AYOJAKARTA.COM — Shalat Tarawih adalah shalat sunah yang dilakukan khusus di malam hari di bulan Ramadan, biasanya secara berjamaah di masjid setelah shalat Isya, meskipun shalat Tarawih juga dapat dilakukan secara individu di rumah.
Shalat Tarawih dilakukan minimal dua rakaat tanpa ada batas dengan jeda di antara rakaat. Namun, berdasarkan sunnah Nabi, shalat Tarawih dilakukan sebanyak 8 rakaat atau 20 rakaat, yang diakhiri dengan shalat Witir sebanyak 3 rakaat.
Baca Juga: Masya Allah, Keutamaan Membaca Bismillah 786 Kali Selama Seminggu dengan Niat Tulus dan Ikhlas
Berikut niat shalat Tarawih:
1. Sebagai Imam (saat memimpin shalat):
Arab: أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an imāman lillāhi ta'ālā.
Artinya: “Saya niat shalat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, sebagai imam karena Allah SWT”.
2. Sebagai Ma'mum (saat mengikuti shalat):
Arab: أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak'atayni mustaqbilal qiblati ada’an ma’muman lillāhi ta’ālā
Artinya: “Aku niat shalat sunah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, sebagai makmum karena Allah SWT”.
3. Munfarid, solat sendirian:
Arab: أُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak'atayni mustaqbilal qiblati adā'an lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Saya niat shalat sunah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat, karena Allah SWT".***

Share this article
Shalat Tarawih adalah shalat sunah yang dilakukan khusus di malam hari di bulan Ramadan, biasanya secara berjamaah di masjid setelah Isya.