AYOJAKARTA.COM – Salah satu yang sering ditanyakan umat muslim ketika puasa Ramadhan adalah hukum menjalankan puasa jika lupa membaca niat dan tidak sahur.
Banyak umat muslim yang mungkin masih bingung apakah puasanya sah jika lupa membaca niat puasa Ramadhan dan tidak sahur.
Mengenai hal ini, pendakwah bernama Yahya Zainul Maarif Jamzuri atau dikenal dengan sebutan Buya Yahya memberikan penjelasan.
Baca Juga: Cara Meningkatkan Massa Otot Selama Bulan Puasa, Perhatikan Hal Berikut Ini!
Buya Yahya mengatakan bahwa menurut ulama, puasa yang dijalankan tanpa niat hukumnya tidak sah.
“Bagi siapapun yang tidak berniat di malam hari, tidak ada tabitunniati, tidak menginapkan niat di malam hari dan juga tidak sahur maka puasanya adalah tidak sah menurut jumhur ulama,” kata Buya Yahya dikutip ayojakarta.com dari YouTube Sajadah islam, Rabu (13/3/2024).
Namun, Buya Yahya menjelaskan bahwa Sayyid Alwi Assegaf pernah menyampaikan ketika memberikan fatwa harus sesuai dengan keadaan seseorang.
Baca Juga: 5 Tips Penting Bagi Penderita Asam Lambung atau GERD Saat Puasa, Nomor Dua Paling Sering Diabaikan
Sebab, ada beberapa penyebab mengapa seseorang lupa membaca niat sebelum menjalankan puasa.
“Akan tetapi, kita ingat Sayyid Alwi Assegaf mufti Mekkah waktu itu menulis dalam khotimah tarsyahnya mengingatkan bahwa untuk orang awam kita perlu memberikan fatwa yang paling sesuai dengan keadaan mereka,” jelasnya.
Buya Yahya mengungkapkan apabila seseorang tidak niat puasa karena benar-benar lupa akibat faktor kesibukan, maka ia bisa berniat di esok pagi.
Baca Juga: Tips Belajar UTBK di Bulan Ramadhan, Ibadah Jalan, Belajarpun Tetap Lancar!
Tidak hanya itu, Buya Yahya juga menyampaikan puasanya tetap bisa dilanjutkan alias sah.
Dalam hal ini, Buya Yahya menuturkan bahwa dalam Mazhab Imam Abu Hanifah diperbolehkan untuk berniat puasa di pagi hari.
“Jika memang kasusnya lupa benar bukan dia main-main, Subhanallah mungkin karena kesibukan atau apa sampai dia lupa tidak niat di malam harinya. Sahur pun dia ingin sahur, bablas dia lalu tidak niat pagi harinya lalu ngadu bagaimana puasa saya, maka jawabnya adalah lanjutkan dan niatlah. Ikut dengan Mazhab Imam Abu Hanifah yang memperkenankan niat di pagi hari. Bahkan itu diisyaratkan oleh Syekh Malibari dalam kitab Fathul Mu’innya,” tutupnya.***

Share this article
Begini penjelasan Buya Yahya terkait hukum puasa Ramadhan jika lupa niat dan tak sahur, apakah tetap sah?