AYOJAKARTA.COM – Salah satu keutamaan bulan Ramadhan dibandingkan bulan lainnya adalah kesempatan memperoleh berkah, salah satunya melalui sahur.
Sahur, atau menyantap hidangan sebelum fajar di bulan Ramadhan, merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh umat Muslim di seluruh dunia menjelang waktu salat Subuh. Selain sebagai bentuk ketaatan terhadap sunah Rasulullah ﷺ, sahur juga berperan penting dalam menjaga energi selama berpuasa.
Sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah ﷺ bersabda, "Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur terdapat berkah." Oleh karena itu, kaum Muslim di berbagai negara memiliki tradisi kuliner sahur yang khas, disesuaikan dengan budaya dan ketersediaan bahan makanan di masing-masing wilayah.
Mengonsumsi makanan khas saat sahur tidak hanya memberikan asupan energi yang cukup, tetapi juga memungkinkan berbagai aktivitas fisik tetap dapat dilakukan tanpa kendala selama berpuasa.
Hidangan Sahur Khas dari Berbagai Negara
Di Turki, masyarakat Muslim biasanya menyantap pide, roti lembut yang terbuat dari tepung gandum dengan tambahan minyak zaitun dan kuning telur. Roti ini sering dinikmati dengan yogurt sebagai pelengkap, baik saat sahur maupun berbuka puasa.
Sementara itu, di Malaysia, hidangan sahur yang paling populer adalah bubur lambuk. Terbuat dari beras Siam yang dimasak dengan berbagai rempah-rempah, bubur ini sering dicampur dengan sayuran serta daging segar untuk menambah cita rasa dan kandungan nutrisinya.
Di Mesir, menu sahur favorit adalah kunafa, hidangan berbahan dasar gandum yang bentuknya menyerupai mi kering. Kunafa biasanya disajikan dengan aneka kacang, sirup manis, atau susu kental, memberikan rasa manis yang khas.
Bagi Muslim di Vietnam, yang merupakan kelompok minoritas, sahur biasanya diisi dengan spring roll, yaitu lumpia khas Vietnam yang berisi sayuran dan protein, sering kali disantap dengan saus khas yang gurih.
Berbeda dengan Muslim di Brunei, yang menjadikan ambuyat—bubur sagu yang teksturnya mirip papeda di Indonesia—sebagai hidangan utama saat sahur.
Di Pakistan, menu sahur yang populer adalah pheni, hidangan berbahan dasar bihun goreng yang disajikan dengan susu manis. Kandungan karbohidrat dan gula dalam pheni memberikan energi yang cukup untuk berpuasa sepanjang hari.
Sementara itu, Muslim di Jerman memiliki hidangan sahur khas bernama reibekuchen, yakni olahan tepung beras dan kentang yang disajikan bersama saus apel.
Adapun Muslim di Korea Selatan sering menyantap bibimbap, yaitu nasi campur dengan aneka sayuran dan protein, sedangkan di Thailand, hidangan tom yam menjadi pilihan sahur yang menggugah selera dengan kuahnya yang asam pedas.
Di Maroko, makanan sahur yang paling digemari adalah chicken tagine, hidangan ayam yang dimasak dengan rempah-rempah khas dalam wadah tanah liat, menghasilkan rasa gurih yang kaya akan cita rasa.***

Share this article
Setiap negara memiliki hidangan khas sahur yang mencerminkan tradisi dan budaya lokal, untuk menjalani puasa dengan penuh semangat.