AYOJAKARTA.COM - Bulan suci Ramadan akan segera tiba, seluruh umat Islam akan mempersiapkan kedatangan bulan penuh kemuliaan tersebut.
Adapun salat tarawih adalah salah satu amalan yang dianjurkan dilaksanakan pada saat bulan Ramadan.
Kendati demikian, masih banyak yang kebingungan apakah salat tarawih itu dikerjakan 11 rakaat atau 23 rakaat.
Baca Juga: CEK FAKTA: Mario Dandy dan AG Dituntut Jaksa dengan Vonis Mati Atas Kasus Penganiayaan David
Dikutip dari kanal YouTube Yufid TV, Rabu (22/3/2023) terkait berapakah jumlah rakaat dalam salat malam atau salat tarawih, 11 atau 23 rakaat?
Disepakati hampir semua ulama mengatakan bahwa tidak ada batas maksimal untuk jumlah rakaat dalam salat tarawih.
Adapun diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu, ada seorang sahabat yang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa sallam mengenai tata cara salat lail.
Kemudian beliau menjelaskan "Shalat malam itu dua rakaat-dua rakaat. Jika kalian takut masuk waktu subuh, maka kerjakanlah satu rakaat untuk menjadi witir bagi shalat-shalat sebelumnya." (H.R. Bukhari dan Muslim).
Nabi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa sallam mengerjakan salat malam tidak lebih dari 13 rakaat.
Aisyah Radhiyallahu anha pernah ditanya oleh murid-muridnya tentang bagaimana cara Nabi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa sallam salat malam.
Dijawab Aisyah Radhiyallahu anha, beliau tidak pernah menambahi lebih dari 11 rakaat, baik dalam Ramadan maupun di luar Ramadan, (H.R. Bukhari 3569).
Dalam riwayat lain, Aisyah Radhiyallahu anha mengatakan, Nabi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa sallam melakukan salat malam sebanyak 13 rakaat. (H.R. Abu Daud 1340).
Terkait hal tersebut, untuk sebagian umat Islam di Indonesia ada yang mengerjakan shalat tarawih 11 rakaat atau 23 rakaat. Mana yang benar?
Pada dasarnya mengerjakan salat yang berkualitas itu ditentukan dari kekhusyukan, selain itu faktor lainya ditentukan oleh kondisi makmum.
Sebab itu, Syaikhul Islam menyimpulkan yang paling afdhal adalah menyesuaikan kondisi makmum.
Beliau mengatakan, yang paling afdhal, berbeda-beda sesuai kondisi orang yang salat.
Jika mereka bisa diajak berdiri lama, maka tarawih dengan 10 rakaat dan 3 rakaat setelahnya lebih bagus.
Seperti yang dilakukan sendiri oleh Nabi Rasulullah Shallallahu Alaihi wa sallam ketika di bulan Ramadan dan di luar Ramadan.
Namun jika mereka tidak kuat berdiri lama, tarawih 20 rakaat lebih afdhal.
Adapun terkait jumlah 11 rakaat tersebut merujuk pada hadits yang diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu anha yakni “Nabi SAW tidak pernah melakukan shalat sunnah pada Ramadan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat. Beliau shalat 4 rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana bagus dan indahnya. Kemudian, beliau shalat lagi 4 rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian, beliau shalat 3 rakaat [witir],” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Dengan demikian, informasi terkait jumlah rakaat salat tarawih di bulan Ramadan baik itu 11 rakaat maupun 23 rakaat, keduanya sama-sama memiliki landasan dan wajib dihargai.***

Share this article
masih banyak yang kebingungan apakah salat tarawih itu dikerjakan 11 rakaat atau 23 rakaat. Manakah yang benar?