AYOJAKARTA.COM - Bulan suci ramadan tinggal menghitung hari, bulan yang ditunggu-tunggu umat muslim dunia.
Di Indonesia, menyambut bulan suci ramadan banyak tradisi yang biasanya dilakukan oleh masyarakat secara turun temurun.
Salah satunya adalah tradisi ziarah kubur jelang ramadan, yang biasanya dilakukan satu minggu sebelum ramadan.
Lantas bagaimana pandangan Islam tentang tradisi ziarah kubur?
Dikuti AyoJakartaa.com dari kanal Youtube Ustadz Abudul Somad Official Fans, berikut jawaban tentang tradisi tersebut.
Menurut UAS, Dahulu saat awal-awal masuk Islam, kata Nabi Muhammad SAW Ziarah kubur tidak diperbolehkan.
Hal tersebut lantaran orang-orang zaman dahulu salah mengartikan ziarah kubur untuk ajang sombong menyombong.
Namun saat ini hukum larangan ziarah kubur sudah dihapuskan. Orang orang bebas melakukan ziarah kubur.
Baca Juga: Geng Kemenkeu Bukan Seperti Anak SMP ungkap Deputi Pencegahan KPK Pahala!
Karena dengan ziarah kubur, manusia bisa mengingat akan kematian.
Untuk waktu ziarah kubur, sesuai kata Nabi Muhammad SAW, tidak ada waktu dan batasan tertentu.
Jadi pada saat jelas ramadan, tidak diharuskan untuk ziarah kubur.
“Kapan saja boleh, mau pagi, siang, malam. Mau menjelang ramadan, di bulan ramadan, mau menjelang idul fitri, pagi hari idul fitri, maka silahkan ziarah," tutur UAS.
Terkait kebiasaan masyarakat yang berziarah menjelang ramadan, UAS menjelaskan hal tersebut bisa memperkhusyuk ibadah ramadan nantinya.
Artinya ketika berziarah mengingat kematian, dan menganggap seolah-olah ramadan kali ini adalah ramadan terakhir.
Maka ziarah yang seperti itu termasuk ziarah yang dibenarkan. Semakin ziarah kubur menjelang ramadan, menguatkan keyakinan bahwa dia akan mati menghadap ALLAH SWT nantinya.***

Share this article
SOal tradisi ziarah kubur jelang ramadan di Indonesia, berikut pandangan Islam menurut Ustaz Abdul Somad