AYOJAKARTA.COM - Puluhan Ribu Netizen Tanda Tangani Petisi Desak Iwan Bule Mundur Sebagai Ketua PSSI, Imbas Tragedi Kanjuruhan (Instagram Mochamadiriawan84)
Puluhan ribu netizen tanda tangani petisi yang berisi desak Mochamad Iriawan atau Iwan Bule untuk mundur dari dari posisi Ketua PSSI.
Hal ini merupakan imbas dari tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) malam, yang menewaskan ratusan jiwa.
Tagar Iwan Bule Out (#IwanBlueOut) pun ramai dan menjadi perbincangan netizen atau warganet Twitter.
Baca Juga: Loker Terbaru 2022 Untuk Lulusan SMK Sampai S1 Multimedia, Link Daftar di Sini !
Dilansir dari laman change.org, Hingga Kamis 6 Oktober 2022 pukul 11.16 WIB, sudah ada 10.960 netizen yang menandatangani petisi “Tragedi Kanjuruhan, Desak Ketua Umum dan Pengurus PSSI Mengundurkan Diri”.
Petisi Desak Iwan Bule mundur dari jabatan sebagai Ketua PSSI merupakan bentuk penghormatan dan respect terhadap korban tragedi kerusuhan Stadion Kanjuruhan, Malang dan untuk pembenahan sepakbola secara keseluruhan.
“Meminta ketua Umum dan pengurus PSSI untuk mundur dari jabatannya, sebagai bentuk hormat dan respek terhadap korban tragedi kerusuhan Stadion Kanjuruhan, Malang dan untuk pembenahan sepakbola secara keseluruhan,” bunyi petisi tersebut di laman change.org.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ini 4 Amalan yang Dapat Umat Muslim Lakukan saat Memperingati Maulid Nabi 1444 H
“Seragkan investigasi kepada Kemenpora/KONI selaku organ pemerintah dan penegak hukum dan FIFA untuk membuat investigasi atau langkah yang diperlukan,” lanjutnya,
Tragedi Kanjuruhan juga disebut sebagai salah satu tamparan keras untuk semua pihak, bahwa ada persoalan krusial dalam persepakbolaan nasional yang sangat penting.
“Semua pihak yang berkepentingan harus duduk satu meja mencari solusi agar menjadikan sepakbola Indonesia lebih maju dan berkembang, berhentilah mencari pamor dan aspek politikus terlebih pasca tragedi Kanjuruhan,” tandasnya.
Tragedi Kanjuruhan terjadi karena kekecewaan Aremania setelah kalah 2-3 dari Persebaya, suporter Aremania pun turun ke lapangan.
Baca Juga: Heboh KDRT Lesti Kejora, Tetangga Beberkan Sifat Asli Rizky Billar: Agak-agak Anaknya
Polisi sudah memperingatkan untuk tidak turun ke lapangan, namun ibauan itu dihiraukan dan aparat keamanan menembakan gas air mata, terlebih lagi ke tribun.
Diketahui sebagian korban tragedi Kanjuruhan adalah Aremania yang berdesak-desakan mencari jalan keluar setelah polisi merespons kerusuhan di lapangan dengan menembakan gas air mata ke tribun.
Para korban jiwa mengalami sesak napas sebelum akhirnya kehilangan nyawa, dan juga terinjak-injak karena kepanikan yang terjadi akibat lemparan gas air mata dari petugas keamanan ke tribun.
Pasalnya, Polisi lalai dalam menerapkan prosedur keamanan yang sesuai dengan standar FIFA, terutama peraturan penggunaan gas air mata yang dilarang FIFA.
Terlebih lagi Aremania sudah menyetujui pertandingan digeser ke sore hari. Surat ke PSSI Pusat juga telah dikirimkan pada tanggal 12 September 2022 , dan mendapat jawaban bahwa pertandingan tetap dilaksanakan malam.***

Share this article
Petisi Desak Iwan Bule mundur dari jabatan sebagai Ketua PSSI merupakan bentuk penghormatan dan respect terhadap korban tragedi Kanjuruhan.