AYOJAKARTA.COM – Setiap memasuki bulan Dzulhijjah, umat muslim akan kembali bertemu dengan Hari Tasyrik.
Meskipun istilah Hari Tasyrik sering terdengar di telinga, namun tidak sedikit umat muslim yang belum mengetahui tentangnya.
Hari Tasyrik yang berada di bulan Dzulhijjah, memiliki kaitan erat dengan istilah lain yakni Hari Arafah, atau hari kesembilan.
Hari Arafah sendiri adalah hari dimana umat muslim yang sedang melaksanakan rangkaian ibadah haji melakukan ibadah wukuf di tanah suci.
Pada hari Arafah atau tanggal 9 Dzulhijjah, umat muslim disunnahkan untuk melakukan ibada puasa yang dikenal dengan Puasa Arafah.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa arafah menghapus dosa setahun lalu dan setahun yang akan datang.
Baca Juga: Indahnya Sumur Azdaq, Tempat Rasulullah SAW Pertama Kali Sampai di Madinah, Airnya Begitu Jernih
Tepat pada hari kesepuluh bulan Dzulhijjah, dikenal oleh seluruh umat muslim dengan istilah Hari Idul Adha.
Sedangkan hari Tasyrik adalah adalah hari urutan kesebelas sampai dengan hari ketiga belas di bulan Dzulhijjah.
Pada hari Tasyrik atau tanggal 11 hingga 13 Dzulhijjah, umat muslim masih diperkenankan untuk melakukan ibadah penyembelihan hewan kurban.
Dalam salah satu kajian bersama jamaah, Ustaz Abdul Somad sempat menjelaskan tentang maksud dari hari Tasyrik.
Menurut Ustaz Abdul Somad, Tasyrik memiliki akar kata Syaroko, Yusariku, Tasyrik yang berarti Cahaya Matahari.
Adapun sebutan Tasyrik erat kaitannya dengan kebiasaan masyarakat Arab dalam mengawetkan daging pada masa lampau.
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Inilah 5 Amalan Sunah di Hari Tasyrik yang Penuh Pahala, Apa Saja?
“Kenapa disebut Tasyrik? Karena untuk menjemur daging dengan menggunakan cahaya matahari,” terang Ustaz Abdul Somad.
Lebih lanjut, Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa budaya Arab pada masa itu belum mengenal teknik untuk mengawetkan daging kecuali dengan menjemur.
Hari untuk menyembelih hewan kurban dan menjemur daging menggunakan cahaya matahari, menurut UAS adalah maksud dari hari Tasyrik.
Umat muslim yang pada 10 Dzulhijjah belum sempat berkurban, masih mendapat kesempatan untuk menyembelih sampai tanggal 13.
Karena itulah, pada Hari Tasyrik yang merupakan waktu toleransi menyembelih hewan kurban; setiap umat muslim diharamkan untuk melakukan ibada puasa sunnah.
“Mengapa diharamkan berpuasa di hari Tasyrik, karena hari tasyrik merupakan hari raya untuk makan,” terang Ustaz Abdul Somad.
Penjelasan Ustadz Abdul Somad tentang hari tasyrik sejalan dengan hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Ahmad, Abu Daud serta Imam Nasa'i.
“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum dan banyak mengingat Allah SWT,”
Demikian penjelasan Hari Tasyrik yang dikutip Ayojakarta pada Minggu, 2 Juli 2023 dari kanal Youtube Pak Udo.

Share this article
Menurut Ustaz Abdul Somad, Tasyrik memiliki akar kata Syaroko, Yusariku, Tasyrik yang berarti Cahaya Matahari.