AYOJAKARTA.COM - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya buka suara terkait batal mengusung Anies Baswedan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024.
Presiden PKS, Ahmad Syaikhu mengatakan bahwa pihaknya memang sudah mengeluarkan Surat Ketetapan (SK) untuk mendukung Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024.
Ahmad Syaikhu mengaku pihaknya sudah berjuang semaksimal mungkin untuk memperjuangkan Anies Baswedan berkontestasi di Pilgub Jakarta 2024.
Akan tetapi, ia menyampaikan dalam perjalanannya mengusung Anies terdapat kendala yang dihadapi.
Baca Juga: Good Bye Anies Baswedan, PKB Resmi Bergabung Koalisi KIM Plus, Begini Pendapat Rocky Gerung!
Sebab, hingga tenggat waktu yang ditentukan kepada Anies, tidak ada partai politik lain yang ingin berkoalisi dengan PKS.
Seperti yang diketahui, untuk bisa mencalonkan gubernur Jakarta PKS membutuhkan 22 kursi di DPRD.
Sementara, saat ini PKS hanya mengantongi 18 kursi dari hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) beberapa bulan lalu.
Sehingga, PKS membutuhkan 4 kursi tambahan yang berasal dari partai lain yang ingin berkoalisi.
“Terus terang kita sudah berjuang sejak awal kita mengeluarkan SK. Tanggal 25 Juni kita juga sudah deklarasikan akan mengusung Pak Anies dan Sohibul Iman. Hanya dalam proses perjalanan waktu karena kita kurang 4 kursi,” kata Syaikhu dikutip dari kanal YouTube PKSTV pada Selasa (20/8/2024).
Sebelumnya, PKS mengklaim bahwa pihaknya telah memberikan tenggat waktu selama 40 hari sejak Anies dideklarasikan.
Anies diberi waktu hingga 4 Agustus untuk mencari partai politik yang mau berkoalisi dengan PKS.
Akan tetapi, hingga batas tenggat waktu yang ditetapkan tidak ada partai yang ingin berkoalisi dengan PKS.
Padahal, PKS sudah mendeklarasikan Anies serta memilih calon wakil gubernur yang akan mendampinginya yaitu Sohibul Iman.
Oleh karena itu, pihaknya mencabut SK untuk mengusung Anies di Pilgub Jakarta dan dialihkan untuk Ridwan Kamil-Suswono.
“Kita nggak dapatkan partai lain untuk memberikan tiket dukungan kepada Pak Anies. Sehingga sampai tanggal 4 Agustus deadline yang kita berikan kepada Pak Anies tak kunjung dapat SK dari partai lain selain PKS. Sejak itulah kemudian kita mencabut SK usungan terhadap Pak Anies dan Sohibul Iman untuk dialihkan kepada RK dan Suswono,” jelasnya.***

Share this article
Ahmad Syaikhu mengaku pihaknya sudah berjuang semaksimal mungkin memperjuangkan Anies Baswedan berkontestasi di Pilgub Jakarta 2024.