AYOJAKARTA.COM - Istigfar ternyata bukan kunci utama Allah menerima taubat hamba-Nya.
Gus Baha murid Mbah Moen menerangkan hal yang sepatutnya dipercayai oleh seorang hamba Allah.
Ia menerangkan bahwa istigfar yang berupa astaghfirullahaladzim saja tidak cukup menjamin seorang hamba diampuni dosanya.
Menurut Gus Baha bahwa ada satu kunci yang menentukan dosa seorang hamba itu diampuni atau tidak.
Ada hal yang memang menjadi syarat utama seseorang bisa diterima ampunannya oleh Allah SWT.
Baca Juga: Wajib Tahu! Inilah Wirid Pelancar Rezeki Sesuai Sunnah Nabi, Menurut Syekh Ali Jaber
Menurut murid kesayangan Mbah Moen ini, istigfar hanya salah satu syarat, tapi bukan syarat utama seorang hamba diampuni dosanya.
KH Ahmad Bahauddin Nursalim yang akrab disapa Gus Baha itu mengatakan ada orang yang tidak berniat tobat.
Namun tatkala ia berbuat sesuatu yang menarik simpati Allah, maka Allah pun terima taubatnya.
Bahkan jika seseorang tersebut tidak berniat untuk taubat, Allah akan bersimpati kepada seorang hamba tersebut.
“Kadang ada orang itu sebetulnya nggak niat taubat, cuman ada perilaku tertentu yang menyebabkan Allah simpati,” terang Gus Baha yang dikutip Ayojakarta.com dari TikTok @diah.mm, Kamis (16/2/2023).
Baca Juga: Bolehkah Penderita Maag Menjalani Puasa Ramadan? Begini Penjelasan Dokter
Ketika Allah sudah simpati kepada seorang hamba, maka orang yang tidak niat bertaubat justru diberikan pengampunan yang sangat besar.
Lebih lanjut, Gus Baha juga menerangkan panjang lebar mengenai syarat utama Allah mengampuni kita adalah kehendak Allah sendiri.
Hal tersebut sebenarnya sudah banyak diperbincangkan oleh kalangan ulama bahwa syarat utama diterima taubat bukan dari ucapan istigfar saja.
“Makanya kata ulama-ulama, istighfar itu tidak syarat diampuni,” jelas Gus Baha.
“Hal yang menjadikan orang terampuni itu kehendak Allah,” imbuh Gus Baha.
“Istigfar itu bagian kecil dari syarat-syarat itu,” sambung Gus Baha.
Baca Juga: Wajib Tahu! Benarkah Wudhu dapat Menghapus Dosa? Begini Penjelasan Gus Baha dalam Ceramahnya!
Gus Baha juga menambahkan jika manusia berbuat dosa dan tidak mengucapkan istigfar saja Allah bisa mengampuni hambanya.
“Tapi bisa saja orang tanpa istighfar tapi diampuni Allah,” ujar Gus Baha.
Namun sebaliknya, jika ada manusia yang kerap mengucapkan istigfar tapi tidak dimaafkan atau tidak diampuni dosanya oleh Allah.
“Bisa saja kalian ini sering beristigfar tapi tidak dimaafkan Allah,” ucap Gus Baha.
Baca Juga: Allah Bisa MURKA! Gus Baha Ingatkan Laki-laki Pantang Lakukan Hal Keji Ini Kepada Perempuan
Pasalnya ada satu ketentuan Allah, qadarullah, yang menjadi landasan penting bagi Allah yang bisa menggugurkan dosa seorang hamba.
“Tapi qadarullah punya satu perilaku yang menurut Allah itu penting, kemudian dimaafkan,” imbuh Gus Baha.
Tatkala seseorang melakukan sesuatu yang menyenangkan hati Allah, maka bisa jadi Allah menghapus segala dosanya.
Maka sebanyak apapun dan sebesar apapun dosa yang kita lakukan, jangan berkecil hati dan jangan terlalu berkeluh kesah.
“Jadi kalian jangan putus asa,” ujar Gus Baha dengan gelak tawa menghibur.
“Makanya keliru sekali kalau kita bilang diampuni Allah nunggu istigfar, tidak,” jelas Gus Baha.
“Tentu istighar penting, kita sepakat istigfar itu penting,” imbuh Gus Baha.
Terakhir Baha menegaskan bahwa istighfar memang penting, namun bukan menjadi satu-satunya syarat Allah mengampuni hamba-Nya.
“Tapi, itu bukan satu-satunya caranya Allah untuk orang bisa diampuni,” pungkas Gus Baha.***

Share this article
Murid Mbah Moen, Gus Baha mengungkapkan ternyata istigfar bukan kunci Allah menerima taubat hambaNya.