JPU Tanyakan Efek DVR CCTV yang Dimatikan Paksa hingga Puluhan Kali Usai Brigadir J Tak Bernyawa: Hilang?

JPU Tanyakan Efek DVR CCTV yang Dimatikan Paksa hingga Puluhan Kali Usai Brigadir J Tak Bernyawa: Hilang?
JPU Tanyakan Efek DVR CCTV yang Dimatikan Paksa hingga Puluhan Kali Usai Brigadir J Tak Bernyawa: Hilang?

AYOJAKARTA.COM - Kasus Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J hingga kini masih terus bergulir.

Baru-baru ini didapatkan barang bukti berupa hardisk dengan kapasitas 1 TB dalam kasus yang menyeret nama Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Yang kemudian barang bukti dalam kasus pembunuhan Brigadir J itu telah diserahkan kepada tim Puslabfor Polri.

Baca Juga: Tak Berhenti di G20, Erick Tohir Siap Tingkatkan Kolaborasi Berkelanjutan dengan PNM

Barang bukti lain yang ditemukan adalah DVR CCTV, benda itu diterima dari penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

Mengutip dari Suara.com, menyebutkan bahwa DVR CCTV di sekitar rumah dinas Ferdy Sambo, Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan dimatikan berkali-kali.

Akibatnya, yakni file yang berada di dalam DVR CCTV tidak dapat terdeteksi.

Hal itu kemudian mencuat ketika tim Puslabfor Polri mendapat barang bukti berupa DVR CCTV dari penyidik Polres Metro Jakarta Selatan.

Kemudian selain DVR CCTV, didapatkan satu unit hardisk dengan kapasitas 1 tera yang telah diserahkan.

Baca Juga: Krishna Murti Beberkan Motif Sebenarnya Ferdy Sambo Bunuh Brigadir J, Faktanya...

"Ada pertama kami telah melakukan pemeriksan di kasus ini satu unit hardisk warna hitam, kedua adalah terhadap barbuk digital unit DVR, dan satu buah microsoft surface hitam dalam keadaan terurai atau rusak," kata salah satu anggota Puslabfor, Hery Priyanto.

Kemudian Jaksa Penuntut Umum atau JPU menanyakan siapa pihak yang menyerahkan barang bukti DVR itu.

"Yang nyerahin DVR?" tanya Jaksa Penuntut Umum.

Lalu Hery menjelaskan bahwa barang bukti berupa DVR itu didapatkan dari Polres Jakarta Selatan.

"DVR itu dari Polres Jaksel," ungkapHery Priyanto.

JPU kembali bertanya terkait jumlah hardisk yang diberikan.

"Berapa hardisk?" tanya JPU kembali pada saksi Hery.

Baca Juga: Aturan Anyar Penerimaan Mahasiswa Baru lewat SNPMB 2023 dan UTBK 2023: Cek di Sini

Menurut Hery hardisk yang ditemukan berjumlah 1 dengan kapasitas 1 terabyte.

"Satu, kapasitas 1 TB," jawab Hery.

Kemudian Hery pun menjelaskan hasil pemeriksaan, menunjukkan bahwa hardisk tidak terdeteksi dalam sistem DVR.

Anggota Puslabfor Polri telah melakukan pemeriksaan dan tidak ada file yang tersimpan dalam hardisk tersebut.

"Selanjutnya kami lakukan pemeriksaan metode forensik, kami temukan hardisk tersebut tidak dikenali sebagai file sistem, dan tidak terdapat file apapun," ujar Anggota Puslabfor Polri.

Hery Priyanto juga mengatakan sempat menganalisa dan mendapati jejak digital berupa abnormal shutdown alias DVR pernah dimatikan secara tidak normal.

Baca Juga: Viral Guru Buang Kue Pemberian Murid, Cek Fakta Sebenarnya di Sini

Lalu disebutkan, bahwa tercatat DVR itu dimatikan pada tanggal 13 Juli 2022, dimatikan sebanyak 17 kali.

Ditemukan pula pada 12 Juli 2022 sebanyak tujuh kali, kemudian pada 10 dan 8 Juli 2022 masing-masing satu kali.

Hingga disebutkan, DVR itu pernah dimatikan paksa sebanyak 26 kali.

"Kami temukan jejak digital berupa abnormal shutdown, pada tanggal 13 Juli 2022 sebanyak 17 kali. 12 Juli 2022 sebanyak tujuh kali, 10 Juli sebanyak satu kali, dan 8 Juli sebanyak satu kali," sebut Hery.

Menurut Hery, dengan mematikan paksa sebuah DVR, dapat berpengaruh pada sistem penyimpanan.

Baca Juga: Gempa Megathrust Ancam Potensi Tsunami Setinggi 20 Meter, Ini Wilayah Zona Megathrust dan Prediksi Tumbukannya

Salah satunya yakni file yang tersimpan dalam DVR tersebut tidak dapat terdeteksi.

"Efeknya apa?" tanya JPU kepada Hery Priyanto.

"Efeknya pengaruh tersebut bisa berpengaruh kepada sistem penyimpanan yang ada di DVR tersebut," ujar Anggota Puslabfor itu.

Hal ini menjadi pertanyaan baru bagi JPU, akankah dengan mematikan paksa DVR akan berakibat hilangnya file di dalam DVR itu.

"Hilang?" tanya Jaksa Penuntut Umum.

Baca Juga: Bikin Merinding, Ronny Talapessy Sebut Richard Eliezer Saksi yang Membuka Kotak Pandora, Ini Alasannya

Lalu Hery Priyanto kembali menjawab pertanyaan JPU.

"Bisa, atau tidak terdeketsi. Karena ketika DVR kita nyalakan seperti sebuah komputer, memiliki sistem hardisk yang mana merekam kegiatan. Ketika berputar, kita matikan secara tidak normal mati paksa maka akan terkunci," ungkapnya.

"Namun ada beberapa kali dua kali sampai tiga kali maka akan timbul dari beberapa kasus hardisk tersebut tidak terbaca akan rusak. Hardisk tersebut akan rusak di dalamnya," tambah Hery kepada JPU.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Brigadir J
# DVR
# JPU
# Ferdy Sambo
# efek
# CCTV

News Update

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.

Metropolitan

Pramono Anung Komitmen Tekan Angka Tawuran di Jakarta, Fasilitas Publik Terus Ditambah

Pernyataan ini disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menanggapi insiden tawuran yang terjadi di kawasan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara.

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.