AYOJAKARTA.COM - Debat perdana Pilkada Jakarta 2024 telah selesai digelar pada Minggu, 6 Oktober 2024 kemarin.
Pada debat tersebut ketiga pasangan calon di Pilkada Jakarta 2024 membeberkan visi misi hingga janji-janji mereka.
Ketiga paslon yang akan berkompetisi di ajak Pilkada Jakarta 2024 tersebut adalah Ridwan Kamil-Suswono, Dharma Pongrekun-Kun Wardana, serta Pramono Anung-Rano Karno.
Lantas, dari debat yang sudah dilakukan manakah paslon yang dinilai paling siap dan matang untuk jadi pemenang?
Berikut penuturan dari Ibnu Dwi Cahyo selaku Pengamat Komunikasi Politik yang dikutip dari tayangan Youtube METRO TV pada (10/10/24).
Berdasarkan penuturan Ibnu Dwi Cahyo, dari debat tersebut terlihat jelas jika pasangan RK-Suswono menargetkan pemilih dari segmen berikut ini.
“Yang pertama kalau kita lihat ya dari pasangan Ridwan Kamil-Suswono kalau kita lihat dari penampilannya itu melihat bahwa RK ini sedang menarget anak muda,” ujar Ibnu Dwi Cahyo.
“Yang lain pakai peci misalkan, dia dengan kostumnya, dengan rompi yag ala-ala anak muda yang digemari di mall itu dia pakai itu dan dia gak pakai peci gitu, jadi cukup yang pakai peci hanya Pak Sus,” lanjutnya.
Baca Juga: BPNT September-Oktober 2024 Akhirnya Cair di 2 Wilayah dan 2 KKS, Cek di Sini!
Pengamat Komunikasi Politik tersebut juga mengatakan, “Di awal kita lihat ya RK memperkenalkan diri, RK ingin notice ke masyarakat bahwa dia tuh bukan orang baru di Jakarta.”
Pasangan RK-Suswono yang menyasar para Gen Z juga terlihat jelas ketika Ridwan Kamil menegaskan background dirinya dan Suswono.
“Dia bilang bahwa dia pernah jadi Stafsusnya Foke dan Bang Yos, memperkenalkan ke Pak Sus ya sebagai orang yang pernah menjabat sebagai Menpa,” ungkap Ibnu Dwi.
“Jadi terlihat jelas bahwa RK menyasarnya lebih ke Gen Z, sekaligus menerangkan bahwa Pak Sus ini punya pengalaman yang hebat,” terangnya lagi.
Sementara itu, menurut analisa Dwi Cahyo, paslon Dharma Kun justru terlihat lebih santai pada debat kemarin.
“Lalu kalau kita lihat ke Pak Darmakun ini memang yang menurut saya paling santai, sangat lepas apalagi setelah mendapatkan pertanyaan dari RK yang akhirnya lepas semua itu teori beliau,” tuturnya.
Lain dengan paslon Pram dan Rano Karno yang terlihat menargetkan masyarakat Betawi dan Suku Jawa di momen debat Pilkada Jakarta 2024.
“Kalau kita lihat juga Mas Pram dan Rano, kalau saya pribadi ngelihat memang Mas Pram dan Rano sedang mengincar segmen khusus ya terutama dari suku Betawi dan Jawa,” ungkap Ibnu Dwi.
Baca Juga: Siapa yang Paling Memikat Rakyat Usai Debat Perdana Pilkada Jakarta 2024? Ini Kata Pengamat Politik
“Mas Pram berkali-kali bilang matur suwun, matur nuwun, matur nuwun itu ingin meremen masyarakat ya karena di Jakarta ini ternyata pemilih dari suku Jawa itu cukup besar, 30an persen,” imbuhnya.
Hal itu juga dipertegas dengan penampilan Rano Karno serta bahasa yang digunakan dalam debat Pilkada kemarin.
“Nah Betawinya juga Mas Rano ya dengan peci merahnya, lalu dengan logat Betawinya dikeluarkan, encing, babe, semua dia keluarkan,” tegas Ibnu Dwi.
Ibnu Dwi lantas menyimpulkan, “Jadi kalau kita lihat dari penampilan nomor 1 dan 3 dia sudah ngincer gitu tadi malam ya debat itu mereka sudah ingin mengincar segmen-segmen tertentu, karena kan untuk Darmakun ini kayanya lepas sekali, santai-santai saja”.***

Share this article
Menurut Ibnu Dwi Cahyo, dari debat tersebut terlihat jelas jika pasangan RK-Suswono menargetkan pemilih dari segmen anak muda.