AYOJAKARTA.COM - Salah satu fenomena peradaban yang paling menyita banyak mata hingga saat ini adalah perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam mengubah nasib dunia.
Berselang 24 tahun sejak Kenabian yang diterima melalui Malaikat Jibril di Gua Hira, Nabi Muhammad SAW berhasil membawa perubahan.
Berada dalam lingkaran peradaban penuh kebodohan, Nabi Muhammad SAW memberi contoh kepada para umatnya untuk bisa mengubah nasib diri sendiri.
Baca Juga: Raih Keberkahan, 5 Keutamaan Menjalankan Ibadah Puasa Syawal
Bercermin pada kisah perjuangan penuh liku Baginda Rasulullah SAW dalam menghadapi musuh dari dalam dan luar, berikut adalah 5 isyarat yang bisa dipelajari:
5 Isyarat Merubah Nasib Bercermin dari Kisah Nabi Muhammad SAW
Isyarat pertama yang dapat diambil dari proses revolusi peradaban dari Nabi Muhammad SAW adalah Memiliki Perspektif Positif.
Kata Iqra dan berarti Bacalah, merupakan kata ajakan dari Malaikat Jibril yang memiliki makna implisit untuk selalu membaca realitas di sekitar.
Untuk membaca sebuah rangkaian fenomena secara menyeluruh, tentu saja membutuhkan kemampuan membaca diri secara mendalam.
Keberhasilan mengetahui, mengenali dan menyadari kemampuan diri sendiri, akan mendatangkan perspektif diri positif untuk ditularkan kepada sekitar.
Adanya kesadaran diri yang positif, akan dapat mempengaruhi atau menular pada perkataan, tindakan serta pada tingkat pemikiran.
Isyarat kedua yang dapat dihadirkan dalam membaca perjuangan Nabi Muhammad SAW adalah Bersabar Menghadapi Ujian.
Fitnah, caci-maki, bahkan ancaman pembunuhan merupakan bagian dari proses yang akan selalu dialami oleh Orang-orang pilihan atau Pekerja Cahaya.
Namun demikian, adanya Keyakinan yang Kuat kepada Allah SWT atas setiap permasalahan, justru akan membuat hubungan dengan Tuhan semakin dekat dan tidak berjarak.
Adanya sistem kepercayaan atau Belief System yang hadir melalui proyeksi pikiran positif, serta perilaku sabar, akan mendatangkan kedamaian.
Isyarat keempat yang dapat dipelajari dari perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam mengubah peradaban adalah Mudah Memaafkan.
Setiap kali Ego seseorang merasa tersentuh, kesadaran diri untuk memaafkan tentu saja bukan perkara sederhana.
Ego merupakan bentuk kemelekatan seseorang dengan Diri Palsunya sendiri, yang dalam istilah Tasawuf sering dikenal sebagai Hijab atau Penutup.
Isyarat kelima yang dapat dipelajari dari proses Nabi Muhammad SAW mengubah peradaban adalah Kemampuan Membaca Potensi Orang Lain.
Sempat menjadi korban perundungan, dan persekusi, Nabi Muhammad SAW tetap santun meski sudah mendapat dukungan dari Raja Preman bernama Umar bin Khattab. ***

Share this article
Bercermin pada kisah perjuangan Baginda Rasulullah SAW dalam menghadapi musuh berikut adalah 5 isyarat yang bisa dipelajari