AYOJAKARTA.COM--Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa dalam rumah tangga yang memiliki kewajiban untuk mencari nafkah adalah suami, bukan istri.
Namun bagaimana jika dalam rumah tangga justru istri yang mencari nafkah? Ustaz Adi Hidayat mengingatkan bahwa Allah tidak akan menurunkan rezeki untuk rumah tangganya.
Menurut Ustaz Adi Hidayat seorang laki-laki akan bertugas menjadi imam setelah menikah hal ini tercantum di dalam Al Quran.
Laki-laki diberikan kelebihan dibandingkan dengan perempuan karena diberikan perangkat mencari nafkah. Ada sejumlah ayat dalam Al Quran yang bisa menjadi panutan umat muslim dalam mencari nafkah.
“Kalau ingin yang standar Al Baqarah 168. Kalau ingin agak cepat, nyarinya nggak susah, datang rezekinya mengalir dengan mudah, Al Baqarah 172,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
“Kalau nggak terlalu lambat tapi cepat sekali datangnya bahkan belum minta sudah turun, baru gerak dikit saja itu masya Allah Al A’raf 96,” lanjutnya.
Namun sebelum mengamalkan ayat-ayat tersebut, wajib hukumnya kepada para suami untuk terlebih dahulu paham bahwa mencari nafkah merukapan tanggung jawabnya.
Maka setelah itu Ustaz Adi Hidayat mengatakan bahwa ada jaminan Allah akan menurunkan rezekinya untuk seluruh anggota keluarga. Berbeda halnya jika seorang istri yang mencari nafkah, maka Allah tidak menurunkan rezeki yang cukup untuk satu keluarga.
Tapi Allah hanya akan memberikan rezeki untuk si istri saja, kecuali dalam keadaan tertentu di mana suami tidak sanggup untuk mencari nafkah.
Baca Juga: Ingin Pekerjaan Lancar dan Rezeki Melimpah? Amalkan 2 Bacaan Tahajud Ini Kata Ustaz Adi Hidayat
“Rezeki orang satu rumah diturunkan oleh Allah, di tangan anda para pria. Tapi kalau dibalik yang istrinya yang mencari nafkah, bukan bekerja ya, istri yang mencari nafkah maka jangan harap rezeki orang serumah diturunkan pada istri,” ungkap Ustaz Adi Hidayat.
“Hanya untuk pribadinya saja, kecuali untuk keadaan tertentu. Seorang perempuan yang bertugas mencari nafkah selama suaminya mampu ia mencari, itu akan selalu masalah di rumah tangganya dan selalu kurang (rezekinya),” lanjutnya.
Baca Juga: Inilah Waktu Terbaik untuk Tunaikan Salat Dhuha Lengkap dengan Bacaan Doanya Menurut Buya Yahya
Berbeda halnya dengan jika istri bekerja hanya sebagai hobi, misalnya saja berdagang, itu tidak dilarang menurut Ustaz Adi Hidayat.
Tapi ia mengingatkan bahwa jangan sampai pekerjaan itu akan menunda atau membuat istri mengabaikan kewajibannya dalam rumah tangga.
“Karena itu bagi perempuan-perempuan yang berniat untuk bekerja misalnya, mohon maaf, maka pastikan tanggungjawab yang berada di rumah dan itu akan ditanya oleh Allah itu sudah selesai,” kata Ustaz Adi Hidayat, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kajian Islam Official (28/2/2023).***

Share this article
wajib hukumnya kepada para suami untuk terlebih dahulu paham bahwa mencari nafkah merupakan tanggung jawabnya