AYOJAKARTA.COM – Setiap wanita pasti mengalami yang namanya haid setiap bulannya.
Hal tersebut memanglah wajar karena dalam reproduksi wanita memang terjadi siklus menstruasi setiap bulannya.
Wanita yang sedang haid atau halangan dalam islam tidak diperbolehkan mengerjakan ibadah tertentu seperti salat, puasa, atau membaca dan memegang Alquran.
Baca Juga: Perppu Cipta Kerja Resmi di Sahkan DPR, Fraksi Demokrat dan PKS Menolak Hingga Walk Out
Namun masih ada beberapa yang tidak paham terkait ibadah yang tidak boleh dilakukan ketika sedang haid seperti bahasan tentang membaca Alquran.
Apalagi sekarang semakin berkembangnya zaman sudah ada aplikasi Alquran yang lengkap dengan terjemahan yang bisa diakses melalui handphone atau HP.
Lantas bolehkan wanita haid membaca Alquran lewat handphone?
Baca Juga: Tata Cara Salat Tarawih Sendiri di Rumah atau Munfarid, Berikut Rukun dan Niatnya
Ustaz Abdul Somad atau biasa dipanggil dengan sebutan UAS memberikan penjelasan terkait ibadah yang dilarang dan yang boleh dilakukan oleh wanita yang sedang haid atau menstruasi.
Menurutnya ada tujuh ibadah yang dilarang atau tidak diperbolehkan dikerjakan oleh wanita yang sedang halangan atau menstruasi.
Tujuh ibadah tersebut berdasarkan fiqih Islam wa Adillatuhu Syaikh Wahbah Zuhaili yang merupakan mazhab yang dipakai oleh Ustaz Abdul Somad.
Baca Juga: SAH! Perppu Cipta Kerja Jadi UU, Jajaran Menteri Setuju Tapi Tidak bagi Masyarakat?
“Orang yang sedang menstruasi, maaf beribu maaf. Tak boleh megang Alquran, tak boleh bawa Alquran, tak boleh baca Quran,” ujar UAS dikutip ayojakarta.com melalui YouTube @tanyaulama1635, Selasa (21/3/2023).
“Tak boleh masuk masjid, tak boleh salat, tak boleh tawaf, tak boleh puasa, ada tujuh,” sambungnya.
Terkait dengan membaca Alquran melalui aplikasi di handphone bagi wanita yang sedang haid menurutnya diperbolehkan tetapi dengan dua catatan.
Baca Juga: Masih Dibuka! Begini Cara Daftar Mudik Gratis Kemenhub, Jangan Sampai Terlewat
Yaitu ketika seseorang wanita hafal Alquran. Orang yang hafal Alquran akan mengulangi minimal dua jus setiap harinya, karena kalau tidak diulangi akan hilang.
Pengecualian yang kedua yaitu ketika menjadi guru dan harus mengajari muridnya, tetapi pembacaan Alquran harus dipotong-potong.
UAS juga mencontohkan seorang guru tahfiz Alquran di pesantren yang harus tetap mengajarkan hafalan kepada muridnya atau santrinya tetapi bacaanya harus dipotong-potong.
Tidak boleh membaca normal seperti sedang dalam keadaan tidak haid atau dalam keadaan suci, hal ini dikarenakan Alquran itu suci sedangkan wanita tersebut sedang dalam keadaan haid.
“Membaca Alquran bagi wanita haid boleh dengan dua catatan, pengecualian. Pertama dia hafal Alquran,” kata Ustaz Abdul Somad.
“Yang kedua guru. Guru boleh membaca walaupun sedang haid tapi ayatnya harus potong-potong,” sambungnya.***

Share this article
Bolehkah Wanita Sedang Haid Membaca Alquran Lewat HP? Ustaz Abdul Somad bagikan penjelasan atas hal ini