Akhirnya! Bripka RR Bongkar Semua Skenario Busuk Ferdy Sambo, Adegan Menangis Hanya Rekayasa

Bripka RR ungkap pelecehan seksual Putri Cahdrawathi di Magelang oleh Kuat Maruf

Bripka RR ungkap pelecehan seksual Putri Cahdrawathi di Magelang oleh Kuat Maruf

AYOJAKARTA.COM - Akhirnya terkuak sudah semua skenario busuk Ferdy Sambo.

Hal itu awalnya terungkap dari pengakuan ajudan Ferdy Sambo, Bripka RR yang mulai membongkar kebenaran yang terjadi di Magelang, sehari sebelum Brigadir J tewas. 

Mengejutkannya, Bripka RR mengungkap fakta bahwa Putri Candrawathi menangis di kamar mandi itu hanya rekayasa. 

Baca Juga: BAP Putri Candrawathi Berbeda dengan ART Susi: Dengar Suara Desahan, Begini Pengakuannya

Seperti dilansir AyoJakarta.com dari Teras Gorontalo dengan judul "Misteri Tangisan Susi Terungkap, Bripka RR Lihat Om Kuat Panik, Putri Candrawathi Terkapar Lemas di Kamar".

Menurut pengacara Bripka RR, Erman Umar jika yang menangis saat peristiwa di Magelang itu bukanlah Putri Candrawathi.

Erman menuturkan jika kliennya mendapati Susi sedang menangis di kamar sedangkan Putri Candrawathi terkapar di tempat tidur.

Baca Juga: Lihat Kuat Maruf Bopong Putri Candrawathi ke Kamar, Susi ART Ferdy Sambo Dengar Rintihan dari Kamar Majikan

"Jadi yang nangis itu bukan Putri Candrawathi, melainkan ART Ferdy Sambo yakni Susi," ujarnya dikutip dari YouTube Beda Enggak.

Erman mengatakan jika ada kemungkinan bila Susi melihat antara aksi Om Kuat atau Brigadir J kepada Putri Candrawathi.

Karena saat Bripka RR masuk hendak naik ke lantai dua rumah Ferdy Sambo di Magelang, ia melihat Om Kuat nampak emosi ditangga.

Baca Juga: Hasil Lie Detector Ferdy Sambo Keluar, Dicocokkan dengan Putri Candrawathi dan Susi, Begini Hasilnya

Sayangnya, Bripka RR tak tahu alasan Kenapa Om Kuat sangat panik dan emosi waktu itu.

"Ketika ditanya oleh Bripka RR, Kuat hanya jawab jika Brigadir J terlihat naik turun ditangga. Tapi kejadian sebenarnya tak dikatakan Kuat," ujarnya.

Anehnya lagi, meskipun Brigadir J katanya melecehkan M Putri Candrawathi, namun istri Ferdy Sambo itu tetap mencari sang ajudan pasca kejadian di Magelang.

Baca Juga: Bripka Ricky Rizal Bongkar Pertemuan Putri Candrawathi dan Brigadir J di Kamar, Susi Disuruh Kuat Maruf Begini

Dan orang yang diminta Putri Candrawathi untuk memanggil Brigadir J adalah Bripka RR sendiri.

"Ibu Putri Candrawathi ini minta kepada Bripka RR memanggil Brigadir J. Makanya klien saya turun dan sempat berbincang di lantai satu," ujarnya.

"Tapi Brigadir J juga tak mau memberitahukan tentang apa yang sebenarnya terjadi hari itu," ujar Erman. 

Sebagai informasi, kematian Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo masih jadi misteri.

Yah, ajudan dari Ferdy Sambo ini harus menghadapi kematian setelah dieksekusi atas perintah atasannya sendiri.

Isu pelecehan seksual dikabarkan menjadi salah satu alasan kenapa Ferdy Sambo tega menghabisi anak buahnya sendiri.

Ferdy Sambo yang murka karena diberitahu sang istri bila dilecehkan oleh Brigadir J lalu merencang pembunuhan bagi Brigadir J.

