AYOJAKARTA.COM - Ulama merupakan seseorang yang memiliki kelebihan ilmu agama Islam.
Sehingga seorang yang disebut ulama memilki tugas utama untuk menyebarkan dakwahnya dan juga mendidik ilmu agama Islam.
Namun di zaman sekarang ini, ada juga ulama yang mengurus organisasi atau bahkan mengikuti partai politik.
Baca Juga: Nasihat Mbah Moen untuk Para Istri, Adanya Kebaikan Ternyata Datang dari Perempuan
Tentu saja meski begitu, tugas utama seorang ulama untuk tetap menyebarkan ilmu agama Islam tidak boleh ditinggalkan.
Untuk bisa menjadi seorang ulama juga bukan perkara mudah.
Banyak hal yang harus dipelajari agar seseorang memiliki ilmu sampai bisa disebut sebagai ulama.
Baca Juga: Inilah 7 Nasihat Mbah Moen yang Menggetarkan Hati, Anda Wajib Tahu dan Pahami dengan Baik!
Salah satunya dengan belajar sifat-sifat kenabian yang bisa dijadikan contoh seseorang yang sedang berproses menjadi ulama.
Atas hal tersebut dikutip AyoJakarta.com dari laman Instagram Ppalanwarsarang pada (6/1/21), Kyai Maimoen Zubair memberikan penjelasan.
Kyai Maimoen Zubair atau lebih akrab disapa Mbah Moen menuturkan apabila ingin menjadi ulama contohlah sifat-sifat nabi terlebih dahulu.
Baca Juga: Mbah Moen Beberkan Perilaku Manusia yang Mempercepat Kiamat: Termasuk Naik Motor
Namun Mbah Moen mengingatkan untuk tidak terlalu ambisius saat meneladani sifat nabi.
Mbah Moen mengingatkan, ketika berproses menjadi ulama hendaknya meneladani sifat nabi secara bertahap.
“Lihatlah kan kuceritakan nabi-nabi semua Nabi itu al ulama warotsathul anbiya’” ujar Mbah Moen.
Baca Juga: 12 Pesan dan Doa Mbah Moen Untuk Indonesia Bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November 2022
“Kamu menjadi ulama apakah seperti Nabi Ibrohim, Nami Musa ?” tanyan Mbah Moen.
Lebih lanjut Mbah Moen menjelaskan, “Ataukah yang lain, yang kecil-kecil saja jangan pengen langsung Nabi Muhammad”
Mbah Moen kembali mengingatkan, saat menjadi ulama jangan sampai tidak mengetahui kisah semua nabi.
Baca Juga: Berikut Hubungan Antara Alquran dengan Ilmu yang Dijelaskan Oleh Mbah Moen
“Atau seperti Nabi Yunus, atau yang lain itu saja dirimu tidak tahu, oh saya belum tahu” tegas Mbah Moen.
Mbah Moen juga menegaskan jangan sampai karena mengejar menjadi ulama dengan memahami para nabi, justru belum memahami jati diri sendiri.
“La yho, kamu kok tahu yang pas itu bagaimana? Padahal orang yang tahu jati dirinya akan tahu Tuhannya”
“Yang seperti ini tidak dibahas bahkan pada skripsi” pungkas Mbah Moen. ***

Share this article
Mbah Moen menuturkan jika ingin menjadi seorang ulama harus mencontoh sifat-sifat nabi, namun tetap tidak terlalu ambisius.