AYOJAKARTA.COM – Berikut ini adalah penjelasan keindahan dari dibenci orang lain seperti yang dijelaskan Ustaz Abdul Somad.
Dalam hidup, pasti akan ada orang-orang yang menyukai dan juga membenci diri kita.
Sering kali kita merasa bingung apa kesalahan yang kita buat sampai-sampai ada orang yang benci dengan kita.
Baca Juga: Nasihat Syekh Muhammad Jaber: Jangan Lakukan Hal Ini Ketika Bersedekah, Apakah Itu?
Adanya orang yang suka dan benci dengan diri kita sudah menjadi hal yang wajar.
Kita memang tidak bisa mengatur dan memaksakan agar orang lain suka dengan diri kita.
Namun, kita juga tidak boleh larut dalam kesedihan karena ada orang yang benci dengan kita.
Ini karena ada keindahan yang terselip dibalik orang-orang yang benci dengan kita.
Dalam salah satu ceramah Ustadz Abdul Somad, ia pernah membahas mengenai keindahan yang ada di balik bencinya orang lain terhadap kita.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Jalan Hijrah, Ustadz akrab disapa UAS ini menjelaskan jika kita dibenci oleh orang lain artinya diri kita lebih baik dari orang yang membenci.
“Kalau ada orang membenci kita, itu kita artinya lebih baik dari dia. Karena kalau kita lebih dibawah dari level dia, dia gak akan mungkin marah dengan kita. Itu pasti kita lebih baik, rezeki kita lebih baik, level kita lebih baik, kehidupan kita lebih baik, makanya dia marah,” jelasnya.
UAS berpendapat bahwa apabila ada orang yang benci dengan kita maka itu suatu hal yang indah.
Ini karena, orang yang membenci kita akan selalu memikirkan tentang kita.
“Kalau ada orang benci dengan kita, itu menunjukkan bahwa dia selalu memikirkan kita pagi, petang, siang, malam. Padahal kita gak pernah mikirin dia,” ujarnya.
“Kan indah sekali. Dia sering mikirin kita, kita gak pernah mikirin dia, dia sampai buat partai untuk memusuhi kita, sampai ngajak anggota geng-gengnya untuk memusuhi kita,” sambungnya.
Selain itu, UAS mengatakan jika ada orang yang benci dengan kita maka sebenarnya dia sedang mengalirkan amal-amalnya pada diri kita.
“Kalau ada orang membenci kita apalagi membuat komunitas untuk membunuh kita, mengacaukan kita, maka sesungguhnya amal-amal dia sedang mengalir ke kita, dan dosa-dosa kita mengalir ke dia,” katanya.
UAS menegaskan jika ada suatu kelompok yang benci dengan kita, maka kita tidak perlu meluruskan secara berkali-kali.
Menurut UAS, kita hanya cukup meluruskan satu kali kepada mereka.
“Kalau ada sekelompok orang membenci kita, maka kita cukup satu kali klarifikasi. In jaakum fasiqun binabain¸ kalau datang orang bawa berita tidak baik fatabayyanu, klarifikasi. Selesai klarifikasi, tulisan di WhatsApp sekali, video pendek sekali, bahwa saya tidak seperti yang dituduhkan. Clear, masalah selesai, serahkan pada Allah,” tegasnya.
UAS pun juga berpesan agar kita tidak perlu memikirkan apa yang orang lain benci dalam diri kita.
“Yang terakhir, kalau ada orang membenci kita, maka sesungguhnya Allah ingin mengangkat derajat kita. Kalo kita pikirin, kita capek. Anjing menggonggong kafillah berlalu,” tutupnya.***

Share this article
Dalam salah satu ceramah Ustadz Abdul Somad, ia pernah membahas mengenai keindahan yang ada di balik bencinya orang lain terhadap kita.