AYOJAKARTA.COM - Anies Baswedan dan Sohibul Iman didaulat sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada 2024 oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyatakan bahwa partainya mendukung penuh pencalonan Anies Baswedan dan Sohibul Iman.
Sebelumnya, DPP PKS memang sudah memutuskan untuk mengusung Mohamad Sohibul Iman sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta.
Lewat Juru Bicara PKS Ahmad Mabruri menambahkan bahwa Sohibul Iman memiliki integritas dan kapasitas yang mumpuni.
"Pada rapat kemarin kita sudah putuskan bahwa kita akan mengusung Sohibul Iman," ungkap juru bicara PKS, yang dikutip dari kanal YouTube KompasTV, Selasa (25/06/2024).
Rekam Jejak dan Profil Sohibul Iman
Sohibul Iman pernah memimpin PKS pada periode 2015-2020, menunjukkan rekam jejak kepemimpinan yang solid.
Mohamad Sohibul Iman, seorang lulusan doktor dari Jepang, yang memulai kariernya sebagai pegawai negeri sipil di bagian penelitian teknologi.
Sebelum mencapai masa pensiun, ia memutuskan untuk mengundurkan diri karena tuntutan kampus, dan dari sanalah ia mulai terjun ke dunia politik.
Baca Juga: Mengejutkan! Ini Alasan PKS Usung Sohibul Iman Jadi Pendamping Anies Baswedan di Pilgub DKI 2024
Pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 5 Oktober 1965 ini adalah anak kelima dari sembilan bersaudara yang tinggal di kota Tasik, tepatnya di Lengkongsari.
Ayahnya adalah seorang pengusaha konveksi. Iman kecil menghabiskan masa SD hingga SMA-nya di kota kelahirannya di Tasikmalaya.
Prestasinya sejak di bangku sekolah dasar sudah sangat membanggakan kedua orang tuanya. Ia selalu menjadi juara kelas dan siswa teladan, hingga mendapatkan julukan "kutu buku" dari teman-temannya.
Saat di SMP 1 Tasikmalaya, untuk pertama kalinya ia ditunjuk mewakili sekolahnya mengikuti ajang pelajar teladan di tingkat kabupaten, dan meraih peringkat III.
Prestasinya terus berlanjut hingga di SMA, di mana ia terpilih sebagai pelajar teladan tingkat Provinsi Jawa Barat dan menempati peringkat kedua.
Berkat prestasinya, Iman akhirnya mendaftarkan diri ke Institut Pertanian Bogor (IPB) dan diterima melalui program PMDK.
Memasuki tahun kedua kuliahnya, ia mendapatkan informasi tentang beasiswa di Jepang dari teman kuliahnya.
Selanjutnya, Iman pun mendaftar di Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKOSURTANAL) dan berhasil lolos.
Pada umur 22 tahun, Iman pergi ke Jepang untuk melanjutkan studinya.
Sosok Iman muda dikenal dengan ketekunanya hingga menyelesaikan studinya dari S1, S2, hingga S3 di Jepang dalam bidang ilmu dan teknologi.
Untuk mengasah kemampuan bahasa dan budaya Jepang, Iman mencoba menjadi penyiar di radio Jepang NHK.
Dari sana, komunikasi Iman menjadi lancar, baik dengan orang Jepang maupun dengan orang-orang Indonesia yang berada di Jepang.
Sekembali dari Jepang, Iman bekerja sebagai peneliti di BAKOSURTANAL sebagai PNS, sesuai kontrak perjanjian beasiswanya.
Karirna cukup emerlang, Ia juga menjadi peneliti di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta dosen di beberapa perguruan tinggi.
Tidak mengikuti jejak sang ayah sebagai pengusaha, Iman lebih tertarik bergelut di dunia politik.
Ketika Era Reformasi bergulir pada tahun 1998 dan partai politik baru bermunculan, Iman bergabung dengan Partai Keadilan (PK) yang kini menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Saat itu, ada aturan bahwa PNS tidak boleh menjadi pengurus partai, sehingga ia melanjutkan kariernya sebagai peneliti di BPPT.