Baca Juga: Hasil Lie Detector ART Putri Candrawathi Terkuak, Pengakuan Sosok Diduga Susi di Media Sosial Terbukti Benar?

Sudah ada lima tersangka dalam kasus Brigadir J.

Mulai dari Ferdy Sambo, Bripka RR, Bharada E, Kuat Ma'ruf alias Om Kuat, dan Putri Candrawathi.

Belakangan ini diketahui kata-kata terakhir Brigadir J sebelum akhirnya menghadapi kematian.

Kata terakhir Brigadir J ini diungkapkan oleh salah satu tersangka dalam kasus Brigadir J yakni Bripka RR.

Seperti yang diketahui, Brigadir J dan Bripka RR sempat berbincang saat terjadi ketegangan di rumah Ferdy Sambo yang berada di Magelang. 

Kedua ajudan Ferdy Sambo tersebut bercakap terkait peristiwa di rumah Magelang.

Perbincangan tersebut diakui Bripka RR kepada kuasa hukumnya, Erman Umar.

Disisi lain, Bripka RR mengaku tidak mencium indikasi atau mencurigai adanya dugaan pelecehan atau kekerasan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Sebab peristiwa di Magelang yang diketahui dan dilihat langsung Bripka RR adalah adanya ketegangan antara Brigadir J dengan Kuat Maruf, sopir keluarga Ferdy Sambo.

Selain itu, ia juga melihat Susi, asisten rumah tangga Ferdy Sambo menangis di lantai dua rumah.

Sementara Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo, menurut Bripka RR, berbaring di kamarnya.

Bahkan menurut Bripka RR, Putri Candrawathi mencari Brigadir J kala itu.

Baca Juga: TERKUAK! Hasil Lie Detector Putri Candrawathi dan Susi Bongkar Semua Aib Kejahatan Ferdy Sambo

Hal itu dikatakan Bripka RR itu kepada kuasa hukumnya Erman Umar.

Menurutnya yang memang menjadi misteri dalam peristiwa itu, adalah kenapa Susi menangis dan apa penyebabnya.

"Yang memang menjadi pertanyaan saat itu, apa penyebab Susi menangis. Bripka RR tidak tahu penyebabnya, padahal Ibu Putri Candrawathi tidak menangis dan berbaring di kamarnya," ujarnya.

"Semuanya diam, soal Susi menangis ini, dan Bripka RR tidak tahu penyebab Susi menangis," katanya.

Erman mengatakan sebenarnya tugas Bripka RR sebagai ajudan khusus, utamanya menjaga dua anak Ferdy Sambo di Magelang yang bersekolah di SMA Taruna Nusantara Magelang.

"Dimana mereka duduk di kelas I dan III. Namun saat pandemi dan sekolah online, Bripka RR juga tugas di Jakarta," kata Erman.

Karenanya kata dia saat sehari sebelum pulang ke Jakarta, yakni tanggal 7 Juli 2022, dimana ada kejadian di Magelang, Bripka RR sedang mengurus dua anak Ferdy Sambo di Taruna Nusantara bersama Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.

Saat di Taruna Nusantara, kata Erman, Bripka RR diminta pulang oleh Putri Candrawathi.

"Dia dipanggil sama ibu Putri Candrawathi, disuruh pulang ke rumah, panggilan saat itu lewat telepon kepada Richard," kata Erman.

Pada saat kembali ke rumah kata Erman, menurut Bripka RR di lantai 1 rumah, kosong.

"Saat Bripka RR naik ke atas, dia lihat Om Kuat dalam keadaan panik dan tegang. Dia tanya, ada apa pak Kuat? Pak Kuat jawab, 'Enggak itu tadi si Yosua, naik turun naik turun, saya tanya, dia lari ke bawah. Dia gak mau dengar saya. Itu jawaban Kuat," katanya,

Baca Juga: Susi ART Ferdi Sambo Lihat Kuat Maruf Bopong Putri Candrawathi, Dengar Suara Rintihan dari Kamar Sang Majikan

"Saat itu kata Bripka RR, kondisi Susi menangis," ujar Erman.

