AYOJAKARTA.COM – Bagi warga Jakarta, Gigi Balang merupakan salah satu bentuk ornamen yang biasa ditemukan dalam rumah tradisional masyarakat Betawi.
Sering ditemukan pada bagian atap rumah masyarakat Betawi, Gigi Balang oleh warga Jakarta pasca modern lebih dikenal dengan sebutan lisplang.
Di banyak bangunan perkantoran milik pemerintah Jakarta, Gigi Balang telah menjadi salah satu ornamen khas yang lazim diaplikasikan.
Memiliki bentuk segitiga dengan ceruk berlubang yang menyerupai gelombang spiral, komposisi warna pada ornamen Gigi Balang menyimpan nilai-nilai filosofis mendalam.
Selain menyimpan makna keindahan, perpaduan bentuk juga menjadi simbol hubungan antara manusia, alam semesta hingga Sang Maha Pencipta.
Secara umum, ornamen arsitektur berwarna dasar coklat ini menyesuaikan dengan tiga jenis warna seperti merah, kuning dan hijau yang masing-masing memiliki arti filosofi berbeda.
Menurut Budayawan Yahya Andi Saputra, ornamen Gigi Balang secara umum menggambarkan dasar kehidupan yang dimiliki oleh setiap orang Betawi sehingga pantas dijadikan ikon.
“Karena mengandung makna dasar kehidupan masyarakat Betawi, kehidupan berasal dari rumah sebagai tempat tinggal dan beraktivitas,” jelas Yahya.
Selain menyiratkan hubungan manusia sebagai mikrokosmos dan semesta sebagai makrokosmos, ornamen ini juga menjadi isyarat ketuhanan sebagai Sumber Kehidupan.
Baca Juga: Mari Rayakan Merdeka! Jakarta Berikan Keleluasaan Berkendara di 17-18 Agustus - Weekend Kemerdekaan
Adapun makna simbolis yang tersimpan dalam bentuk segitiga pada Gigi Balang, menyimpan pesan kepada manusia akan pentingnya persatuand dan persaudaraan.
Karena itu, bagi masyarakat Betawi menjalin sebuah relasi yang dilandasi dengan persamaan merupakan sebuah tujuan.
Bentuk Segitiga pada ornamen Gigi Balang, menurut Yahya juga memiliki makna ganda yang dapat dilihat atau diselaraskan sesuai dengan penempatan.
Saat pucuk segitiga menghadap ke atas, hal tersebut menyiratkan nilai-nilai ketuhanan, dan bermakna egaliter atau persamaan saat pucuk menghadap ke bawah.
Terkait dengan penggunaan warna coklat, secara simbolis masyarakat Betawi mengingatkan asal-usul manusia yang berasal dari Tanah.
Sedangkan corak warna lain seperti merah, mengisyaratkan agar seluruh penghuni rumah mampu menjaga keberanian serta keteguhan hati.
Adapun makna simbolis dari penggunaan warna Kuning berarti kemuliaan, serta Hijau berarti menjaga harmoni dengan lingkungan sekitar.
Atas berbagai pertimbangan mendalam tersebut, Pemprov Jakarta kini menetapkan ornamen Gigi Balang sebagai salah satu ikon budaya Betawi.
Melalui ikon tersebut, Pemprov Jakarta berharap penggunaan ornamen akan kembali menjadi salah satu pegangan bagi seluruh pemilik rumah.
Dengan adanya keselarasan dan keberanian untuk menjaga nilai dan tradisi, komitmen menjadikan Jakarta sebagai kota berbudaya akan cepat terlaksana. ***

Share this article
Bagi warga Jakarta, Gigi Balang merupakan salah satu bentuk ornamen yang biasa ditemukan dalam rumah tradisional masyarakat Betawi.