AYOJAKARTA.COM - Indonesia belakangan ini tengah dilanda curah hujan yang sangat tinggi, hal ini membuat bencana hidrometeorologi semakin membayangi.
Beberapa wilayah bahkan telah dilaporkan terkena imbas dari tingginya curah hujan pada awal tahun 2023 ini seperti contohnya banjir di wilayah Aceh.
Namun sesungguhnya bukan hanya bencana hidrometeorologi yang harus dikhawatirkan melainkan El Nino yang diperkirakan akan segera menyambangi wilayah Indonesia.
Indonesia pun dinilai harus mulai bersiap dari sekarang terkait gejala alam El Nino yang diperkirakan datang pada pertengahan tahun 2023 ini.
Dikutip ayojakarta.com dari laman ayobandung.com dengan judul artikel "Alarm BMKG Menyala, El Nino Kirim Hawa Horor ke Indonesia", prediksi lebih spesifik dari Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati bahwa El Nino akan datang sekitar bulan Juni- Agustus 2023.
Perkiraan yang disampaikan oleh Dwikorita Karnawati tersebut memiliki probabilitas sekitar 50 persen.
Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa efek dari bencana El Nino ini bisa mengkhawatirkan, pasalnya curah hujan bakal diperkirakan bakal berkurang secara drastis.
Hal ini pun benar-benar harus diwaspadai jika curah hujan menurun drastis maka akan terjadi bencana kekeringan di Indonesia.
“Ada 50% peluang mengalami El Nino lemah. Dampaknya kekeringan karena curah hujan berkurang,” terang Dwikorita dikutip dari ayobandung.com (1/2/2023).
Berdasarkan catatan data ONI, triple-dip La Nina selalu diikuti kejadian El Nino.
Baca Juga: Tepis Pengakuan Penumpang Audi A6 Sebagai Istri Sah Kompol D, Polda Metro: Punya Hubungan Istimewa
Selain itu dari dua kejadian sebelumnya gejala alam El Nino selalu terjadi lebih dari satu tahun dengan data sebagai berikut.
La Nina 1973/1974/1975 diikuti El Nino 1976 dan 1977.
La Nina 1998/1999/2000 diikuti El Nino 2002 dan El Nino 2004.
Sedangkan untuk tiga tahun terakhir ini siklus yang terjadi sama dengan dua kejadian yang sebelumnya yaitu La Nina 2020/2021/2022 juga berpotensi diikuti El Nino lebih dari satu kali.
Dwikorita menambahkan bahwa dengan adanya gejala alam berupa El Nino ini membuat Indonesia kehilangan massa udara basah.
“Artinya di wilayah Indonesia ini kehilangan massa udara basah,” tambahnya.
Hal ini pun kemudian dapat menyebabkan beberapa bencana seperti kebakaran hutan, kekeringan yang melanda di sejumlah daerah dan biasanya diikuti dengan gagal panen.
Artikel ini telah terbit pada laman ayobandung.com dengan judul "Alarm BMKG Menyala, El Nino Kirim Hawa Horor ke Indonesia".***
Share this article
Bukan hanya bencana hidrometeorologi yang harus dikhawatirkan melainkan El Nino yang diperkirakan akan segera menyambangi wilayah Indonesia.