Bripka RR menceritakan bahwa Brigadir J naik ke lantai dua dan mencoba melihat keadaan Putri Candrawathi yang diduga sakit.

"Tapi dihalangi oleh Om Kuat dengan pakai pisau. Akhirnya Brigadir J turun lagi ke bawah," katanya.

Kemudian kata Erman, Kuat mempersilahkan Bripka RR melihat kondisi Putri Candrawathi yang berbaring didalam kamar di lantai dua tersebut.

"Dia buka pintu kamar ibu, dan tanya. 'Ada apa Bu?'. Ibu tidak menjawab, tetapi malah bertanya. 'Joshua dimana?'," kata Erman.

Menurutnya setelah itu Bripka RR hendak turun ke lantai 1 untuk menemui Brigadir J.

Namun kata Erman, karena ada ketegangan antara Brigadir J dengan Kuat Maruf, Bripka RR berinisiatif menyembunyikan senjata api milik Brigadir J.

Tujuan Bripka RR melakukan itu, kata Erman, agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan jika terjadi pertengkaran kembali antara Brigadir J dengan Om Kuat.

"Kemudian Bripka RR turun ke bawah. Dia Brigadir J. Karena perintah ibu Putri Candrawathi kan, tanya Joshua dimana?," kata Erman.

Bripka RR lalu bertemu Brigadir J dan menanyakan ada masalah apa dengan Om Kuat.

"Bripka RR tanya ke Josua, ada apa dan kenapa bersitegang dengan Kuat. Josua menjawab agak marah, 'Iya bang, saya gak ngerti itu kenapa Om Kuat, marah-marah ke saya'. begitu jawaban Josua," kata Erman.

Baca Juga: Susi ART Ferdi Sambo Lihat Kuat Maruf Bopong Putri Candrawathi, Dengar Suara Rintihan dari Kamar Sang Majikan

Kemudian kata Erman, Bripka RR memberitahu Brigadir J, bahwa dirinya dicari dan dipanggil oleh Putri Candrawathi.

Kemudian Bripka RR dan Brigadir J ke lantai atas.

Bripka RR, kata Erman menunggu di pintu dan agak berjarak.

Tak lama kata dia kemudian Brigadir J keluar kamar, dan bersama Bripka RR kembali turun ke lantai 1.

"Pada saat mereka turun, Bripka RR ikuti Brigadir J, karena khawatir supaya jangan ada pertengkaran lagi dengan Om Kuat," ujar Erman.

"Bripka RR antar sampai ke bawah. Dia sempat tanya Josua juga, ada apa lagi. Yang kedua ini jawaban Josua melunak, 'Udah bang, gak ada apa-apa bang'. Ini berbeda dengan pertama sebelum Josua bertemu Ibu," katanya.

Dari keterangan Bripka RR, kata Erman, kliennya sama sekali tidak melihat adanya dugaan pelecehan atau kekerasan seksual kepada Putri Candrawathi yang diduga menjadi motif pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

"Jadi menurut RR, kejadian di Magelang tidak seperti yang dibayangkan. Dia tidak melihat dan tidak tahu adanya pelecehan ke Ibu," kata Erman.

Setelah itu kata dia, keesokan harinya mereka diajak Putri Candrawathi kembali ke Magelang.

Baca Juga: Kesaksian Kuat Maruf dan Deolipa Yumara Mirip, Susi Dengar Suara Rintihan dari Kamar Putri Candrawathi

2 Tersangka Pergoki Om Kuat

Peristiwa di Magelang sebelum kematian Brigadir J masih menyimpan banyak misteri. 

Banyak pertanyaan tentang apa yang sebenarnya terjadi saat ajudan Ferdy Sambo ini hendak menemui ajalnya.

Namun, beberapa fakta tentang kebenaran yang terjadi di Magelang mulai terungkap.

