AYOJAKARTA.COM — Al-Quran sering kali menyebutkan buah-buahan sebagai bagian dari makanan yang disebutkan pertama kali sebelum makanan lainnya.
Apakah ada kebijaksanaan khusus di balik penyebutan buah sebelum makanan lainnya ini?
Mengapa ketika berbuka puasa, salah satu kebiasaan yang diajarkan adalah dengan memakan kurma, sebuah buah?
Para ilmuwan modern telah menemukan bahwa mengkonsumsi buah sebelum makan dapat mempercepat proses pencernaan.
Buah-buahan mengandung fruktosa, gula alami buah, yang mudah diserap oleh tubuh.
Hal ini memungkinkan tubuh untuk segera menyerap gula setelah buah dimakan.
Baca Juga: Cara I'tikaf di 10 Hari Bulan Ramadhan Menurut Ustadz Adi Hidayat
Efek positif dari gula buah yang mudah diserap ini termasuk perasaan segar kembali, mengurangi rasa lapar, dan mengatur kadar gula darah.
Oleh karena itu, buah dipilih sebagai makanan untuk berbuka puasa, dan di daerah Arab, kurma menjadi pilihan yang umum karena ketersediaannya.
Dikutip dari NU Online, ketika seseorang berpuasa, lambung menjadi kosong. Oleh karena itu, jika Nabi Muhammad SAW memilih buah sebagai makanan pertama ketika berbuka puasa, itu menandakan bahwa buah adalah pilihan yang ideal sebelum makan.
Dalam hadis, disebutkan bahwa kurma adalah buah yang dianjurkan sebagai makanan pertama saat berbuka puasa.
Tidak hanya dalam hadis, urutan penyebutan buah sebelum makanan lain juga ditemukan dalam Al-Quran, seperti dalam surat Al-Waqi'ah ayat 20.
Ini menunjukkan pentingnya buah sebagai makanan utama.
Dari perspektif kesehatan, mengonsumsi buah sebelum makan membantu tubuh dalam proses pencernaan.
Ketika seseorang langsung mengonsumsi makanan yang beragam, lambung membutuhkan waktu untuk mencerna makanan tersebut, dan perasaan lapar masih bisa bertahan.
Namun, jika buah dikonsumsi terlebih dahulu, lambung dapat dengan cepat menyerap gula buah, memberikan energi yang dibutuhkan oleh tubuh.
Hal ini memungkinkan sel-sel usus untuk berfungsi secara optimal dalam menyerap nutrisi dari makanan lain yang dikonsumsi setelahnya.
Dari perspektif Thibbun Nabawi, konsumsi buah sebaiknya dilakukan saat perut kosong.
Ini dapat terjadi saat berbuka puasa, saat sahur, atau sekitar dua jam setelah makan.
Baca Juga: Tips Menjalankan 10 Malam Terakhir Ramadhan, Jangan Lupa Lakukan Hal Ini
Beberapa buah-buahan tertentu, seperti kurma, tin, anggur kering, dan quince, sangat dianjurkan untuk dikonsumsi dalam kondisi perut kosong.
Jadi, selayaknya kaum muslimin memperhatikan waktu yang tepat untuk mengonsumsi buah-buahan, baik untuk mendapatkan manfaat nutrisinya maupun untuk menjaga kesehatan tubuh.***

Share this article
Urutan penyebutan buah sebelum makanan lain juga ditemukan dalam Al-Quran, seperti dalam surat Al-Waqi'ah ayat 20.