AYOJAKARTA.COM - Jelang bulan suci Ramadan banyak umat Islam di tanah air yang mempersiapkan segala sesuatunya agar ibadah di bulan tersebut berjalan lancar.
Beberapa diantaranya juga melakukan kegiatan nyekar atau ziarah kubur bagi keluarga yang telah meninggal.
Namun ada sebuah tradisi lainnya khususnya di wilayah pulau Jawa yang sering dilakukan menjelang bulan suci Ramadan yakni nyadran.
Dikutip AyoJakarta.com dari laman kebudayaan.jogjakota.go.id (13/3/2023), nyadran merupakan tradisi yang dilakukan masyarakat Jawa berupa budaya mendoakan leluhur yang sudah meninggal.
Namun tak hanya mendoakan lambat laun tradisi tersebut berubah dengan berbagai macam seni budaya.
Nyadran sendiri berasal dari bahasa Sansekerta “Sraddha” yang artinya keyakinan.
Tradisi nyadran sendiri selain merupakan sebuah sarana mendoakan keluarga memiliki makna yang lainnya seperti momentum mengingat diri akan kematian dan menjaga kerukunan dan hangatnya persaudaraan.
Baca Juga: Denny Sumargo Anggap Rizky Billar Lupa Tuhan, Buntut Insiden Pelemparan Bola Biliar ke Lesti Kejora?
Tradisi ini biasanya dilakukan pada bulan Syaban dalam kalender hijriyah sedangkan dalam penanggalan Jawa disebut bulan Ruwah.
Beberapa rangkaian acara yang dilakukan pada saat prosesi tradisi adat nyadran antara lain:
1. Melakukan besik atau yang biasa disebut dengan kegiatan melakukan pembersihan makam leluhur secara gotong royong baik antar masyarakat maupun dalam suatu keluarga.
2. Kirab merupakan kegiatan berjalan membawa arak-arakan menuju lokasi Nyadran yang ditentukan.
3. Ujub merupakan kegiatan menyampaikan maksud dari kegiatan yang diadakan tersebut, biasanya hal ini dilakukan oleh pemangku adat.
4. Doa yang merupakan rangkaian acara nyadran tersebut biasanya dipimpin oleh para pemangku adat.
5. Kembul bujono dan tasyakuran merupakan penutup rangkaian tradisi Nyadran. Biasanya masyarakat membawa sendiri makanan yang akan disantap bersama- sama. Makanan tersebut merupakan olahan masakan tradisional khas masyarakat Jawa berupa ayam ingkung, sambal goreng ati, urap sayur dengan lauk rempah, perkedel, tempe dan tahu bacem, dan lain sebagainya.
Tradisi nyadran memiliki perbedaan di setiap wilayah tergantung dengan kearifan lokal masing-masing wilayah.
Namun nilai nilai sosial budaya tetap sama seperti contohnya gotong royong, pengorbanan, ekonomi, menjalin silaturahmi, dan saling berbagi antar masyarakat.***

Share this article
Simak tradisi Nyadran di Pulau Jawa jelang bulan Ramadan, apa saja dan ngapain aja nih? Dari mulai ziarah kubur hingga arak-arakan.