Salah satunya adalah ketika dua tersangka dalam kasus Brigadir J yakni Bharada E dan Bripka RR mendapati Kuat Ma'ruf alias Om Kuat dan Putri Candrawathi di kamar.

Bahkan, keduanya membeberkan mengenai gelagat sopir keluarga Putri Candrawathi itu saat dipergoki di kamar.

Fakta tentang Om Kuat dan Putri Candrawathi ini diprediksi akan membuat hukuman sang sopir kian berat.

Baca Juga: Hasil Pemeriksaan Lie Detector Putri Candrawathi dan ART Susi Sama, Apakah Itu?

Ferdy Sambo Terpojok ‘Saya Minta Backup’, Bripka RR Ubah Kesaksian Khianati Skenario Bosnya!

Diketahui, Bripka RR sebelumnya berkeras memberikan kesaksian sesuai skenario yang dibuat tersangka Ferdy Sambo.

Namun belakangan, ia justru berbalik dan mendukung penuturan Bharada E yang sudah lebih dulu mengungkap fakta pembunuhan.

Pengacara Bripka RR, Erman Umar pun menuturkan adanya kesaksian yang bersinggungan antara Bripka RR dan Bharada E.

Kejadian itu mereka lihat saat keduanya pulang dari sekolah anak Putri Candrawathi. 

"Ada sedikit kejadian yang dialami yang dilihat oleh Ricky dan Richard setelah diminta pulang oleh Ibu Putri Candrawathi," ujar Erman dikutip dari Channel YouTube Beda Enggak.

Erman menyebut, kliennya melihat Om Kuat tegang dan panik saat di lantai dua.

Namun, tak dijelaskan secara terang permasalahan yang membuat pria tersebut khawatir.

Baca Juga: Susi Menangis saat Melihat Putri Candrawati dan Kuat Maruf, Ternyata Hal Ini yang Jadi Penyebabnya

Om Kuat hanya mengatakan bahwa ia melihat Brigadir J naik turun tangga yang membuatnya curiga.

Sementara Susi, asisten rumah tangga (ART) Putri Candrawathi, disebutnya menangis.

Disisi lain, disebutkan pula bahwa Om Kuat sempat mengambil pisau dan menggunakannya untuk mengancam Brigadir J.

"Om Kuat sempat ngambil pisau menghalangi Yosua mau naik ke atas, ke tempat Ibu Putri Candrawathi," ungkap Erman.

Sebagai informasi, pada awal kasus pembunuhan Brigadir J di rumah Ferdy Sambo, semua orang percaya jika tak ada aksi saling tembak seperti yang dikatakan oleh polisi.

Benar saja, aksi saling tembak antara Brigadir J dan Bharada E ini ternyata hanyalah skenario cantik dari atasan Brigadir J yakni Ferdy Sambo.

Skenario yang diatur oleh Ferdy Sambo sebegitu ciamik akhirnya buyar setelah Bharada E memilih menarik berkas BAP pertamanya. 

Saat itu, Bharada E dalam BAPnya mengatakan jika dia dan Brigadir J terlibat saling tembak.

Namun nyatanya, Bharada E ternyata adalah orang pertama yang melakukan eksekusi terhadap Brigadir J.

Eksekusi Brigadir J dilakukan atas perintah sang atasan yakni Ferdy Sambo.

Dalam keterangan keduanya, Bharada E juga menyebutkan jika Ferdy Sambo ikut menenbak Brigadir J.

Usai nyanyian Bharada E, satu persatu kebenaran tentang kasus pembunuhan Brigadir J mulai terungkap.

Baca Juga: Susi Menangis saat Melihat Putri Candrawati dan Kuat Maruf, LPSK Ungkap Penyebabnya

Bahkan, Irjen Pol Ferdy Sambo langsung ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.

Ferdy Sambo tak sendirian, ada juga Bharada E, Bripka RR, Kuat Ma'ruf, dan Putri Candrawathi yang resmi menyandang status tersangka.

Kelima tersangka ini diketahui ikut terlibat dalam eksekusi Brigadir J.

