AYOJAKARTA.COM-- Forum Jurnalis Betawi (FJB) berkolaborasi dengan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) menggelar workshop “Bikin Konten Betawi Lebih Nyastra” di Teater Wahyu Sihombing, Taman Ismail Marzuki (TIM), Kamis 28 Agustus 2025.
Acara ini menjadi penutup rangkaian Pekan Sastra Betawi 2025 di bawah payung Festival Komunitas yang berlangsung sejak 25 hingga 28 Agustus 2025, menghadirkan beragam kegiatan, seperti lokakarya penulisan, pertunjukan buleng, diskusi sastra, hingga workshop pembuatan konten digital.
Kepala Diskominfotik DKI Jakarta, Budi Awaluddin menegaskan dukungan Pemprov DKI terhadap pelestarian budaya Betawi. “Jakarta menuju kota global, tapi tidak akan melupakan budaya Betawi. Mari kita isi ruang-ruang ini dengan nama-nama kebetawian,” ujarnya.
Budi juga mengungkap rencana Pemprov meluncurkan portal satu data berbasis AI yang memuat informasi seluruh OPD, sekaligus memberi ruang bagi literasi Betawi.
Baca Juga: Soal Tewasnya Driver Ojol Affan, Prabowo: Saya Kecewa, Usut Tuntas! Petugas Harus Tanggung Jawab!
Ketua Umum LKB, Beky Mardani mengapresiasi kolaborasi FJB dan DKJ dalam menyelenggarakan workshop konten Betawi. Ia optimistis target pengumpulan 500 tulisan cerita Betawi dapat dicapai untuk diluncurkan pada HUT ke-500 Jakarta pada 2027.
“Ini kolaborasi luar biasa. Semoga generasi muda bisa melestarikan budaya Betawi melalui konten berkualitas,” tegasnya.
Sementara Ketua Komite Sastra DKJ, Fadjriah Nurdiasih, menegaskan rangkaian Pekan Sastra Betawi dirancang untuk memperkuat literasi dan memperkenalkan sastra Betawi ke masyarakat luas.
Baca Juga: Mengenal Sosok Ketua DPR Termiskin yang Haramkan Fasilitas Negara untuk Keluarga, Siapa Dia?
“Kami berharap generasi muda makin kenal dan bangga dengan budaya asli Jakarta, termasuk karya sastranya. Tradisi literasi sendiri juga sudah menjadi bagian dari orang Betawi sejak lama,” ujarnya menegaskan.
Kolaborasi Lintas Komunitas
Workshop "Bikin Konten Betawi Lebih Nyastra" juga mendapat dukungan dari Lembaga Bahasa dan Ilmu Alquran (LBIQ), Permata MHT, serta oleh-oleh khas Betawi Mpo Nini, yang menambah semarak dan memperkuat kolaborasi lintas komunitas.
Melalui kolaborasi ini, budaya Betawi tak hanya hadir di panggung pertunjukan, tapi juga siap menembus ruang digital untuk menjangkau generasi muda dan dunia yang lebih luas.
Baca Juga: Info KRL! Rekayasa KAI Commuter Line Imbas Demo 28 Agustus 2025
praktisi komunikasi sekaligus Blooger Ani Berta menekankan agar budaya lokal tidak sekadar jadi tontonan, tapi juga bahan cerita kreatif di media sosial. Jamalul menyoroti pentingnya menghadirkan bahasa segar agar sastra Betawi tetap hidup di hati generasi muda.
Sofwan menekankan peran komunitas dalam membuat konten lebih bernyawa, sementara Sulhi menambahkan konten kreatif seharusnya menyampaikan pengetahuan tanpa terasa menggurui.

Share this article
Forum Jurnalis Betawi (FJB) berkolaborasi dengan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) menggelar workshop “Bikin Konten Betawi Lebih Nyastra” di Teater Wahyu Sihombing TIM