AYOJAKARTA.COM - Marhaban Yaa Ramadan, bulan Ramadan merupakan bulan penuh berkah yang selalu ditunggu-tunggu kedatangannya.
Umat Islam di seluruh dunia juga di Indonesia memiliki kebiasaan saat Ramadan baik durasi puasa maupun menu khas untuk berbuka puasa.
Bagaimana perbedaan suasana saat datang waktu Ramadan di negara-negara lain di penjuru negara, dapat diketahui dari ulasan berikut.
Australia, lama berpuasa di negara ini merupakan salah satu negara yang memiliki durasi tercepat di dunia yaitu selama 10 hingga 11 jam.
Umat Islam di Australia biasanya berbuka puasa saat berada di jalan pulang dari kantor sekitar jam 5 sore, untuk sholat tarawihnya biasanya hanya 11 rakaat.
Jepang, Kurma yang dikenal sebagai makanan khas berbuka puasa di Arab ataupun di Indonesia, di jepang mereka punya makanan khas untuk berbuka yaitu Dorayaki.
Para umat muslim di jepang biasanya juga membentuk panitia ramadan yang bertugas menyusun kegiatan selama Ramadan di Japan Islamic Center.
Afrika selatan, berbeda dengan Australia, durasi puasa saat Ramadan di Afrika mencapai 14 jam setiap hari.
Dengan suhu diatas 30 derajat celcius, namun umat muslim di sana menjadikan puasa sebagai momentum untuk memperbaiki diri.
Baca Juga: Jelang Ramadan 2023: Bagaimana Aturan Minum Obat Saat Menjalani Puasa? Begini Anjuran Kemenkes
Ramadan menjadi waktu yang untuk syiar melalui semua corong media, makanan untuk berbuka di Afrika ada Samosa, pie, kari dan halim, sejenis kaldu
Mesir, Kota Kairo punya tradisi memasang lampu fanus atau lampu tradisional hingga kota Kairo menjadi kota sejuta lampu, itu terjadi sejak zaman dinasti Fatimiah.
Kunafa merupakan makan khas mesir yang selalu dinantikan ketika berbuka, umat muslim Mesir berlomba membuat tempat berbuka puasa gratis untuk mencari pahala.
Baca Juga: Menu Pilihan untuk Pertengahan Ramadan, Cukup dengan Menyiapkan Dua Jenis Bahan Makanan
Rusia, durasi puasa 17 jam di Rusia merupakan salah satu durasi puasa terlama di dunia, namun itu tidak membuat halangan lebih dari 20 juta umat muslim Rusia,
Biasanya mereka kerap berkumpul dimasjid-masjid untuk berbuka dan menikmat Kingwash atau Galnas.
Selain itu, masyarakat muslim Rusia juga akan meminum Kvass, yaitu minuman hasil fermentasi yang tidak beralkohol.
Baca Juga: Emak-emak Waspada! Belum Ramadan, Harga Bahan Pokok di Bali Sudah Melonjak Naik
Sama halnya dengan Indonesia yang menggunakan bunyi-bunyian, baik petasan atau bedug sebagai penanda waktu, muslim Arab Saudi juga memiliki penanda.
Meriam Ramadan di Mekah Al mukaromah merupakan penanda masuknya Ramadan, tanda berbuka, tanda sahur, tanda imsyak dan tanda masuknya 1 syawal.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Rabu, 15 Februari 2023 dari kanal youtube LiverLona. ***

Share this article
Suasana Ramadan di berbagai negara, ada yang waktu puasanya lebih cepat hanya 10-11 jam yakni di Australia.