Usut punya usut, pembunuhan Brigadir J ternyata berasal dari peristiwa di Magelang.

Selain Bharada E, ada satu lagi ajudan Ferdy Sambo yang mulai bernyanyi dengan merdu. 

Sosok ajudan tersebut adalah Bripka RR.

Belum lama ini, Bripka RR membuka fakta yang tak kalah heboh.

Ia membenarkan jika Ferdy Sambo ikut menembak Brigadir J pada saat malam mengerikan di Jakarta Selatan.

Nyanyian Bripka RR ini terjadi setelah dirinya dikunjungi oleh istri dan anaknya.

Setelah menemui istri dan anaknya, Bripka RR langsung berubah pikiran.

Dia bahkan membenarkan semua pernyataan yang diungkapkan oleh Bharada E tentang peran Ferdy Sambo.

Dengan begitu, hancur sudah skenario cantik yang disusun oleh Ferdy Sambo selama ini.

Bripka RR dan Bharada E menjadi dua momok yang menghancurkan skenario Ferdy Sambo dalam kasus Brigadir J.

Baca Juga: Susi ART Ferdy Sambo Bongkar Kuburan Tersembunyi di Rumah Majikannya: Organnya Diambil dan Dijadikan Patung!

Sebelumnya diketahui, kasus pembunuhan Brigadir J masih didalami oleh Polri.

Kasus yang menyeret mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ini sudah menumbangkan beberapa jenderal dan perwira polisi menengah.

Sampai hari sudah ada lima tersangka yang ditetapkan dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Berbagai nyanyian dan fakta terbaru tentang kematian ajudan Ferdy Sambo inipun mulai terungkap ke publik.

Salah satu fakta mulai diungkapkan oleh tersangka Bripka RR.

Dikutip dari channel Youtube Beda Enggak, ada 10 point pengakuan Bripka RR yang bikin heboh.

Dalam pengakuannya, Bripka RR juga membantah tentang aksi tembak menembak di rumah Ferdy Sambo.

Pengacara Bripka RR yakni Erman Umar jika Bripka RR merubah keterangannya setelah bertemu keluarganya.

Bahkan kedatangan istri dan anak dari Bripka RR juga membawa pesan dari orang tuanya.

Mereka meminta agar mantan ajudan Ferdy Sambo itu membuka secara terang kronologi kejadian sebenarnya.

Menurut Erman, Bripka RR awalnya bersikeras mengikuti arahan Ferdy Sambo soal peristiwa tembak-menembak.

Namun, karena dukungan berbagai pihak, ia pun bersedia jujur dan memberikan kesaksian baru terkait kronologi pembunuhan rekannya. 

Berikut 10 kesaksian dari Bripka RR tentang kematian Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo :

1.Bharada E ditelepon Putri agar pulang ke rumah Magelang.

2. Bripka RR tak tahu soal peristiwa dugaan pelecehan seksual.

3. Kuat menceritakan pada Bripka RR soal kejadian yang diklaim sebagai pelecehan seksual.

4. Kuat sempat mengancam Brigadir J dengan pisau

5. Putri sempat menanyakan Brigadir J dan meminta dipanggilkan ke kamar.

6. Brigadir J dan Putri sempat bicara 4 mata kurang lebih selama 15 menit di Magelang.

7. Brigadir J enggan menceritakan masalahnya pada Bripka RR.

8. Bripka RR menolak perintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.

9. Ferdy Sambo menanyakan peristiwa di Magelang.

10. Ferdy Sambo perintahkan Brigadir J jongkok di depannya sebelum eksekusi.

Baca Juga: Terungkap Tangis Susi ART Ferdy Sambo di Ujung Tangga, Apakah yang Sebenarnya Terjadi?

Ferdy Sambo Dihianati

Belum lama ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan aksi pelukan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J.

Namun, aksi pelukan antara Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi ternyata hanya akting belaka.

