AYOJAKARTA.COM - Puasa Ramadan adalah wajib hukumnya bagi umat muslim di seluruh dunia.
Bagi umat muslim yang meninggalkan puasa Ramadan karena suatu hal yang memang mengharuskan untuk tidak berpuasa, diwajibkan untuk mengganti atau meng-qadha puasa yang tertinggal.
Ada beberapa orang yang memang diperbolehkan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadan karena memang kondisinya yang mengharuskan seperti ibu hamil dan menyusui.
Baca Juga: TERLENGKAP! Jadwal Puasa, Imsak, dan Salat fardu Ramadan 2023, Simak Di Sini
Hal itu dikarenakan bisa saja puasa yang dilakukan dapat mengganggu kesehatan sang ibu dan calon anak yang dikandungnya, serta bisa saja mengurangi gizi bagi bayi yang menyusui.
Namun bukan berarti hal itu membuat sang ibu tidak membayar puasa, tetap harus mengganti puasa yang tertinggal di lain waktu saat kondisi badan telah siap.
Ramadan 1444 H atau 2023 sudah tinggal menghitung hari, namun masih ada kesempatan bagi umat muslim yang belum mengqadha puasa tahun lalu.
Baca Juga: Jangan Lupa Bayar! Berikut Doa dan Niat Ganti Hutang Puasa Ramadan, Lengkap dengan Artinya
Nah, inilah bacaan niat qadha puasa Ramadan beserta terjemahan seperti dilansir dari NU Online, Senin, 20 Maret 2023.
Niat Qadha Puasa Ramadan
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’I fardhi syahri Ramadhana lillahi ta‘ala.
Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah SWT”.
Baca Juga: Awas Kena Denda! Ini Hukum Utang Puasa yang Dibayar Setelah Melewati 2 Kali Ramadan
Tata Cara Qadha Puasa Ramadan
Untuk tata cara qadha puasa Ramadan sama seperti puasa Ramadan pada umumnya.
Yaitu, dengan membaca niat qadha puasa Ramadan di malam harinya.
Untuk waktu pelaksanaan qadha puasa Ramadan dapat dilakukan kapan saja oleh yang bersangkutan.
Asalkan yang menjadi catatan, dimana qadha puasa Ramadan haruslah didahulukan daripada puasa sunnah lainnya seperti puasa Senin-Kamis, puasa Syawal, dan lainnya.
Baca Juga: Adakah Bacaan Niat Mandi Wajib Sebelum Puasa Ramadan Hari Pertama?
Puasa qadha juga boleh dilakukan dengan waktu yang berbeda-beda, artinya boleh tidak dengan berurutan.
"Qadha (puasa) Ramadhan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya secara terpisah. Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan", (HR Daruquthni)
Nah, itulah bacaan niat qadha puasa Ramadan dan tata caranya.***

Share this article
Ramadan 1444 H atau 2023 sudah tinggal menghitung hari, inilah bacaan niat qadha puasa Ramadan beserta terjemahan.