk memastikan keselamatan WNI yang berada di wilayah terdampak gempa, Duta Besar juga berencana secepatnya akan mendatangi lokasi terdampak gempa.***

Share this article
Pemerintah Turki serukan status darurat dan bantuan Internasional usai diguncang gempa dengan kekuatan M 7,9 kemarin.