Salah satu tersangka dalam kasus Brigadir J sekaligus ajudan Ferdy Sambo yakni Bripka RR membongkar fakta sebenarnya terkait pelukan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Sudah bukan rahasia jika Bripka RR kini menjadi salah satu penghianat bagi sang jenderal.

Ajudan paling senior dalam rumah Ferdy Sambo ini akhirnya mulai jujur terkait fakta saat rekonstruksi Brigadir J.

Kini secara terang-terangan Bripka RR berbalik arah guna 'menyerang' Ferdy Sambo.

Bripka RR pun bercerita perihal momen rekonstruksi kasus kematian Brigadir J yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Tak terendus publik sebelumnya, ternyata ada dua hal menarik di rekonstruksi antara Ferdy Sambo dan Bripka RR.

Baca Juga: Putri Candrawathi, Ferdy Sambo dan Susi Bakal Jalani Tes Kebohongan Terkait Isu Pelecehan di Magelang 

Hal pertama adalah soal adegan mesra Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo saat memeragakan momen pada hari Brigadir J dibunuh.

Bertempat di rumah pribadinya di Saguling III, Putri Candrawathi tampak memeluk Ferdy Sambo.

Momen itu terjadi saat Putri Candrawathi menghampiri Ferdy Sambo di lantai tiga rumah mereka.

Usai memeluk Ferdy Sambo, Putri Candrawathi langsung menunduk didepan penyidik kepolisian.

Tak berselang lama, Ferdy Sambo pun langsung memegang handytalky guna beradegan sedang memanggil para ajudannya ke ruangannya.

Dimomen rekonstruksi itu, Ferdy Sambo diduga sedang melakukan perencanaan pembunuhan dengan Putri Candrawathi.

Melalui pengacaranya, Erman Umar, Bripka RR bercerita bahwa adegan Putri Candrawathi memeluk Ferdy Sambo hanya akting belaka.

Sebab Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo harus menjalani semua adegan rekonstruksi berdasarkan keterangan mereka berdua di BAP.

Dan ditanggal 8 Juli 2022 itu memang ada momen dimana Putri Candrawathi memeluk sang suami.

Adapun timing momen Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi berpelukan itu sebenarnya dilakukan usai Brigadir J meregang nyawa.

Terkait dengan adegan Ferdy Sambo memegang HT guna memanggil ajudannya, Bripka RR mengakui bahwa momen itu terjadi usai Brigadir J tewas.

Hal tersebut dilakukan Ferdy Sambo untuk berbicara ke para ajudannya bahwa ia menjanjikan uang total Rp 2 miliar kepada mereka.

Lebih lanjut, Erman Umar mengurai penjelasan perihal adegan Ferdy Sambo hendak memberikan uang ke ajudannya.

Baca Juga: Susi ART Ferdy Sambo Lihat Putri Candrawathi Digendong Kuat Maruf, Ternyata Ini Penyebabnya!

Ternyata kala itu, Ferdy Sambo membantah pernyataan Bripka RR.

"Ricky dibilangin sama ibu (Putri Candrawathi) atau Pak Sambo, si Richard (dijanjikan uang) Rp 1 miliar karena dia nembak, si Ricky Rp 500 juta, si Kuat Rp 500 juta," ujar Erman dilansir dari YouTube Narasi Najwa Shihab.

Kepada pengacaranya, Bripka RR menyebut kala itu ia tidak menjawab apapun saat Ferdy Sambo menawarkan sejumlah uang.

"Di BAP dia (Bripka RR) bilang bahwa dia tidak menghendaki walau ditawarkan uang itu. Cuma dia dalam kondisi tak berdaya menjawab (tawaran Ferdy Sambo)," imbuh Erman Umar.

Selain itu, Bripka RR juga mengaku sempat bersitegang dengan Ferdy Sambo saat rekonstruksi.

Ternyata ada pengakuan Bripka RR yang dibantah tegas oleh Ferdy Sambo.

Baca Juga: LPSK Sebut Ada Keganjilan. Mengaku Diperkosa, Putri Candrawathi Justru Lengket ke Kuat Maruf bukan pada Susi

Pengakuan itu adalah perihak Bripka RR yang sempat ditawari untuk menembak Brigadir J. 

