AYOJAKARTA.COM - Sebagai umat Islam kita harus mengetahui apa makna dari Isra Miraj, bagaimana kisahnya dan bagaimana perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa tersebut.
Isra Miraj merupakan peristiwa yang agung di mana Allah SWT memberikan keistimewaan kepada Nabi Muhammad SAW untuk melakukan perjalanan mulia.
Bersama Malaikat Jibril, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalan Isra Miraj dari Masjidil Haram Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian dilanjutkan ke Sidratul Muntaha.
Dikutip Ayojakarta.com dari nu.or.id pada Jumat (17/2/2023), Imam Bukhari mengisahkan perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dalam sahih Bukharinya.
Baca Juga: Malem Selikuran, Tradisi Sambut Malam Lailatul Qadar Jelang Ramadan di Yogyakarta, Seperti Apa Itu?
Ketika Nabi Muhammad SAW berada dalam suatu kamar dalam keadaan tidur, datang malaikat mengeluarkan hati Nabi dan mencucinya.
Setelah dicuci, hati Nabi Muhammad SAW kemudian diberikan emas yang dipenuhi dengan iman.
Ketika hati Nabi Muhammad SAW dikembalikan seperti semula, ia selanjutnya melakukan perjalanan Isra Miraj dengan mengendari Buraq dan diantar Malaikat Jibril.
Saat Nabi Muhammad SAW dan Malaikat Jibril berada di langit dunia kemudian terdapat pertanyaan tentang siapa dan bersama siapa.
"Siapa ini?"
"Jibril", jawab Malaikat Jibril.
"Siapa yang bersamamu?"
"Muhammad", jawab Malaikat Jibril.
Baca Juga: Kata Ucapan Isra Miraj Singkat untuk Media Sosial dan Sejarah Singkatnya
“Selamat datang, sungguh sebaik-baiknya orang yang berkunjung adalah engkau, wahai Nabi. Di langit dunia ini, Nabi bertemu dengan Nabi Adam AS, Malaikay Jibril menunjukkan bahwa Nabi Adam AS adalah bapak dari para nabi.
Lalu Jibril meminta agar Nabi Muhammad SAW berdoa untuk mengucapkan salam kepada Nabi Adam.
Saat itu, Nabi Muhammad SAW mengucapkan salam kepada Nabi Adam AS begitu sebaliknya Nabi Adam AS juga mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW.***

Share this article
Berikut kisah perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW termasuk saat Malaikat Jibril mencuci hatinya.