AYOJAKARTA.COM – Kasus penemuan empat jenazah korban di Kalideres, Jakarta Barat saat ini masih terus dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Hingga kini misteri penyebab meninggalnya keempat jenazah di Kalideres masih menjadi teka-teki.
Fakta baru mengungkapkan jika salah satu korban di Kalideres ternyata sudah meninggal sejak bulan Mei 2022 lalu.
Hal tersebut diungkapkan Ditreskrimum Polda Metro Jaya dalam konferensi Pers seperti yang dilihat AyoJakarta.com pada kanal YouTube KOMPASTV pada Selasa, 22 November 2022.
Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi juga mengungkapkan fakta lain, yaitu adanya niat untuk menggadai rumah oleh salah satu korban tewas Budianto.
Kedua fakta tersebut menjadi bukti baru dalam penyelidikan kasus tewasnya empat jenazah di Kalideres.
Kedua fakta yang ditemukan tersebut didapatkan dari keterangan tiga orang saksi, yaitu mediator jual beli rumah dan karyawan koperasi simpan pinjam.
Baca Juga: Fakta Mengejutkan di Balik Tragedi Penemuan Mayat Satu Keluarga di Kalideres, Ada Gunungan Sampah
Kombes Pol Hengki Haryadi mengungkapkan jika pada awalnya salah satu korban yaitu Budianto berniat menjual rumah seharga Rp1,2 miliar.
Namun karena tak kunjung laku, maka Budianto berubah pikiran untuk menggadaikan sertifikat rumah ke koperasi simpan pinjam.
Saat karyawan koperasi dan mediator datang kerumah untuk melakukan survey, ternyata menemukan satu mayat yaitu Reni.
Kejadian tersebut diketahui terjadi di bulan Mei 2022 lalu.
Baca Juga: Kesaksian Baru Kurir Paket Terkait Kasus Empat Jenazah di Kalideres, Jadi Titik Terang?
“Ketika sedang mengecek sertifikat ini, dipegang-pegang agak curiga, tanpa sepengetahuan Dian (salah satu korban) pegawai koperasi simpan pinjam ini menghidupkan flash hp-nya. Begitu dilihat kemudian yang bersangkutan teriak Allahuakbar!,” ujar Hengki.
“ini sudah mayat. Kemudian langsung keluar dan yang bersangkutan tidak ingin lagi melanjutkan proses gadai, dan mengajak dua saksi lain keluar,” tambahnya.
Menurut Hengki pada saat ketiga saksi keluar dari rumah, salah satu saksi dikejar oleh Budianto (salah satu korban).
Budianto meminta saksi untuk tidak melaporkan kejadian tersebut pada pihak polisi, RT ataupun warga.
Baca Juga: Penyebab Lain Tewasnya Satu Keluarga Kalideres: Menderita Demi Satu Kenikmatan di Kemudian Hari
“Tolong Pak jangan sampai dilaporkan ke polisi, jangan dilaporkan pihak RT, ataupun warga sini. Tolong!,” ujar Hengki menirukan Budianto sesuai dengan keterangan saksi.
Akhirnya ketiga saksi tidak melaporkan kejadian tersebut kepada siapapun.
Hal ini yang disayangkan oleh Hengki Haryadi selaku pihak polisi, seharusnya sebagai warga masyarakat tidak boleh seperti itu dan harus segera melaporkan kejadian di sekitar.***

Share this article
Kasus penemuan empat jenazah korban di Kalideres, Jakarta Barat saat ini masih terus dilakukan penyelidikan oleh pihak kepolisian.