Diakui Bripka RR, ia langsung menolak permintaan Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J karena takut.

Tak mengakui pernyataan Bripka RR, Ferdy Sambo justru melayangkan pengakuan berbeda didepan penyidik.

Menurut Ferdy Sambo, ia tidak menawarkan Bripka RR untuk menembak Brigadir J.

"Pada saat rekonstruksi, (Ferdy Sambo bantah dan bilang) 'oh kamu tidak dengar ? saya kan ngomong minta back up'," ungkap Erman Umar.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Metropolitan 06 Jun 2026, 21:16 WIB

Info Lengkap Reading Hours Jakarta Future Festival 2026: Lokasi, Jadwal, dan Cara Ikut

Jakarta Future Festival (JFF) 2026 di TIM gelar sesi gratis "Reading Hours" bersama Silent Book Club Jakarta pada Minggu, 7 Juni, jam 09.00-10.00 WIB. Cukup bawa buku sendiri ke Lobi Gedung Trisno.

Ekonomi 06 Jun 2026, 19:40 WIB

Makan Bergizi Gratis Bikin APBN Jebol? Ini Jawaban Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Menkeu Purbaya tegaskan program Makan Bergizi Gratis tak ancam APBN, defisit aman 2-3%. Meski ada sentimen negatif, ekonomi kuat. Program libatkan UMKM & disinergikan dengan BI demi stabilitas Rupiah.

Jakarta Selatan 06 Jun 2026, 17:20 WIB

Jadwal HBKB Rasuna Said Minggu Ini, Ada Cinta Laura hingga Bazar Murah!

HBKB Rasuna Said dimulai Minggu, 7 Juni 2026 pukul 05.30-09.00 WIB. Acara dimeriahkan Cinta Laura, parade sampah, bazar pangan murah, festival UMKM, ondel-ondel, dan pendaftaran KLG lansia/disabilitas

Bisnis 06 Jun 2026, 16:49 WIB

PNM Bangun Budaya Kerja Apresiatif Lewat PNM Excellence Awards 2026

27 tahun PNM bareng 70 ribu insan luncurkan PNM Excellence Awards 2026. Simak langkah besar bangun budaya kerja apresiatif di sini!

Ekonomi 06 Jun 2026, 16:35 WIB

PNM Siapkan Langkah Transformasi Berbasis Kebermanfaatan yang Berkelanjutan

PNM mulai babak baru transformasi berbasis kebermanfaatan. Temukan strategi pemberdayaan UMKM dan komitmen sosiokultural untuk Indonesia maju!

Gadget 06 Jun 2026, 15:31 WIB

Bocoran Galaxy Z Fold 8 Ultra Muncul di Bluetooth SIG, Samsung Siap Rilis HP Lipat Kasta Tertinggi!

Samsung rilis Galaxy Z Fold 8 standar (desain paspor 201g) & Z Fold 8 Ultra (Snapdragon 8 Elite Gen 5, kamera 200MP) pada 22 Juli 2026 di London guna hadapi Huawei & Apple.

Gadget 06 Jun 2026, 14:42 WIB

Xiaomi 17T, HP Midrange Rasa Flagship yang dengan Sistem Operasi Bersih Tanpa Iklan

Xiaomi 17T rilis Rp8-9 juta dengan Dimensity 8500 (AnTuTu 2M+) & periskop Leica 5x. Diulas GadgetIn, HP 6,59 inci ini punya baterai jumbo 6.500 mAh serta OS bersih tanpa iklan.

Metropolitan 06 Jun 2026, 13:51 WIB

Nggak Hanya di Kalender, Nama-nama Hari ini Juga Jadi Nama Pasar di Jakarta, Ada yang Sudah Tutup

Penamaan pasar di Jakarta ini berdasarkan hari merupakan tradisi yang berkembang sejak masa kolonial.

