AYOJAKARTA.COM - Valentine Day atau yang dikenal sebagai hari kasih sayang menjadi momen yang paling dinanti oleh sebagian besar remaja dunia.
Di Indonesia sendiri, muncul perdebatan mengenai perayaan Valentine, karena beberapa orang berpandangan bahwa itu haram.
Ustad Felix Siauw dalam kajiannya menjelaskan tentang asal usul valentine day dan hukum merayakan dalam Islam.
Hari Valentine (Valentine Day) yang jatuh setiap tanggal 14 Februari memiliki sejarah panjang yang erat berhubungan dengan masyarakat Nasrani.
Baca Juga: Jelang Sidang Vonis, Begini Jawaban Mengejutkan Hard Gumay Soal Prediksi Hukuman Ferdy Sambo!
Ustad Felix Siauw bahwa Islam tidak pernah mengharamkan yang dinamakan dengan cinta. Bahkan Islam memberikan ruang untuk cinta.
Ia juga mengungkapkan bahwa Allah tidak mengharamkan cinta tapi mengaturnya dengan baik, agar kita menyalurkannya dengan baik pula.
Tapi hal tersebut tidak berlaku di jaman sekarang, dimana sebagian orang menganggap cinta sama dengan nafsu, dan ini dilakukan pada saat merayakan valentine day.
Para ulama setuju bahwa valentine day bukan merupakan budaya Islam, termasuk Ustad Felix Siauw yang menegaskan bahwa orang muslim tidak boleh merayakannya.
Baca Juga: Terpopuler! Bambang Widjojanto Dihadapan Novel Baswedan Sebut Candaan Ketua KPU RI adalah Pengakuan?
“Ketika orang muslim merayakan valentine day, mereka tidak ada ubahnya dengan orang-orang yang lain yang tidak beragama Islam,” jelas Ustad Felix Siauw dikutip ayojakarta.com dari kanal YouTube SMK Negeri 1 Pokong.
Dalam kajiannya tersebut Ustad Felix Siauw juga menjelaskan secara singkat asal usul valentine day yang berasal dari Romawi.
“Valentine day dahulunya adalah sebuah perayaan Romawi, yang disebut dengan perayaan Lupercalia, tutur Ustad Felix Siauw.
Selanjutnya ia menjelaskan bahwa Perayaan Lupercalia ini biasanya dirayakan pada tanggal 13 sampai dengan 18 Februari.
Dimana tanggal 13 dan 14 Februari dikhususkan bagi Dewi Kesuburan dan juga Dewa Kesuburan.
Dewa Kesuburan menurut orang Romawi dilukiskan seperti kambing berbadan manusia.
Dan mereka merayakan kesuburan ini dengan cara mengumpulkan sperma laki-laki dan perempuan, lalu para perempuan menuliskan nama mereka dan dimasukkan ke dalam suatu wadah yang tersedia.
Kemudian para laki-laki akan mengundi dari pada sperma perempuan dan kemudian membacanya. Untuk nama yang terpilih m, maka akan saling bersama dalam satu malam.
Nah untuk satu malam ini, yang mereka lakukan tentu saja adalah sesuatu yang berbahaya.
Efek dari sejarah, asal usul valentine day tersebut masih terasa sampai sekarang. Tidak hanya di Indonesia, di belahan dunia ini merayakan valentine day sudah menjadi hal yang biasa.
Akan tetapi hal yang menakutkan adalah valentine day identik dengan hubungan freesex.
Meskipun ada beberapa umat muslim yang menyangkal tidak melakukan hubungan tersebut saat merayakan, secara Islam hal tersebut dianggap sama saja.
Maka dari itu Ustad Felix Siauw berpesan untuk tidak merayakan valentine day sesuai dengan Hadist Rasulullah SAW.
Hadits Nabi Muhammad SAW
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum itu”.
Diakhiri video Ustad Felix Siauw menegaskan bahwa valentine day bukan bagian dari perayaan kita, itu merupakan bagian dari perayaan kaum Nasrani, bahkan itu adalah perayaan yang menyesatkan. ***

Share this article
Ustad Felix Siauw dalam kajiannya menjelaskan tentang asal usul valentine day dan hukum merayakan dalam Islam.