Iman kemudian mendapatkan beasiswa program S3 di Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST) di Ishikawa, Jepang, spesialis kebijakan industri dan teknologi.
Pada Mei 2004, Iman kembali ke Indonesia dengan gelar Ph.D dan bekerja sebagai peneliti BPPT.
Saat Cak Nur wafat, Iman dipercaya menjadi rektor Universitas Paramadina.
Saat itu, Iman memilih untuk keluar dari zona amannya dan berhenti dari BPPT dan PNS. Iman mendedikasikan ilmu dan waktunya untuk kampus.
Akhirnya, Iman kembali bergabung dengan PKS dan menjadi Ketua DPP PKS.
Pada pemilu 2009, Iman terpilih menjadi anggota DPR RI. Karier politiknya mulai menanjak.
Baca Juga: Resmi! PKS Calonkan Anies Baswedan-Sohibul Iman di Pilkada Jakarta 2024
Fraksi PKS menunjuk dirinya sebagai Wakil Ketua DPR RI menggantikan Anis Matta yang mengundurkan diri pada tahun 2013 untuk menjadi Presiden PKS.
Pada pemilu berikutnya, Iman kembali terpilih sebagai anggota dewan periode 2014-2019. Kariernya semakin menanjak saat pergantian pimpinan PKS.
Dalam Munas PKS 2015, ia ditunjuk menjadi Presiden PKS untuk masa khidmat 2015-2020.
Dengan perjalanan hidup yang penuh dedikasi dan pencapaian luar biasa, Sohibul Iman menjadi inspirasi bagi banyak orang dan kini didaulat mendapingi Anies Baswedan dalam pilkada DKI 2024.
Biodata Sohibul Iman
Nama Lengkap: H. Mohamad Sohibul Iman, M.Sc, Ph.D
Umur: 59 Tahun (Terhitung dari tahun 2024)
Tanggal Lhir: 5 Oktober 1965
Tempat Lahir: Tasikmalaya
Nama Panggilan: Sohibul Iman
Istri: Uswindraningsih Titus
Anak: 5
Pendidikan:
SDN Jajaway Tasikmalaya (1979)
SMPN 1 Tasikmalaya (1982)
SMAN 2 Tasikmalaya (1985)
Institude Pertanian Bogor 2 semester (1985 – 1987)
Kursus Bahasa Jepang di Center for Foreign Language Studies, Takushoku University, Tokyo (1987 – 1988)
S1 Beasiswa Waseda University, Japan (1992)
S2 Takushoku University jurusan Engineering (1994)
S3 Japan Advanced Institute of Science and Technology (2004)
Pekerjaan: Politikus, Dosen
Baca Juga: Jawaban Menohok Ahmad Sahroni Soal Jadi Cawagub Anies Baswedan di Pilgub DKI Jakarta: Ih...
Karier:
Radio Jepang NHK, Penyiar, 1992 – 1994
Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakosurtanal), 1994 – 1996
Amroos Law Consultant, Konsultan Hak Paten, 1996-1998
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Peneliti, 2004 – 2005
Universitas Paramadina, Rektor, 2005-2007
PT. EdWar Technology, Konsultan Teknologi, 2007-2009
Ketua DPP PKS bidang Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Teknologi (EKUINTEK)
Anggota DPR RI-Fraksi PKS, 2009-2014
Wakil Ketua DPR RI, 2013-2014
Presiden PKS, 2015-2020
Instagram: @msi.sohibuliman
Organisasi:
ISTECS (Institute for Science and Technology Studies)
YPNF (Yayasan Pendidikan Nurul Fikri)
HSF (Hokuriku Scientific Forum)
MITI (Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia)
YIT (Yayasan Inovasi Teknologi)
Demikian bipdata dan profil Sohibul Iman sosok cendikiawan pendamping Anies Baswedan di Pilkada DKI 2024.***

Share this article
Berikut adalah profil Sohibul Iman yang didaulat sebagai cawagub Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024.