Metropolitan 06 Jun 2026, 13:07 WIB

Untuk ke 9 Kalinya, DKI Jakarta Raih Opini WTP dari BPK RI

Pencapaian tersebut menjadi bukti konsistensi Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga tata kelola keuangan yang transparan.

Metropolitan 06 Jun 2026, 12:18 WIB

Pramono Anung Segera Sesuaikan Tarif Transjabodetabek Bulan Ini, Termasuk Rute Blok M-Bandara Soetta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan evaluasi tarif dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.

Pendidikan 06 Jun 2026, 11:08 WIB

Pencairan Dana KJP Plus Tahap 1 Tahun 2026 Bulan April Mulai Dilakukan, Disalurkan kepada 707.477 Peserta Didik, Berikut Rinciannya

KJP Plus merupakan salah satu bentuk dukungan Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Metropolitan 06 Jun 2026, 10:41 WIB

EastjakFest 2026 Siap Meriahkan HUT ke 499 Kota Jakarta, Hadirkan Vaksinasi Rabies, Bibit Gratis, dan Edukasi Ketahanan Pangan

Acara ini akan digelar tepat di hari ulang tahun Jakarta yakni pada 22 Juni 2026.

Metropolitan 06 Jun 2026, 10:25 WIB

Dinas LH DKI Jakarta akan Gelar Aksi Pilah Sampah di CFD Rasuna Said Besok

Kegiatan ini adalah bagian upaya Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

Metropolitan 06 Jun 2026, 10:08 WIB

Hadapi Ancaman Polusi, Pemprov DKI Kembangkan EWS Kualitas Udara Bersama BMKG

Kehadiran sistem EWS ini diharapkan mampu memberikan informasi prediktif mengenai kondisi kualitas udara di Ibu Kota.

Metropolitan 06 Jun 2026, 09:39 WIB

Pramono Anung Buka Jakarta Future Festival 2026, Dorong Anak Muda Ikut Rancang Masa Depan Jakarta

Pramono Anung resmi membuka JFF 2026 yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (5/6).

Ekonomi 05 Jun 2026, 23:19 WIB

Strategi Investasi Tepat Saat Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok

Ekonomi RI tertekan: Rupiah tembus Rp18.000 dan IHSG anjlok ke 5.594 akibat PHK, pajak naik, serta modal asing keluar. Investor disarankan masuk bertahap dan atur portofolio sesuai profil risiko.

Nasional 05 Jun 2026, 21:53 WIB

Strategi 'Rangkul Lalu Pukul', Bisakah Layer Cukai Rendah Jinakkan Pabrik Rokok Ilegal?

Skema "rangkul lalu pukul" lewat layer cukai baru demi kejar Rp30 T menuai kritik. Cara ini dinilai beri karpet merah bagi rokok ilegal dan picu kecurangan baru ketimbang menegakkan hukum secara tegas

Nasional 05 Jun 2026, 20:21 WIB

BBM Mulai Dicampur Bioetanol 5%, Ini Efeknya untuk Mobil dan Motor Tua

Mulai semester II 2026, seluruh SPBU di Jawa wajib jual bensin campur etanol 5% (E5) sesuai Permen ESDM 4/2025. BBM ini ramah lingkungan & aman buat kendaraan modern, tapi berisiko korosi bagi mesin.

Sport 05 Jun 2026, 19:18 WIB

Lebih dari 50 Tenant Indonesia Open 2026 Gunakan Pembayaran Digital BNI

BNI menghadirkan pembayaran digital di Indonesia Open 2026 melalui EDC dan QRIS wondr untuk transaksi praktis.

Hiburan 05 Jun 2026, 18:55 WIB

Sedang Berkonflik dengan Sarwendah, Ruben Onsu Tulis Pesan Haru di Hari Ulang Tahun Anak

Meski hubungan dengan Sarwendah memanas akibat video viral, Ruben Onsu tetap fokus pada anak. Ia mengucapkan ultah menyentuh untuk Thalia dan berharap pihak luar tak memperkeruh mental anak mereka.